Sejalan dengan kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, telah ada beberapa metode yang digunakan sebagai alat pengamanan pada ponsel pintar. Fingerprint-lah yang dinilai paling aman untuk mengunci smartphone agar nggak dimanfaatkan oleh orang lain selain pemiliknya. Hal ini mengingat PIN dan password sudah terlalu kuno dan mudah diretas, sehingga produsen smartphone terus berlomba-lomba untuk menghadirkan beragam ponsel mutakhir yang dilengkapi dengan fingerprint. Harganya pun tentu berbeda dengan ponsel biasa tanpa fitur pengamanan khusus.

Namun rupanya, Jepang tengah mengembangkan teknologi terbaru yang memanfaatkan telinga sebagai alat pemindai dan menggantikan fungsi sidik jari. Lho, telinga? Memangnya bisa? Daripada penasaran berkepanjangan, yuk telusuri bersama Hipwee News & Feature!

Kini, fingerprint sudah tak lagi aman, pasalnya saat ini sudah banyak beredar metode untuk meretasnya

Fake fingerprint via www.youtube.com

Advertisement

Baru-baru ini, para periset dari New York University dan Michigan State University menemukan celah besar di fingerprint scanner, seperti yang dikutip dari Mashable. Dengan memanfaatkan kebiasaan pengguna yang menyimpan lebih dari satu fingerprint di smartphone, mereka berhasil membuat alat khusus yang disebut masterprint guna membobol sidik jari di smartphone. Alat ini nantinya bisa membobol berbagai jenis pola sidik jari pengguna smartphone. Kabarnya, kesuksesan alat ini sebanyak 65 persen mampu membobol semua sidik jari yang terdaftar di smartphone lho! Bahaya, ‘kan?

Telinga diklaim sebagai anggota tubuh manusia yang memiliki keunikan tersendiri yang mampu dimanfaatkan sebagai alat autentifikasi

Telinga disebut-sebut sebagai pemindai yang lebih aman via www.youtube.com

Penggunaan teknologi biometrik memungkinkan anggota tubuh manusia menjadi alat autentikasi sebuah perangkat. Sebelumnya, masyarakat biasa mengenal teknologi biometrik dengan menggunakan sidik jari. Namun, telinga diklaim memiliki keunikan khusus yang juga bisa dimanfaatkan sebagai alat autentifikasi.

Seperti dikutip Wired, menurut peneliti dari University of Southamptons School of Electronics and Computer Science, Alastair Cummings, Mark Nixon dan John Carter, terungkap bahwa fakta telinga merupakan bagian tubuh manusia yang mengalami perubahan relatif kecil selama rentang kehidupan manusia. Menurutnya, proses autentikasi menggunakan telinga mungkin saja terjadi. Sebab, rongga telinga setiap orang adalah unik seperti sidik jari. Berarti, bagaimana gelombang memantul juga akan menjadi unik.

Advertisement

Nantinya, biometrik telinga ini akan mencatat dan mengukur telinga dari berbagai posisi. Teknologi yang tengah dikembangkan ini diklaim lebih akurat 99 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini juga dianggap lebih mudah karena nggak membutuhkan gerakan fisik.

Nggak ketinggalan, Jepang pun telah merilis terobosan terbarunya berbasis earprint yang bisa diunduh

Aplikasi ERGO via www.popsci.com

Seperti yang sudah beredar dalam laman CNN, baru-baru ini Jepang telah meluncurkan beberapa inovasinya dalam hal teknologi. Termasuk juga earprint. Dikembangkan oleh perusahaan teknologi berbasis di Amerika, Descartes Biometrics, beginilah earprint tersebut bekerja:

  • Pertama, pengguna terlebih dahulu mendownload perangkat lunak ERGO melalui smartphone-nya.
  • Kemudian pengguna menempatkan perangkat ke sisi kepala mereka (samping telinga) dan menekan bagian tengah layar sentuh pada perangkat.
  • Sinyal suara kemudian dikirim ke telinga yang kemudian akan dipantulkan kembali dengan masing-masing spesifikasinya (karena telinga setiap orang berbeda).
  • ERGO menggunakan sensor yang tertanam di smartphone Android modern, yang berarti nggak ada perangkat keras tambahan yang diperlukan.
  • Otentikasi membutuhkan waktu sekitar satu detik untuk menyimpan hingga sepuluh pemindaian di telinga pengguna.

Teknologi baru ini dipuji oleh beberapa ilmuwan karena bisa lebih melindungi privasi pengguna telepon, terutama jika dibandingkan dengan pemindai sidik jari (yang biasanya sudah dimiliki oleh kepolisian) dan wajah. Semoga bisa segera digunakan oleh masyarakat terutama di Indonesia, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya