Saat ini jutaan umat muslim dari seluruh dunia sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci, tak terkecuali jemaah dari Indonesia. Keberangkatan jemaah haji tahun ini dari Indonesia terbagi jadi dua gelombang. Gelombang pertama berangkat tanggal 6-19 Juli 2019, sedangkan gelombang kedua 20 Juli-5 Agustus 2019.

Tapi belum lama kloter terakhir diberangkatkan, sudah beredar video banjir di Mina yang sontak bikin panik banyak orang Indonesia yang anggota keluarganya memang sedang menjalankan haji. Di video itu air terlihat menggenang hampir seukuran lutut orang dewasa. Situasi itu juga tampak sedikit menghambat aktivitas para jemaah. Namun, di tengah kepanikan banyak orang, Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan pernyataan yang berisi fakta sesungguhnya. Wah, memang gimana sih kejadian yang sebenarnya?

1. Mekkah dan Mina memang sempat diguyur hujan deras, tapi nggak sampai terjadi banjir seperti dalam video yang beredar

Tidak seperti yang banyak beredar di media sosial via internasional.kompas.com

Advertisement

Hujan deras sempat mengguyur Mekkah dan Mina pada Senin 12 Agustus kemarin. Hal ini disampaikan Kepala Daerah Kerja Mekkah Kementerian Agama, Subhan Cholid, dalam siaran live di akun Facebook resmi Kemenag, seperti dilansir Kompas. Namun menurut Subhan, hujan tersebut nggak sampai menyebabkan banjir seperti yang banyak diberitakan di media sosial.

2. Banjir hanya menimbulkan genangan di beberapa titik, tapi nggak sampai mengganggu jalannya ibadah para jemaah di sana

Ada genangan di beberapa titik via kumparan.com

Di sejumlah akun media sosial, diberitakan kalau banjir sampai membuat jemaah kesulitan menjalankan ibadahnya. Padahal menurut Subhan, hujan deras yang mengguyur Mekkah dan Mina hanya menimbulkan genangan di sejumlah titik, tidak sampai banjir seperti yang beredar di media sosial. Ia sendiri bahkan nggak tahu dari mana asal video itu dan kapan kejadiannya. Yang jelas, katanya bukan saat hujan kemarin.

3. Selama hujan berlangsung, pihak keamanan juga memastikan tidak ada korsleting listrik seperti eskalator. Seluruh jemaah Indonesia juga baik dan sehat kondisinya

Selama hujan listrik sengaja dimatikan via malaysiagazette.com

Saat hujan mengguyur, listrik di maktab-maktab sempat dimatikan untuk menghindari korsleting. Eskalator jadi berhenti beroperasi. Menurut pemaparan Subhan, jemaah haji dari Indonesia dinyatakan sehat dan baik-baik saja kondisinya. Layanan yang diberikan untuk jemaah mulai dari akomodasi, konsumsi, dan transportasi, juga berjalan lancar tanpa hambatan.

4. Hujan yang sempat mengguyur Mekkah dan Mina itu dilaporkan hanya terjadi sebentar. Katanya setelah isya hujan sudah berhenti

Hujan cuma sebentar via www.hmetro.com.my

Advertisement

Masih kata Subhan, hujan yang turun Senin sore itu ternyata hanya berlangsung sebentar. Saat tiba waktu isya, hujan sudah dilaporkan berhenti. Genangan air yang sempat terbentuk juga mulai surut. Listrik yang tadinya sengaja dipadamkan juga sudah kembali menyala bahkan sejak menjelang magrib. Pada keesokan harinya, tepatnya Selasa 13 Agustus, cuaca dikabarkan kembali cerah.

Bagi kalian yang anggota keluarganya sedang menunaikan ibadah haji, jangan lupa terus berdoa agar seluruh rangkaian ibadahnya berjalan lancar. Kalau ada informasi apapun yang beredar terkait situasi dan kondisi di tanah suci, ada baiknya kalau kalian cek dulu kebenarannya sebelum memutuskan menyebarkan ke dunia maya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya