Para korban luka bakar kini bisa lebih bernafas lega. Jika dulu penanganan luka bakar membutuhkan biaya dan waktu yang lama untuk bisa kembali normal, kini dokter di Brazil punya cara alternatif yang ternyata lebih terjangkau. Bukan penemuan obat atau alat medis canggih, tapi tim dokter di Brazil menggunakan kulit ikan untuk obati luka bakar. Dilansir dari laman Reuters, sisik ikan ‘Tilapia’ berhasil dimanfaatkan untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar. Meski mungkin tidak benar-benar sama, ikan Tilapia di Brazil ini sepadan dengan ikan Nila di Indonesia.

Hal ini jelas jadi kabar baik bagi dunia kedokteran, terlebih bagi para pasien yang menderita luka bakar. Siapa sangka sisik ikan yang selama ini dibuang begitu saja punya manfaat untuk menyembuhkan luka. Yuk simak selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Sebenarnya sudah ada penelitian di Cina tentang manfaat ikan Tilapia ini pada luka bakar. Cuma penerapan dan praktik nyata baru dilakukan oleh dokter di Brazil

Baru dokter di Brazil yang berani menerapkannya via businessinsider.com

Penelitian soal kegunaan ikan Tilapia bagi dunia kedokteran ini sebenarnya sudah dilakukan oleh para peneliti di Cina. Namun praktik lapangan pertamanya justru dilakukan oleh dokter-dokter di Brazil. Karena stok jaringan kulit babi atau manusia yang selama ini sering digunakan untuk treatment luka bakar, sulit didapatkan di Brazil, para dokter harus segera mencari alternatifnya. Salah satunya metode pengobatan eksperimental dengan kulit ikan Tilapia ini.

Dalam eksperimen ini ada 56 pasien dengan luka bakar yang ikut serta. Hasilnya mereka mengaku lebih cepat sembuh dibanding menggunakan pengobatan salep!

Sisik ikan Tilapia ini memiliki kandungan kolagen yang lebih tinggi. Karenanya cocok untuk menyembuhkan luka bakar tingat 2-3 sekalipun

Advertisement

Oh… Gitu caranya… via businessinsider.com

Efek positif kulit sisik ikan Tilapia dalam menangani pasien luka bakar tak luput dari kandungan yang ada di dalamnya. Menurut para dokter tersebut, kulit ikan Tilapia yang biasa dibuang ini punya kandungan kolagen yang tinggi. Selain itu, kulit ikan Tilapia juga ternyata punya tingkat kelembaban yang tinggi. Hal ini baik untuk mengobati luka bakar. Oh iya, sisik ikan Tilapia juga ternyata memiliki daya tahan yang bagus terhadap penyakit loh. Jadi disamping adem dan penuh kolagen, kulit ikan ini juga cukup resisten terhadap bakteri. Pas banget buat penderita luka bakar.

Pengobatan menggunakan ikan Tilapia ini juga tidak mengakibatkan ketergantungan. Sakitnya pun tak sesakit pengobatan menggunakan obat atau salep luka bakar pada umumnya

Penanganan dengan salep dan metode lain itu rasanya sakit banget via businessinsider.com

Nah para pasien yang menggunakan pengobatan sisik ikan Tilapia ini mengaku bahwa menggunakan metode pengobatan yang satu ini membuat mereka tak jadi ketergantungan obat. Saat menggunakan metode salep atau krim, mereka akan merasa sakit tiap kali lupa mengoleskan obat tersebut pada luka mereka. Namun dengan metode sisik Ikan Tilapia ini mereka tak perlu khawatir ketergantungan mengolesi obat. Karena rasa sakit yang dirasa jauh berkurang, mereka tak perlu tergantung lagi pada obat penahan rasa sakit.

Belum lagi fakta bahwa ikan Tilapia jumlahnya sangat banyak di Brasil. Ini membuat harga pengobatan luka bakar jadi relatif lebih murah

Ada banyak Tilapia di Brazil via businessinsider.com

Salah satu alasan lain kenapa pengobatan luka bakar menggunakan sisik ikan Tilapia populer di Brazil adalah karena jumlah ikan ini yang sangat banyak di Brazil. Hal itu mengakibatkan harganya jauh lebih murah daripada menggunakan pengobatan dengan metode lainnya. Apalagi yang digunakan sebagai pengobatan adalah sisiknya yang notabene selama ini dibuang begitu saja, jelas saja harganya jadi lebih murah daripada metode pengobatan luka bakar pada umumnya. Bagi masyarakat Brazil yang ekonominya pas-pasan, ini jadi berkah tersendiri bagi mereka.

Keren ya bagaimana para dokter di sana berani menerapkan cara alternatif yang mungkin jauh dari standar pengobatan modern. Selain bisa memanfaatkan kekayaan lokal, dokter-dokter di Brazil ini juga berhasil menemukan metode pengobatan yang jauh lebih terjangkau untuk warganya. Nah kalau ikan Tilapia ini sejenis ikan Nila, bisa nggak ya kira-kira pengobatan alternatif ini juga dikembangkan di Indonesia?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya