Atasi Kecemasan Hadapi New Normal Ala AQUA dengan Terapkan Mindfulness dan Tetap Penuhi Hidrasi Sehat

Hidrasi sehat dan mindfulness AQUA

Meski tanpa pandemi, hidup manusia memang akan selalu dilingkupi kecemasan. Namun di tengah situasi seperti hari ini, frekuensi cemas masing-masing kita agaknya meningkat. Berita-berita yang mewartakan kenyataan pahit, dan bermacam bayangan distopia telah menghasilkan kekhawatiran berkepanjangan dalam diri. Apalagi menjelang new normal ini kita harus ekstra waspada karena vaksin COVID-19 belum ditemukan.

Advertisement

Dalam batas tertentu kecemasan itu perlu. Namun kalau sampai berlebihan dan nggak diatasi dengan bijak, ia bisa membawa persoalan lain. Kecemasan berlebih bisa memengaruhi kesehatan tubuh dan gangguan fungsi kognitif, karena kesehatan mental manusia saling terikat dengan kondisi fisik. Jika salah satu dalam kondisi nggak baik, maka satu lainnya akan terpengaruh. Artinya, kecemasan yang wajar akibat situasi pandemi hari ini bisa jadi lebih buruk kalau kondisi tubuhmu nggak normal. Makanya, langkah sesederhana menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah penting dilakukan biar nggak memperburuk efek kecemasan.

Dehidrasi bisa pengaruhi suasana hati hingga pengaruhi tingkat kecemasan

Dehidrasi pengaruhi mood seseorang (Foto: dok. AQUA) via www.sehataqua.co.id

Menurut penelitian, dehidrasi yang dialami tubuh secara langsung bisa memengaruhi suasana hati seseorang. Padahal suasana hati menjalankan fungsi kognitif yang berperan penting mengatur persepsi, cara berpikir, dan merasakan emosi. Kalau belakangan kamu sering merasa gampang marah dan uring-uringan, bisa jadi itu akumulasi kecemasan yang wajar dan kekurangan cairan tubuh. Nah, biar hal tersebut nggak berlarut jadi bahaya, AQUA mengajak kamu untuk terapkan mindfulness sambil tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Sebagai perusahaan yang percaya pentingnya menyebarkan kebaikan, kami ingin terus mengingatkan masyarakat untuk selalu memenuhi kebutuhan hidrasi sehat harian agar mengurangi risiko dehidrasi yang bisa memengaruhi tingkat kecemasan,” ujar Brand Director Danone-AQUA, Intan Ayu Kartika dalam Webinar Hidrasi Sehat dan Mindfulness untuk Kurangi Kecemasan Hadapi Normal Baru, Kamis (25/6/2020).

Advertisement

Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK dalam webinar Hidrasi Sehat dan Mindfulness untuk Kurangi Kecemasan Hadapi Normal Baru, Kamis (25/6/2020)

Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, mengatakan kehilangan sedikitnya 2% dari jumlah total air dalam tubuh saja sudah cukup untuk kamu merasakan pengaruh kecemasan akibat dehidrasi. Hal ini karena 75% otak manusia terdiri dari air, dan fungsi otak bisa menurun ketika tubuh kekurangan air.

“Akibat dari fungsi kognitif dan mood yang terganggu karena dehidrasi adalah seseorang akan merasa konsentrasinya menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah cemas dan tegang,” ujar dr. Diana.

Oleh karena itu, dr. Diana menekankan pentingnya untuk kita menjaga tubuh terhidrasi dalam masa pandemi ini, dengan memenuhi kebutuhan hidrasi sesuai dengan aktivitas harian. Untuk orang dewasa yang sehat dan aktif, umumnya akan membutuhkan sekitar dua liter air minum setiap harinya. Kamu bisa mengunjungi laman ini untuk menghitung kebutuhan air minum harianmu.

Advertisement

Mengimbangi hidrasi sehat dengan memahami mindfulness bisa bikin hidup lebih tenang

Adjie Santosoputro dalam webinar Hidrasi Sehat dan Mindfulness untuk Kurangi Kecemasan Hadapi Normal Baru, Kamis (25/6/2020)

Selain memastikan tubuh terhidrasi dengan sehat, mengelola pikiran dengan baik juga merupakan langkah penting untuk mengurai rasa cemas. Praktisi Mindfulness dan Emotional Healing, Adjie Santosoputro, mengatakan tubuh dan mental itu merupakan kesatuan yang nggak bisa dipisahkan. Kamu nggak akan bisa berharap tubuh yang bugar tanpa merawat kesehatan mental. Pun sebaliknya. Untuk itu Adjie menyarankan kita agar bisa mengolah jwa setelah memenuhi kebutuhan fisik demi mengatasi kecemasan.

“Ungkapan ‘biar waktu yang menyembuhkan’ yang sering kita dengar itu nggak sepenuhnya bisa diandalkan. Kalau kecemasannya di level yang nggak parah mungkin bisa. Tapi kalau levelnya akut, ‘waktu’ itu nggak akan membantu. Makanya kita harus paham kalau kecemasan itu datangnya dari dalam diri, kemudian menerapkan konsep mindfulness,” terang Adjie.

Kecemasan menurut Adjie bukan muncul dari kondisi di luar diri, melainkan dari dalam. Keinginan diri memastikan segala hal yang nggak pasti adalah yang paling sering menimbulkan kecemasan. Sementara konsep mindfulness sendiri merupakan keadaan pikiran yang berfokus kepada apa yang sedang kamu rasakan saat ini. Mindfulness mirip dengan meditasi, hanya saja kamu nggak perlu melulu duduk diam memejamkan mata dan mengatur napas. Yang perlu kamu lakukan cukup menyadarkan diri akan apa yang sedang kamu hadapi.

“Menjadi mindful akan membantu kita tidak hanya meningkatkan fokus pikiran dan menjaga emosi, tapi juga menciptakan hidup yang lebih bahagia dan tenang,” imbuh Adjie.

Nah, untuk kamu yang masih sering absen minum air putih karena aktivitasnya di rumah saja, coba lah untuk bisa tetap terhidrasi dengan sehat. Langkah sederhana yang dikombinasikan dengan mindfulness ini bukan saja bisa menjaga tubuh, namun juga merawat mental di tengah risiko kecemasan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

colour my life with the chaos of trouble

CLOSE