Gubernur Kalteng Lempar Botol Saat Pertandingan Kalteng Putra vs Persib. Kok Kasih Contoh Buruk Pak?

Gubernur Kalteng Lempar Botol

Pertandingan sepakbola liga Indonesia memang sering sekali bermasalah dengan suporternya. Tak jarang suporter bertindak anarkis mulai dari lempar botol, mencaci maki, bahkan nyawa pun tak jarang melayang. Terakhir, suporter Persebaya dihukum tidak boleh menonton pertandingan di stadion karena mereka melakukan bakar-bakar di dalam stadion saat kalah dari PSS Sleman pekan lalu.

Advertisement

Perilaku suporter memang sudah mendarah daging dan bahkan sudah bisa dimaklumi saking seringnya, meskipun sama sekali tidak bisa dibenarkan. Publik tampak sudah capek dengan suporter yang suka rusuh. Namun bagaimana jadinya kalau yang kasih contoh buruk adalah sosok Gubernur? Hal ini baru saja terjadi di Kalimantan Tengah kemarin malam.

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugiarto Sabran bertindak tidak terpuji dengan melempar botol ke lapangan pertandingan. Di lapangan sedang berlangsung pertandingan antara Kalteng Putra vs Persib Bandung

Peristiwa memalukan terjadi di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Jumat (1/11) malam. Saat itu sedang berlangsung laga Liga 1 putaran kedua Kalteng Putra versus Persib Bandung. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, yang duduk di bangku VVIP bertindak tidak terpuji dengan melakukan pelemparan botol ke arah lapangan. Ia tak puas dengan kepemimpinan wasit yang memimpin pertandingan. Sugianto kecewa karena Wanggai dikartumerah oleh wasit.

Advertisement

Tindakan bodoh itu kemudian menyulut perilaku serupa dari penonton. Kapolres yang mengingatkan pun justru ia marahi

gubernur kalteng lempar botol via jateng.tribunnews.com

“Mungkin pas Gubernur emosional sama wasit tiba-tiba dia melempar botol ke lapangan. Begitu dia lempar botol ke lapangan, akhirnya para penonton lemparin botol. Melihat situasi itu, Gubernur masih melempar, saya tegur untuk tidak lakukan pelemparan,” ucap Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul Siregar.

Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul Siregar yang mencoba menegur Gubernur Kalteng namun tak berhasil. Penonton ikut melempari botol ke arah lapangan. Bukannya mendengar masukan, Sugianto justru turun dari tribun lalu marah-marah kepada Kapolres Timbul. Ia tidak terima ketika ditegur oleh Kapolres. Apa yang ia lakukan sungguh jadi contoh buruk bagi masyarakat. Pemimpin yang harusnya mengayomi dan menjadi contoh yang baik justru memicu keributan di pertandingan sepak bola. Hanya di pertandingan sepakbola lho. Publik harus mencatat peristiwa ini.

Timbul juga menyampaikan jika Gubernur Kalteng sudah meminta maaf selesai pertandingan. Meski begitu, Gubernur Kalteng sudah memberi contoh buruk yang sepatutnya tidak ia lakukan sebagai kepala daerah. Jika pemimpinnya begitu, apa yang bisa diharapkan dari suporternya?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

Editor

Traveler Baper, Penghulu Kaum Jomblo

CLOSE