Cari pekerjaan memang susah. Apalagi bila kita orang yang kaku dan maunya hanya itu. Sekali ingin PNS, maka harus jadi PNS. Dilansir dari Kompas, menurut Menteri PANRB Asman Abnur, rekruitmen CPNS 2017 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara massal. Tahun ini seleksi CPNS akan pakai format khusus, yaitu menekankan pada lulusan sekolah kedinasan. Selanjutnya akan menjadi program juga untuk meningkatkan kualitas PNS dengan menerapkan kriteria lulusan PTN dengan akreditasi A. Simpelnya, semakin lama seleksi CPNS akan makin sulit. Masih ngebet jadi pegawai negeri?

Seiring perkembangan zaman, teknologi juga semakin berkembang. Minat dan kebutuhan masyarakat pun berubah. Bila CPNS sulit dicapai karena seleksinya yang semakin susah, ada pekerjaan-pekerjaan lain yang semakin parah. Perkembangan zaman dengan teknologi yang semakin sempurna, ada banyak lapangan pekerjaan yang dikorbankan. Kali ini Hipwee News & Feature, akan mengulas beberapa pekerjaan yang diprediksikan akan hilang dalam waktu 10 tahun mendatang. Semoga pekerjaanmu bukan salah satunya.

1. Tukang parkir

Advertisement

Penghasilan tukang parkir barangkali tidak seberapa. Mirisnya, profesi ini termasuk salah satu yang terancam kepunahannya. Pertama, terutama di kota-kota besar, transportasi umum semi pribadi seperti ojek dan taksi online sudah menjamur. Tak perlu parkir, karena ojek dan taksi segera pergi setelah penumpang sampai. Selain itu, juga ada alat parkir digital (e-parking). Ditambah lagi sudah ada aplikasi parkir yang membantu pengendara untuk cek ketersediaan lokasi untuk parkir. Hmm, peran tukang parkir sudah digantikan oleh mesin.

2. Loper koran dan jurnalis cetak

Agen koran via www.flickr.com

Koran akan dibutuhkan sampai kapan pun sebagai sumber informasi masyarakat. Karena itu, profesi jurnalis sebenarnya termasuk aman. Hanya saja, medianya berubah. Media cetak perlahan mulai ditinggalkan karena ada media online yang lebih mudah diakses. Hanya bermodal smartphone dan paket data, berita bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Jika begitu, yang paling terancam dari bidang ini adalah agen dan loper koran. Jika media cetak punah, mereka adalah orang yang akan kehilangan lapangan pekerjaan.

3. Kasir

Kasir

Teknologi dan semakin sempitnya waktu, membuat online shopping punya banyak penggemar. Butuh ini itu tinggal dipesan dan dibayar dari rumah dan barang akan diantar sampai ke rumah. Di toko, kasir bertugas untuk menghitung tagihan dan menerima pembayaran dari pembeli. Tapi dalam online shopping kita memakai sistem self-check out. Total tagihan bisa dihitung otomatis dan pembayaran pun dilakukan via online, baik transfer ataupun credit card. Penghitungan, penerimaan pembayaran, dan verifikasi pembayaran dilakukan oleh mesin, lalu apa yag harus dilakukan oleh kasir?

4. Agen pariwisata

Travel agents via www.travelsupermarket.com

Advertisement

Saat ini begitu banyak kemudahan bagi orang yang ingin traveling sendiri. Mulai dari pemesanan tiket perjalanan hingga pemesanan kamar penginapan. Sebut saja Traveloka, booking.id, tiket.com, dan lain sebagainya. Sementara itu, semakin lama orang semakin membutuhkan me-timenya sendiri, termasuk merencanakan tripnya sendiri. Agen perjalanan yang bertugas mengatur semuanya, mulai dari perjalanan, penginapan, hingga tempat tujuan mulai kehilangan pamornya. Dengan bantuan website-website traveling tersebut, kita bisa merencanakan perjalanan sendiri dengan mudah.

5. Pegawai kantor pos

Pegawai kantor pos via kekunaan.blogspot.co.id

Mungkin kamu akan bertanya, di zaman whatsapp, line, dan email begini, siapa sih yang masih memakai jasa kantor pos? Barangkali itu juga, saat ini kantor pos lebih banyak menangani surat-surat resmi dari kantor ataupun pemerintahan daripada surat personal a la sahabat pena di zaman dahulu kala. Selain itu, kantor pos juga menangani pengiriman paket. Tapi menilik semakin bertambahnya jasa pengiriman barang, kantor pos harus bisa bersaing jika mau tetap eksis. Mungkin karena ini juga, ibarat dalam ekosistem, kantor pos masuk ‘endangered’ alias terancam.

6. Sopir

Saat ini ilmuwan dan ahli teknologi sedang berlomba-lomba menciptakan self-driving car alias mobil otomatis. Mulai dari Google sampai Tesla-nya Elon Musk. Dengan teknologi radar, GPS, odometry, dan semua-semua yang berbasis komputer, self-driving car punya sensor atas lingkungannya dan bisa jalan sendiri tanpa campur tangan manusia. Memang sih sampai sekarang belum ada self-driving car masih terus dalam tahap pengembangan. Tapi bila berhasil dan bisa dipasarkan, bisa dipastikan profesi sopir, entah pribadi ataupun sopir taksi, akan hilang.

7. Buruh pabrik

Karyawan pabrik via www.varia.id

Buruh pabrik adalah elemen vital dalam perekonomian. Bila buruh-buruh mogok kerja, tentu aktivitas ekonomi dan produksi turut terganggu. Karena itu pergerakan buruh yang diperingati setiap 1 Mei begitu ditakuti. Tapi kini eksistensi buruh mulai terancam. Pasalnya sudah banyak mesin dan robot yang diciptakan untuk menggantikan peran manusia. Ditambah lagi, teknologi 3D printing mempermudah semuanya. Bikin kaos tinggal diprint saja. Bahkan diperkirakan kelak membuat rumah dan makanan juga tinggal ngeprint saja. Bingung juga ya mau ikut susah atau senang.

8.  Social Media Experts (karena semua orang jago pake medsos)

Social media experts

Social media strategist, specialist, dan officer, adalah orang-orang yang bertugas untuk membangun interaksi perusahaan dengan dunia luar. Mulai dari mengecek tren masa kini, mengkurasi konten media sosial, mengecek kompetitor, hingga meneruskan informasi dari perusahaan ke konsumen. Meski seolah kerjanya cuma duduk di depan Facebook sepanjang waktu, profesi ini sangat penting lho untuk aktivitas perusahaan.

Nah, kenapa malah terancam? Banyak ahli yang memprediksi profesi ini akan punah di masa depan semakin lama, setiap orang bisa menjadi social media experts sendiri. Menilik besarnya penggunaan media sosial di Indonesia sih ini bukan mustahil. Apalagi urusan stalking mantan atau gebetan. Beuh, banyak yang jago.

Perkembangan zaman memang menuntut perubahan yang nggak tanggung-tanggung. Terkadang perubahan itu kejam, karena siapa yang lemah harus hengkang. Namun barangkali itulah konsekuensi dari sebuah perubahan. Selain pekerjaan-pekerjaan di atas, masih ada juga profesi petani dan nelayan yang terancam karena hilangnya lahan. Nah, apakah prediksi ini benar, mari kita tunggu 10-20 tahun mendatang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya