Fakta Varian Omicron BA.2, Subvarian Omicron yang Lebih Cepat Menyebar

Tetap waspada ya..

Belum usai kasus omicron, kini Indonesia kembali dikejutkan dengan munculnya mutasi baru yang dijuluki oleh media dengan nama Omicron Siluman atau Son of Omicron.  Juru bicara vaksinasi covid-19  Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan sudah ada setidaknya 330 kasus varian Omicron siluman di Indonesia.

Advertisement

Omicron subvarian BA. 2 ini sedikit berbeda dengan infeksi omicron pada umumnya. Sebab varian omicron siluman ternyata juga menyerang usus. Mereka yang terkena virus omicron siluman cenderung mengalami masalah pada perut seperti mual, sakit perut, hingga kembung dibanding masalah pernapasan. Nah biar nggak penasaran, berikut fakta-faktanya seputar Omicron BA.2 atau yang disebut Omicron Siluman.

1. Omicron Siluman bisa menular 33 persen lebih cepat dari Omicron Asli

Cepatnya penyebaran subvarian BA. 2 di beberapa negara mengartikan bahwa varian baru ini lebih cepat menular dibanding subvarian sebelumnya. Omicron BA. 2 memiliki 28 mutasi unik yang menyebabkan penularan terjadi sangat cepat.

Sebuah penelitian memprediksi bahwa omicron siluman lebih menular 33 persen lebih cepat dibanding varian sebelumnya.

Advertisement

2. Virus Omicron siluman BA. 2 tahan terhadap antibodi

Tim peneliti menilai bahwa subvarian BA. 2 mampu menembus antibodi seseorang yang telah divaksinasi covid-19. Virus Omicron siluman ini juga tahan terhadap antibodi seseorang yang pernah terinfeksi virus Corona.

3. Antibodi monoklonal masih dinilai efektif dalam perawatan Omicron Siluman

Tingginya mutasi pada protein lonjakan Omicron Siluman ini disebabkan oleh respons antibodi penetralisir yang lebih rendah terhadap subvarian BA. 1 dan BA. 2. Dalam perawatan omicron siluman, antibodi monoklonal dinilai efektif melawan varian SARS-CoV-2 ini, salah satunya sotrovimab. Aktivitas penetralan sotrovimab teradap varian BA. 2 menunjukkan sebuah penurunan yang signifikan.

Advertisement

Saat ini, antibodi resmi yang masih mempertahankan aktivitas terhadap varian BA. 1 dan BA. 2 adalah antibodi AstraZeneca Evusheld dan antibodi Eli Lily Bebtelovimab.

4. Omicron Siluman BA. 2 dapat menghindari kekebalan

Berdasar hasil studi Denmark, individu yang sudah divaksin akan jauh lebih rentan dibanding dengan individu yang belum divaksin. Hal ini dikarenakan subvarian BA. 2 memiliki kemampuan menghindar dari perlindungan kekebalan yang ditawarkan oleh vaksin.

BA. 2 mempunyai sifat penghindaran kekebalan yang mengurangi efek perlindungan vaksinasi terhadap infeksi, jelas Dr. Frederik Plesner Lyngse.

Fredik juga menegaskan bahwa semua individu akan lebih rentan terhadap penularan BA. 2 dibanding BA. 1 baik yang sudah atau yang belum divaksin.

5. Meskipun hasil eksperimen pada hamster menunjukkan bahwa subvarian BA. 2 adalah parah, tetapi nyatanya omicron siluman tidak lebih parah

Eksperimen yang dilakukan oleh peneliti di University of Tokyo menyebutkan bahwa Omicron Siluman dinilai lebih parah dibanding Omicron asli. Namun sejauh ini, berdasarkan data tingkat keparahan penyakit pada manusia menunjukkan bahwa subvarian BA. 2 tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah dari BA. 1.

Hal ini didukung oleh sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Afrika Selatan. Mereka mengevaluasi risiko rawaat inap karena infeksi BA. 1 dan BA. 2 periode antara 5 Desember 2021 hingga 29 Januari 2022. Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa jumlah proporsi antara individu yang terpapar infeksi BA. 1 dan BA. 2 yang memerlukan rawat inap adalah sama.

Ketidakmampuan model hewan untuk merekapitulasi semua aspek covid-19 pada tubuh manusia menjadi penyebab adanya perbedaan hasil penelitian antara data klinis dengan studi laboratorium.

Omicron ‘siluman’ vs Omicron ‘asli’ mana yang lebih parah?

Mengutip dari Kompas, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan peringatan bahwa subvarian BA. 2 atau dikenal dengan istilah omicron siluman berpotensi menyebabkan penyakit parah. Hal ini didukung oleh hasil penelitian dari University of Tokyo, Jepang dimana para peneliti menginfeksi hamster yang tidak memiliki kekebalan terhadap virus dengan subvarian BA. 2 dan BA. 1.

Hasil penelitian tersebut menyebutkan bahwa hamster yang terinfeksi BA. 2 mengalami penyakit yang parah dimana fungsi paru-paru mereka memburuk. Sehingga para peneliti menggarisbawahi bahwa terdapat kemungkinan varian omicron siluman ini dapat menimbulkan penyakit serius.

Meskipun demikian, seluruh peneliti dunia terus bekerja dan mempelajari varian Omicron Siluman ini. Pun kita sebagai individu juga harus tetap berhati-hati ya, SoHip. Jangan sampai kendor untuk terus menerapkan protokol kesehatan!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE