Kolaborasi ‘Panas’ Ibu dan Anak, Jadi Otak Bisnis Prostitusi Berkedok Kos-kosan di Padang

Ibu anak bisnis prostitusi

Sudah seyogyanya orangtua menjadi panutan bagi anak-anaknya, mendidiknya agar bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik dan teladan, sehingga bisa berguna di masa depan. Namun lain halnya dengan seorang ibu di Padang yang justru “kompak” menjadi otak bisnis prostitusi bersama anak lelakinya. Sang ibu bertindak sebagai germo, yang menjalankan operasionalnya, sedangkan anaknya bertugas mencari wanita untuk dijual ke lelaki hidung belang.

Advertisement

Bagaimana modus ibu dan anak ini dalam menjalankan bisnisnya? Dan bagaimana pula awal mula bisnis haramnya itu terbongkar? Hipwee telah merangkum informasinya untuk kamu.

Di saat pasangan ibu-anak lain kompak kembaran baju atau membuka bisnis makanan, lain halnya dengan ibu-anak di Padang yang justru berkolaborasi jadi otak bisnis prostitusi

H dan D saat diamankan polisi via www.tagar.id

Seorang ibu inisial H usia 54 tahun dan anak lelakinya inisial D usia 30 tahun, kompak menjalani bisnis prostitusi di Padang, tepatnya di kawasan Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Agar tak ketahuan, bisnis haram tersebut berkedok rumah kos-kosan dan menjual makanan. Si ibu berperan sebagai “mami” yang mengendalikan bisnis prostitusi. Sedangkan anaknya bertugas mencari wanita dewasa atau anak di bawah umur untuk dijual ke lelaki hidung belang.

Setiap korban rata-rata dihargai 300 ribu rupiah. Nantinya si pelanggan membayar ke D, lalu D meneruskan uang tersebut ke H. H menggunakan uang hasil bisnisnya tersebut untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan sisanya baru diberikan ke para korban.

Advertisement

Untungnya bisnis ini sudah terendus polisi. Semua bermula dari kecurigaan warga akan aktivitas di dalam kos-kosan tersebut

ILUSTRASI kos-kosan esek-esek via jogja.tribunnews.com

Bisnis prostitusi milik H dan D yang telah berjalan 5 bulan itu akhirnya terbongkar setelah warga setempat merasa curiga dengan aktivitas yang ada di dalamnya. Entahlah, mungkin saking seringnya ada lelaki keluar-masuk atau gimana, yang jelas warga lalu melapor ke pihak berwajib. Setelah melakukan penyelidikan, polisi pun menggerebek lokasi tindak prostitusi itu pada Jumat 10 Januari 2020. Di dalamnya, polisi mengamankan dua pelaku sebagai otak bisnis serta tiga wanita yang ditetapkan sebagai korban dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Salah satu dari tiga wanita itu bahkan masih di bawah umur lo!

Selain mengamankan pelaku dan korban, polisi juga menyita barang bukti lain seperti pil KB, uang tunai 219 ribu, pakaian dalam, dan KTP.

Kejadian ini tentu mengejutkan banyak pihak terutama warga yang tinggal di lokasi kejadian. Soalnya kawasan itu termasuk kawasan padat penduduk. Benar-benar nggak nyangka aja kalau ternyata tetangga sendiri punya bisnis protitusi yang dilakukan di rumahnya. Terlebih bisnis tersebut juga melibatkan anak di bawah umur! Polisi pun mengimbau kepada masyarakat agar tak ragu melapor jika ada aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar rumahnya. Kamu pun begitu, kalau sekiranya ada yang nggak beres di tempat tinggalmu, coba adukan aja ke pihak berwajib. Eh, tapi jangan mengadu tanpa ada bukti sama sekali ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE