Dorong Pertumbuhan Bisnis 5G, Ericsson Luncurkan Solusi Pembagian Jaringan ‘5G RAN Slicing’

Ericsson 5G RAN Slicing

Indonesia tengah bersiap menyambut datangnya konektivitas 5G yang super cepat. Penerus jaringan 4G yang sudah mulai lemot ini digadang-gadang akan mengubah cara orang menggunakan internet. Meski masih harus menunggu kebijakan pemerintah, infrastruktur teknologi 5G bisa dikatakan telah siap di Indonesia.

Advertisement

Sebagai contoh, hingga saat ini produsen ponsel di Indonesia telah beramai-ramai meluncurkan gawai yang mendukung konektivitas 5G. Lini bisnis lainnya, seperti Ericsson yang dikenal sebagai penyedia layanan komunikasi, baru saja mengumumkan keikutsertaan mendorong pertumbuhan bisnis 5G dengan meluncurkan 5G RAN Slicing.

Ericsson 5G RAN Slicing memungkinkan operator meningkatkan fleksibilitas dan keserbagunaan jaringan 5G

(dok. Ericsson) via www.ericsson.com

Secara sederhana, Ericsson 5G RAN Slicing adalah solusi pembagian jaringan (network slicing) 5G untuk jaringan akses radio (Radio Access Network, RAN), yang memungkinkan penyedia layanan komunikasi atau operator dapat menyediakan layanan 5G yang dapat disesuaikan dengan kinerja.

Country Head of Ericsson Indonesia, Jerry Soper mengatakan Ericsson 5G RAN Slicing nantinya akan memungkinkan operator meningkatkan fleksibilitas dan keserbagunaan jaringan 5G mereka, sekaligus juga dapat memanfaatkan sumber pendapatan baru serta meningkatkan kualitas layanan saat 5G sudah diimplementasikan di Indonesia.

Advertisement

“Teknologi 5G sedang diimplementasikan secara luas di seluruh dunia dan membawa potensi besar untuk memonetisasi layanan baru di kalangan konsumen maupun perusahaan,” kata Jerry dalam keterangan rilis yang Hipwee terima, Rabu (27/1/2020).

Lebih lanjut diterangkan, Ericsson 5G RAN Slicing bekerja dengan cara mengoptimalkan sumber daya radio pada penjadwalan 1 milidetik untuk menyajikan fitur pembagian jaringan akses radio yang hemat spektrum. Dengan itu, kemampuan pembagian (slicing) secara end-to-end akan semakin kuat, sehingga manajemen sumber daya jadi dinamis dengan tetap memastikan pengalaman pengguna bermutu tinggi.

“Yang membuat teknologi kami berbeda adalah meningkatkan manajemen end-to-end dan dukungan pengaturan untuk layanan cepat. Teknologi ini memberikan diferensiasi dan performa terjamin bagi penyedia layanan yang diperlukan untuk memonetisasi 5G dengan beragam use case,” ujar Head of Product Area Networks Ericsson, Per Narvinger.

Advertisement

Bagaimana Ericsson 5G RAN Slicing dapat mendorong pertumbuhan 5G?

(dok. Ericsson) via www.ericsson.com

Ericsson menjelaskan kalau pembagian jaringan nantinya akan mendukung beberapa logical network untuk menghadirkan berbagai jenis layanan melalui infrastruktur umum. Pembagian jaringan juga akan membuka peluang pendapatan dari 5G, seperti enhanced video dan konektivitas dalam mobil serta extended reality, yaitu penggabungan dari virtual reality, augmented reality dan mixed reality.

Selain itu, solusi teknologi ini juga memungkinkan tersedianya komunikasi dalam berbagai skenario penggunaan 5G, seperti keamanan publik ataupun mobile private networks. Ericsson sendiri sudah punya berbagai pembagian jaringan untuk transportasi, jaringan inti, dan orkestrasi di seluruh dunia yang melibatkan beragam use case: operasi jarak jauh yang dibantu video, AR/VR, streaming olahraga, cloud gaming, smart city, dan aplikasi untuk industri 4.0.

Dalam laporannya, Ericsson mencatat perkiraan peluang pendapatan operator 5G di pasar konsumen sebesar USD712 miliar pada 2030 nanti. Sementara menurut data GSMA, pembagian jaringan diperkirakan akan membuat operator memperoleh pendapatan sebesar USD300 miliar pada 2025 nanti.

Dengan solusi teknologi ini, Ericsson menjadi vendor pertama yang menawarkan solusi end-to-end sepenuhnya lewat pembagian jaringan RAN berdasarkan pembagian sumber daya radio dinamis di bawah 1 milidetik.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

I know I glow up

CLOSE