Artikel kali ini, mungkin akan rada sulit diterima akal sehat manusia biasa. Meski begitu, agaknya kita perlu sepakat dulu untuk berusaha terbuka dengan segala informasi yang ada. Belum lama ini, sempat beredar sebuah pengakuan mengejutkan di media sosial tentang fetish seseorang yang super duper aneh. Sebelumnya, mungkin masih ada yang belum tahu apa itu fetish:

Dikutip dari Kamus Oxford, fetish sebenarnya adalah suatu bentuk hasrat seksual dimana tingkat kepuasan seseorang –penderitanya– akan tercapai jika dikaitkan dengan suatu objek yang abnormal –bisa pakaian, anggota tubuh, atau lainnya.

Tapi anehnya, pengakuan korban fetish yang sempat viral di medsos karena diunggah di forum tanya jawab Quora ini, sama sekali nggak melibatkan permintaan seksual. Cewek ini nggak diminta buka baju, mengirim foto seksi, atau apapun. Dia cuma diminta menganggap cowok ber-fetish itu sebagai budaknya, pemujanya, dan bank pribadinya! Ternyata dalam bahasa asing, fetish ini disebut “financial domination” atau disingkat findom.

Seorang cewek bercerita kalau ia jadi objek fetish cowok pengidap findom. Uniknya, mereka bahkan nggak saling kenal sebelumnya

Isi chat Dila dan si A via id.quora.com

Awalnya, cewek bernama Faradila ini di-follow akun stranger di Instagram –sebut saja A. Nggak cuma di-follow, Dila juga di-chat via DM. Setahunan nggak ia gubris, sampai suatu ketika, A ini bilang kalau dia ingin membelikan Dila skincare yang kebetulan lagi dipengin. Merasa butuh, Dila pun akhirnya membalas. Singkat cerita, dari yang cuma dibelikan alas bedak, Dila jadi sering dibelikan barang-barang lain. Ketika ditanya kenapa melakukan itu, si A bilang kalau dia suka memuja Dila!

“Dia memohon untuk saya panggil budak, dia memohon untuk saya manfaatkan, dia tidak pernah berani kurang ajar kepada saya, dia tidak pernah meminta foto saya. Jangankan foto, melihat kaki saya saja dia akan gemetaran, dia suka membayangkan sebagai tanah yang saya injak, sebagai kurir yang membawa barang saya ketika saya berbelanja dengan Tuan (pacar saya)…”

Awalnya Dila begitu menikmati simbiosis mutualisme ini, kalau dipikir-pikir memang nggak ada yang dirugikan. A puas, Dila pun senang. Tapi lama-lama Dila ingin mengakhiri hubungan nggak beres itu. Jika kamu tertarik membaca ceritanya lebih detil, bisa ke sini.

Konsep fetish findom ini adalah “memuja setinggi-tingginya, direndahkan serendah-rendahnya“. Semakin rendah, semakin adrenalin dan hasratnya memuncak

Semakin rendah semakin puas via twitter.com

Apapun yang membuat si pengidapnya menjadi “rendah”, akan dianggap memuaskan, termasuk menggelontorkan dana jutaan cuma buat membahagiakan pujaannya. Kalau mau lebay, bahkan mungkin ia rela jadi toilet si pujaannya, rela menjilat tanah bekas sepatu pujaannya, rela membersihkan ruangan pribadi pujaannya, dan hal-hal semacamnya. Dalam findom, si cewek harus jauh lebih dominan dibanding cowok.

Pengalaman lain sebagai korban findom, diungkapkan seorang wanita lewat situs Huck. Ia bahkan dipanggil “Boss” oleh cowok yang menghubunginya. Di awal perkenalan, ia bahkan sudah menerima sekitar 700 ribu rupiah dari “budak”nya. Si cowok merasa nggak ada yang sia-sia dari tindakannya, karena menurutnya sama saja dia membeli waktu dan perhatian si cewek demi pemuasan fantasinya.

Ternyata fetish ini nggak langka-langka banget lo. Di luar negeri sampai ada cewek-cewek yang sengaja mengiklankan dirinya sebagai dominatrix (disingkat domme) –atau orang yang jadi “Tuan”nya si pengidap fetish

Salah satu domme sukses, sampai bisa beli mobil mewah via dir.md

Dikutip dari The Washington Post, cewek bernama Harley, bahkan sudah jadi domme profesional. Ia mengiklankan dirinya via internet, dan berhubungan dengan “klien-klien”nya juga via internet. Dia menerima banyak uang dan hadiah hanya dengan duduk manis di depan laptop. Kadang video call juga dengan kliennya, tapi sama sekali nggak diminta sex video call. Cuma ngobrol, dan sesekali ia minta kliennya membungkuk memberi tanda hormat.

Findom memang jarang banget melibatkan kontak fisik. Seperti dilansir dari Revolvy, kebanyakan hubungan antara domme dan kliennya ini sebatas lewat internet aja. Makanya banyak cewek merasa hubungan tersebut biasa aja, malah justru menguntungkan. Beda ya sama sugar daddy-sugar baby, dimana si sugar baby harus siap disuruh melayani sugar daddy kalau mau duit mengalir terus.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya