Mengulik Kemungkinan Manusia Hibernasi Layaknya Beruang Kutub. Impian Sobat Mager nih~

Hibernasi pada manusia

Sebagai makhluk dengan akal dan pikiran, manusia punya banyak pertanyaan yang sebagian akan tetap jadi misteri kehidupan, dan sebagian lagi sudah coba diajukan filsafat dan dijawab ilmu pengetahuan. Termasuk pertanyaan yang mungkin sering sobat mager pertanyakan, yaitu apakah kita bisa istirahat alias tidur dalam waktu lama layaknya beruang melakukan hibernasi sepanjang musim dingin.

Advertisement

Kemampuan unik beruang bisa istirahat sepanjang musim menghemat energi sekaligus menghemat makanan, memang menggiurkan. Tapi sebenarnya kemampuan tersebut bukan saja dimiliki beruang, namun juga oleh beberapa hewan lain. Kondisi ini disebut ‘torpor’ yaitu kondisi di mana mereka tidur dan mengalami penurunan fungsi tubuh, kemudian menggunakan cadangan lemak dalam tubuh sebagai sumber energi. Pertanyaannya, bisakah manusia melakukan hal yang sama?

Hibernasi adalah kondisi torpor dalam durasi panjang untuk memerangi musim dingin atau menghindari predator

Panda sedang tidur via unsplash.com

Secara sederhana, kondisi torpor terjadi untuk mengisi kekosongan selama masa-masa tertentu. Bagi hewan, misalnya untuk nggak keluar saat makanan sedang langka, saat musim dingin atau menghindari predator. Makanya sebelum memasuki kondisi torpor, hewan akan makan sebanyak mungkin sebagai cadangan. Secara teknis, hal ini mengacu pada kondisi di mana terjadi penurunan metabolisme tubuh atau perlambatan reaksi kimia dalam tubuh untuk membuat mereka tetap hidup. Detak jantung, pernapasan, dan konsumsi energi akan menurun cepat pada kondisi torpor, begitu juga suhu tubuh. Sebagai contoh, jika biasanya seekor lemur kerdil bernapas setiap detik, pada kondisi torpor ia bisa bertahan 10 menit tanpa mengambil napas.

Waktu dan durasi berada dalam kondisi torpor bagi tiap hewan bisa berbeda-beda. Mulai dari beberapa jam perhari seperti tikus atau burung kolibri, hingga bermusim seperti landak atau beruang. Nah, kondisi torpor dalam jangka waktu lama ini lah yang kita kenal dengan sebutan hibernasi. Hewan seperti beruang akan melakukan hibernasi setiap tahunnya meskipun kondisi dunia luar sedang stabil. Ini disebut hibernator wajib.

Advertisement

Hibernasi pada manusia bisa diupayakan tapi bukan untuk memerangi musim dingin

Astronot tidur. (Photo by NASA/ Barcroft Media / Getty Images) via time.com

Sementara untuk manusia, meski masih jadi pertanyaan terbuka, para ahli dan peneliti mengatakan hal serupa mungkin dilakukan. Bukan dalam tujuan menghindari musim dingin atau predator seperti dilakukan para hewan, tapi mengingat perkembangan teknologi sudah bisa membawa manusia menjelajah ruang angkasa. Profesor Rekanan Neurosains Universitas Oxford, Vladyslav Vyazovskiy di laman The Conversation bilang untuk melakukan perjalanan ke Mars saja, planet paling dekat dengan Bumi, manusia butuh waktu sekitar delapan bulan. Sedang untuk menjelajah bintang lain, butuh waktu bertahun-tahun meski dengan kecepatan cahaya.

Selain itu ahli anestesi yang bekerja untuk NASA, Rob Heenning seperti dikutip dari BBC, mengatakan dalam perjalanan luar angkasa, astronot harus berolahraga enam jam per hari agar nggak kehilangan massa otot. Sementara makhluk yang berhibernasi selama enam bulan nggak akan kehilangan massa otot atau osteoporosis tanpa olahraga. Atas dasar ini lah para ahli mengatakan kondisi torpor mungkin diupayakan pada manusia, agar perjalan jarak jauh nggak melelahkan astronot dan mereka bisa menghemat sumber daya, serta membawa manfaat pada dunia medis.

