Gejala yang Sering Dianggap Darah Rendah, Padahal Bisa Jadi Itu Anemia

gejala anemia

Pernah nggak sih kamu mengalami gejala lemas padahal sudah makan? Atau mudah capek padahal kamu nggak habis kerja berat? Atau seharian kepala pusing dan wajahmu terlalu pucat? Mungkin kamu berpikir bahwa tekanan darahmu sedang rendah. Namun, ada kemungkinan yang kamu alami adalah gangguan kesehatan lain, yaitu anemia atau kurang darah. Penting untuk mewaspadai hal ini karena anemia dan hipotensi adalah dua penyakit yang berbeda. Penanganan dan pencegahannya pun juga berbeda.

Apa itu anemia?

Apa itu anemia (foto: rawpixel) via www.freepik.com

Mungkin kamu sudah sering mendengar tentang hipotensi atau darah rendah. Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah pada pembuluh darah arteri kita kecil. Kamu mengalami hipotensi jika tekanan darahmu kurang dari 90/60 mmHg. Hipotensi ini berhubungan dengan kinerja jantung yang nggak bisa memompa darah dengan optimal.

Nah, kalau anemia itu apa sih? Anemia adalah kondisi dimana tubuh kekurangan kadar hemoglobin dalam sel darah merah. Jika pengecekan hipotensi cukup dengan tensimeter, diagnosis anemia memerlukan cek darah dan observasi lebih lanjut. 

Berdasarkan penyebabnya, ada banyak tipe anemia. Karena itu, jika kamu didiagnosa anemia, dokter akan menguji lebih lanjut untuk menemukan penyebab anemia yang kamu alami sehingga penangannya juga tepat. Beberapa penyebab anemia, antara lain: kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi), kekurangan vitamin B12 dan asam folat (B9) (anemia defisiensi B12 dan folat), gangguan pada sumsum tulang belakang (anemia anaplastik), gangguan autoimun (anemia hemolitik), gangguan genetik (thalasemia), serta masih banyak lagi. 

Di antara semuanya, kekurangan zat besi adalah tipe dan penyebab paling umum dari sebagian besar kasus anemia di dunia, termasuk pada remaja.

Kemiripan gejala antara anemia dengan darah rendah

Gejala anemia dan darah rendah yang mirip (foto: cookie_studio) via www.freepik.com

Anemia bisa dialami oleh siapapun. Sayangnya, anemia sering kali nggak segera diketahui karena gejalanya mirip dengan darah rendah. Coba perhatikan lagi gejala yang kamu rasakan. Beberapa gejala di bawah ini yang mungkin sering kamu pikir sebagai gejala darah rendah, padahal bisa jadi kamu sedang mengalami anemia.

Tubuhmu merasakan 5L: Lemah, letih, lesu, lemas, dan lalai

Gejala anemia yang paling umum adalah 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lemas, dan lalai. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kadar zat besi membuatu tubuhmu kesulitan memproduksi hemoglobin. Padahal hemoglobin ini tugasnya mengikat molekul oksigen di dalam sel darah merah, lalu mengedarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Jika kekurangan oksigen, otomatis otot dan jaringan tubuhmu akan kekurangan energi. Nggak cuma itu, tubuhmu bakal bekerja ekstra berat untuk menghasilkan energi yang kamu butuhkan. Nggak heran, kalau kamu merasa lemah, letih, lesu, lemas, dan lalai. 

By the way, tahukah kamu beda dari kelima gejala tersebut? 

