Gunung Anak Krakatau Erupsi, Ciptakan Kolom Abu 200 Meter & Dikaitkan Sama Suara Dentuman Aneh

Gunung Anak Krakatau erupsi

Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Lampung baru saja dikabarkan mengalami erupsi. Peristiwa itu terjadi di tengah masa isolasi massal yang sedang kita semua lalui saat ini. Rasanya belum reda kekhawatiran soal pandemi yang masih berlangsung dan belum jelas kapan berakhirnya ini, tapi kita sudah disuguhkan berita lain yang tak kalah bikin ketar-ketir. Apalagi tahun 2018 lalu, Gunung Anak Krakatau sudah pernah erupsi sampai menyebabkan tsunami. Erupsi 2 tahun lalu juga sukses menimbulkan perubahan di tubuh gunung berapi tersebut.

Tadi malam, Jumat 10 April 2020 sekitar pukul 10, Anak Krakatau kembali meletus. Kabar ini disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun Twitternya

Advertisement

Gunung Anak Krakatau meletus pada Jumat malam. Menurut BNPB, letusannya kemarin memicu munculnya kolom abu yang tingginya mencapai 200 meter dari atas puncaknya, atau sekitar 357 meter dari permukaan laut. Namun ternyata angka itu diralat lewat sebuah press release resmi yang diunggah di Facebook BNPB. Laporannya, tinggi kolom mencapai 500 meter dari atas puncak, atau 657 meter dari permukaan laut. Dari pantauan, letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi.

Advertisement

Peristiwa itu membuat gunung tersebut berada pada status waspada. Kalau suatu gunung berada di level itu, biasanya pihak terkait akan merekomendasikan masyarakat atau wisatawan untuk nggak mendekat dalam radius 2 km dari kawah. Warga yang tinggal di wilayah pesisir Kalianda, Lampung Selatan, sudah diminta untuk mengungsi ke lokasi lebih tinggi.

Seorang warga mengatakan kalau letusan terjadi dua kali, pertama sekitar pukul 22.00, dan kedua pukul 23.00

Letusan dilaporkan terjadi dua kali via www.facebook.com

Rahmat, warga Pulau Sebesi yang terletak 19 kilometer dari Gunung Anak Krakatau, merasakan adanya dua kali letusan pada Jumat malam. Yang pertama pukul 22.00 dan kedua pukul 23.00. Waktu itu katanya ia mendengar seperti dentuman keras hingga membuat tanah di rumahnya bergetar. Bersamaan dengan letusan itu, muncul juga abu tebal. Sampai pukul 03.00 dini hari, letusan-letusan kecil masih terus terdengar.

Beberapa warganet di Twitter BNPB ada yang melapor kalau mereka mendengar dentuman aneh dari Tangerang hingga Bogor. Suara itu seperti berasal dari bawah tanah dan bikin pintu-pintu rumah bergetar

Advertisement

Sejumlah akun seperti @ptrrene, membalas cuitan BNPB soal erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia melapor kalau mendengar suara dentuman aneh di Tangerang. Ada juga warganet lain yang mengakui hal yang sama di Jakarta, Bogor, dan Depok. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) mengatakan kalau dentuman itu nggak ada hubungannya sama erupsi Anak Krakatau. Kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan, letusan kemarin dikategorikan miskin gas, dan lebih bersifat aliran.

Walau mungkin cenderung relatif aman, namun erupsi gunung berapi seperti di atas sebaiknya nggak kita remehkan. Karena nggak ada yang bisa benar-benar memastikan kondisi gunung api aktif macam Anak Krakatau selanjutnya. Barangkali peristiwa di atas bisa dijadikan renungan untuk kita semua, mungkin ini jadi cara lain alam mengingatkan umat manusia bahwasannya kita memang hanya tamu di bumi ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE