Mengulik Gaji di Karawang dan Segala ‘Mitos’ Seputarnya. Mana Aja yang Benar, ya?

Bicara tentang gaji memang selalu renyah dan gurih, seperti gaji karyawan kantoran SCBD dan buruh pabrik Cikarang. Beberapa waktu lalu, gaji pekerja di dua kawasan tersebut menjadi topik utama perdebatan di dunia maya sampai akhirnya membelah suara menjadi dua tim. Pertama, tim yang menganggap karyawan SCBD unggul dari segi gaji sampai gaya hidup. Sementara itu, tim kedua menilai karyawan SCBD masih kalah telak dari buruh pabrik Cikarang.

Banyak orang fokus pada pekerja di dua kawasan itu sampai lupa bahwa masih ada pekerja di kawasan lain yang selama ini juga menjadi idaman. Apakah SoHip bisa menebak kawasan ini? Ya, betul sekali. Terkenal sebagai salah satu kawasan dengan UMR tertinggi di Indonesia, menjadi pekerja Karawang adalah incaran yang katanya menjanjikan.

Bila dibandingkan dengan karyawan kantoran SCBD, pendapatan buruh pabrik Karawang dianggap lebih sejahtera. Meskipun gaji dan gaya hidup nggak jauh beda, pekerja Karawang juga disebut-sebut lebih tinggi ketimbang pekerja Cikarang. Benarkah anggapan ini?

Nah, Skuat by Hipwee mencoba mengumpulkan fakta tentang pekerja Karawang untuk mengetahui kebenarannya. Simak ulasannya, yuk, SoHip!

Apa saja sih yang dibayangkan banyak orang tentang pekerja Karawang?

Berawal dari iseng menulis kata kunci “kerja di Karawang”, “bekerja di Karawang”, dan “gaji karawang” di Twitter, anggapan banyak orang tentang kawasan ini dapat terlihat secara garis besar. Banyak orang ternyata punya bayangan hidup yang ideal, yakni mendapatkan gaji Karawang, tapi hidup di kota lain yang identik dengan biaya hidup murah.

Keinginan ini wajar, apalagi mengingat UMR Karawang memang bukan main-main jumlahnya. Sebagai UMR tertinggi se-Indonesia, kamu bisa mengantongi gaji minimal Rp4,7 juta per bulan. Dalam sebuah cuitan, seorang warganet yang bekerja di industri kimia mengaku, gaji fresh graduate sudah bisa mencapai Rp5,3 juta. Kalau kamu mau bekerja shift, total gajimu per bulan adalah Rp5,6 juta. Angka yang fantastis, ya~

Kalau patokan UMR, siapa sih yang nggak ingin kerja di Karawang? Karena alasan nominal gaji pula, banyak orang rela merantau ke Karawang meski dengan modal minim atau nggak jarang cuma berbekal tekad kuat.

Selain itu, berhembus kabar bahwa nuansa kerja dan gaya hidup di Karawang nggak jauh berbeda dengan kawasan Cikarang. Selama ini, kawasan Cikarang disebut menawarkan biaya hidup yang lebih murah ketimbang ibu kota dan lingkungan kerja lumayan sehat. Apalagi, dengan banyaknya pekerja yang bernaung di bawah serikat buruh.

Semua anggapan manis tersebut hampir diamini sebagian besar orang. Namun, apakah benar anggapan tersebut semanis kenyataan?

Menilik realitas pekerja Karawang mulai dari gaji sampai kesempatan kerja. Inilah faktanya…

Tim Dalam Artikel Ini