  • Lelah (tired) adalah kondisi di mana kemampuanmu untuk melakukan sesuatu menurun. Contohnya saat kamu sudah belajar selama 4 jam tanpa henti, lama-lama kemampuanmu untuk mencerna materi berkurang karena kamu sudah lelah
  • Letih (fatique) adalah kelelahan ekstrem yang membuatmu merasa nggak punya tenaga lagi untuk melakukan sesuatu
  • Lesu adalah kondisi di mana kamu hilang semangat untuk melakukan sesuatu
  • Lemas (weak) adalah kondisi di mana kamu kehilangan kekuatan tubuh, sehingga kamu kesulitan menggerakkannya. Saat gejala ini terjadi, kamu juga bisa gemetaran ataupun kedutan di area yang lemas
  • Lalai (slothful/dilatory) adalah rasa malas untuk beraktivitas

Pusing yang nggak hilang-hilang

Gejala kedua anemia yang mirip dengan hipotensi adalah pusing dan mata berkunang-kunang. Masih belum benar-benar jelas keterkaitan antara kurangnya zat besi dengan pusing dan mata berkunang-kunang, tetapi, diduga karena kurangnya zat besi membuat kadar oksigen di otak juga berkurang.

Waspadai anemia jika gejala-gejala di bawah ini kamu alami juga

gejala anemia lainnya (foto: MikeSaran) via www.istockphoto.com

Gejala di atas memang cukup umum dan bisa juga pertanda gangguan kesehatan lain. Namun, kamu harus mewaspadai anemia jika kamu mengalami beberapa gejala di bawah ini juga:

  • Sesak napas
  • Tangan dan kaki dingin
  • Detak jantung tidak normal
  • Napas pendek dan cepat
  • Nyeri dada
  • Keinginan untuk mengunyah sesuatu yang bukan makanan, misalnya es batu
  • Kaki gelisah (kaki selalu bergerak-gerak saat duduk dan berbaring)

Remaja putri yang telah mengalami menstruasi rentan mengalami anemia

remaja putri lebih berisiko (foto: globalmoment) via www.istockphoto.com

Anemia memang bisa dialami oleh siapa saja. Namun, orang-orang dengan kondisi tertentu lebih berisiko mengalaminya: misalnya malnutrisi, menderita penyakit kronik, kecacingan, dan faktor genetik (thalasemia). 

Selain orang dengan faktor-faktor di atas, remaja putri juga berisiko tinggi mengalami anemia. Hal ini dikarenakan remaja secara global, khususnya remaja putri, rentan mengalami malnutrisi karena asupan gizi yang tidak seimbang. Selain itu, remaja putri yang sudah  menstruasi pertama (menarche), juga akan kehilangan banyak darah selama menstruasi. Jadi, risiko mengalami anemia karena kurangnya zat besi juga meningkat. Karena itu, yuk, mulai lebih peduli pada dirimu sendiri. Cegah anemia dengan memenuhi asupan gizi seimbang, hidup bersih, dan jangan lupa minum suplemen Tablet Tambah Darah atau TTD seminggu sekali untuk menjaga kadar zat besi dalam darah. 

Kamu nggak harus menunggu hasil laboratorium dulu kok untuk minum TTD ini. Soalnya pada anemia tahap awal, biasanya zat besi dalam tubuh sudah turun meskipun belum muncul gejala. Anemia itu harus dicegah, jadi, jangan tunggu muncul gejala dulu, ya. TTD aman untuk kamu konsumsi rutin seminggu sekali. Jangan takut overdosis zat besi, karena kelebihan zat besi dalam tubuh akan dikeluarkan secara otomatis melalui feses. 

Kamu juga bisa cari tahu lebih lanjut tentang gizi seimbang dan anemia pada remaja dengan mengikuti Kursus Gizi dan Anemia Remaja secara online bersama pakar dari Nutrition International. Dengan mengikuti kursus ini, kamu akan lebih paham tentang kebutuhan nutrisi dirimu dan tentunya bagaimana mencegah anemia. Gratis kok!

Itulah beberapa informasi tentang Anemia yang sering disalahpahami sebagai darah rendah. Anemia dan darah rendah itu berbeda. Kenali apabila terjadi gejala-gejala anemia dan lakukan pencegahan terhadapnya sejak dini demi kesehatanmu di masa depan nanti. Yuk, sehat sama-sama!

Ditinjau oleh: dr. Haryo Dimasto Kristiyanto

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.