Torpor pada manusia dalam praktik klinis sudah bisa dilakukan

Advertisement

Ilustrasi operasi via unsplash.com

Vladyslav melanjutkan, dalam praktik klinis torpor atau menurunkan suhu tubuh dan mengontrol metabolisme tubuh manusia bisa dilakukan. Misalnya saat operasi jantung, dan setelah seorang pasien mengalami stroke untuk melindungi jaringan dari kerusakan ketika aliran darah berkurang. Ia menjelaskan proses tersebut sangat mirip dengan torpor pada hewan, termasuk penurunan aktivitas pernapasan, detak jantung dan metabolisme.

Yang berbeda hanyalah hewan bisa dan tahu cara memasuki torpor dengan spontan dan aman, sementara manusia membutuhkan bantuan terlebih dahulu dari obat-obatan. Selain itu kesulitan lain dalam meniru torpor atau bahkan hibernasi adalah para ahli belum memahami bagaimana hewan memulai dan mempertahankan proses tersebut.

Hibernasi bukan tidur, melainkan menurunkan fungsi dan metabolisme tubuh

Beruang kutub via www.pexels.com

Walau kita cenderung mengira hibernasi itu adalah tidur yang panjang, menurut ilmuwan kondisi tersebut malah menciptakan kondisi kurang tidur. Saat hibernasi, hewan memelihara dan menyimpan energi yang mereka miliki dengan cara menurunkan fungsi dan metabolisme tubuh, bukan sama sekali tidur. Dan dalam kondisi tersebut, saat fungsi organ dan metabolisme menurun, gelombang otak mereka mirip dengan pola saat kurang tidur.

Dalam periode torpor atau hibernasi hewan juga akan mengalami masa sadar. Yakni kondisi di mana fungsi organ dan metabolisme berjalan normal. Masa sadar ini lah yang seringkali mereka manfaatkan untuk tidur, menutup kekurangan tidurnya selama kondisi torpor agar nggak merusak otak. Karena pada kondisi tersebut persediaan darah dan nutrisi berkurang, dan otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen.

Hibernasi bisa berpengaruh kepada daya ingat

Hibernasi bisa bikin lupa via www.pexels.com

Bukti hibernasi bisa sangat berpengaruh pada otak adalah ia mampu mengurangi dan mempengaruhi koneksi sinaptik atau dasar dari ingatan. Berdasarkan riset yang dikutip Vladyslav, kelelawar masih menyimpan ingatan mereka bahkan setelah berbulan-bulan hibernasi. Sementara penelitian Eva Millesi dari Universitas Wina pada 2001 seperti dikutip BBC, mengungkapkan bajing tanah yang telah ia latih lupa dengan apa yang mereka pelajari setelah berhibernasi.

Hal ini lah yang akan jadi catatan penting, jika hibernasi ingin dilakukan pada manusia. Ilmuwan harus mempelajari bagaimana cara mempertahankan ingatan dalam kondisi torpor yang lama. Bahaya kan, kalau astronot yang hibernasi, ketika tiba di luar angkasa dan harus melakukan tugasnya malah hilang ingatan. Nah, kabar baiknya, beberapa penelitian saat ini sedang mencari mekanisme potensial yang bisa memberikan gambaran agar torpor atau hibernasi pada manusia bisa jadi kenyataan. Namun Vladyslav menekankan, untuk memahami sepenuhnya cara melakukan hibernasi yang aman pada manusia, ilmuwan mungkin perlu membedah sirkuit utama otak, dan mengidentifikasi molekul utama yang mengatur tidur.

Wah, sepertinya torpor atau hibernasi bisa membawa banyak manfaat kalau memang bisa dilakukan oleh manusia.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE