Gelar Pemotretan Telanjang Massal di Berbagai Negara, Karya Fotografer Ini Jadi Buah Bibir Dunia

Pemotretan telanjang massal oleh fotografer asal New York

Dunia seni kadang memang sulit untuk dimengerti orang biasa. Banyak karya seniman yang sekilas terlihat biasa aja, ternyata menyimpan makna begitu dalam, bahkan sampai dijual miliaran. Cuma ya idenya itu yang bikin mahal, malah kadang tak ternilai lagi harganya. Biasanya setiap seniman punya karakteristik tertentu. Ada yang realis, surealis, abstrak, dan tentu saja banyak diantaranya yang kontroversial serta menentang norma.

Salah satunya adalah Spencer Tunick. Fotografer asal New York yang dikenal dengan proyek fotonya yang sangat kontroversial. Pasalnya, objek pemotretannya adalah kerumunan orang telanjang. Sejak bertahun-tahun lalu, ia sudah memotret ribuan orang telanjang dari berbagai negara dunia. Dilansir dari CNN , Tunick rencananya akan melakukannya lagi di Melbourne, Australia bulan depan. Proyek ini awalnya sempat ditolak dan menimbulkan kontroversi. Apa sih makna dan latar belakang proyek foto yang terbilang sangat vulgar ini? Kenapa juga ribuan orang ini bersuka rela berpose telanjang untuk Tunick? Jangan ngeres dulu, yuk simak dulu ulasan Hipwee News & Feature ini!

1. Tunick dikenal dengan karya fotonya yang terbilang berani. Ia selalu mengumpulkan ratusan orang telanjang di suatu tempat untuk difoto secara massal

Gelar Pemotretan Telanjang Massal di Berbagai Negara, Karya Fotografer Ini Jadi Buah Bibir Dunia

Ribuan orang ikut serta dalam pemotretan massal di Poolbeg, Dublin via www.independent.ie

Foto-foto Tunick identik dengan objek telanjang yang diarahkan untuk serempak melakukan pose tertentu. Ada yang cuma berdiri, berbaring, merangkak, bahkan ada yang diminta mewarnai tubuhnya hingga membentuk barisan warna nan cantik. Tapi meski berfoto telanjang, Tunick hampir selalu menyensor bagian-bagian tubuh intim dari objek fotonya, apalagi jika pengambilan fotonya dari jarak dekat.

2. Tunick sudah melakukan pemotretan di berbagai belahan dunia. Beberapa di antaranya Eropa, Amerika, dan Australia

Gelar Pemotretan Telanjang Massal di Berbagai Negara, Karya Fotografer Ini Jadi Buah Bibir Dunia

Pemotretan yang dilakukan 2007 lalu di Zocalo Plaza, Mexico City via www.bbc.com

Kalau dilihat dari Instagramnya, sudah banyak sekali tempat di penjuru dunia yang pernah jadi lokasi pemotretan fenomenal Tunick, mulai dari Venezuela, Chili, Kolombia, Palermo di Itali, hingga pegunungan Alpen yang dinginnya minta ampun. Mereka yang ada di foto-foto Tunick kebanyakan melakukannya secara sukarela. Malah seringkali jumlah pendaftar melebihi jumlah yang benar-benar dipilih Tunick jadi objeknya.

3. Dalam waktu dekat, Tunick akan kembali melakukan pemotretan di sebuah lapangan parkir di Melbourne, Australia. Padahal sempat ada drama terkait perizinan lho

Gelar Pemotretan Telanjang Massal di Berbagai Negara, Karya Fotografer Ini Jadi Buah Bibir Dunia

Kalau ini di laut mati, 2011 via news.artnet.com

Tanggal 9 Juli mendatang, kabarnya Tunick akan melakukan pemotretan serupa di pelataran parkir atas sebuah toko yang termasuk jaringan supermarket Woolworths. Awalnya, Tunick tidak memperoleh izin dari pemilik toko dengan alasan takut mengganggu aktivitas jual beli di sana. Tapi setelah melalui drama pelik, akhirnya Tunick diperbolehkan menggelar pemotretan akbar tersebut selama 1 jam, seperti dilansir BBC .

Pemotretan orang-orang telanjang itu merupakan bagian dari Chapel Street Provocare, sebuah festival seni yang digelar di Melbourne, tanggal 5-15 Juli 2018. Berbagai karya seni akan dipertunjukkan di sana, salah satunya milik Tunick yang berjudul “Return of the Nude” itu.

4. Tunick jelas bukan tanpa alasan melakukan pemotretan-pemotretan tersebut. Intinya sih untuk merepresentasikan kebebasan

Gelar Pemotretan Telanjang Massal di Berbagai Negara, Karya Fotografer Ini Jadi Buah Bibir Dunia

Di pelataran Opera House, Sydney via edition.cnn.com

Tunick sama sekali tidak berusaha menggambarkan pornografi dalam foto-fotonya, justru ia berusaha menjelaskan bahwa setiap manusia punya kebebasan dan keterbukaan. Itulah kenapa ia membuka peluang bagi siapapun yang ingin berpartisipasi dalam karyanya, tidak peduli gender, ras, usia, bentuk tubuh, atau yang lain. Untuk foto-fotonya yang diambil di pegunungan Alpen 2007 silam, selain soal kebebasan, Tunick juga ingin membuat kampanye soal pemanasan global. Sedangkan yang di Opera House, Sydney, menunjukkan kalau kecantikan dan kebebasan bukanlah kriminal atau kekerasan.

Kabarnya saat ini sudah ada sekitar 11.000 orang yang mendaftar untuk pemotretan Tunick selanjutnya. Dilansir BBC , Tunick hanya akan memilih 500 orang saja. Wah bagaimana hasilnya? Kita tunggu saja!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.