Pencurian identitas ternyata tidak hanya bisa dilakukan di ranah maya saja lo. Masih ingat ‘kan kasus yang menimpa Facebook beberapa waktu lalu, ketika kurang lebih 50 juta data penggunanya diretas oleh Cambridge Analytica demi kepentingan perusahaan? Kali ini pencurian identitas dialami warga yang tinggal di sebuah gang sempit di kawasan Jakarta Barat. Namanya dipakai orang buat mendaftarkan mobil mewahnya ke samsat. Akibat peristiwa ini, ia jadi dikejar-kejar orang pajak karena kendaraan yang terdaftar itu diketahui menunggak pajak.

Sedih lo, padahal ‘kan dia tidak tahu apa-apa. Boro-boro mobil mewah, jalan ke rumahnya aja katanya tidak bisa dilalui mobil. Wah, gimana ya informasi selengkapnya? Simak deh rangkuman Hipwee News & Feature kali ini.

Warga yang tinggal di gang sempit jadi sasaran pemilik mobil mewah. Identitasnya dipakai buat mendaftar pajak di samsat

Petugas samsat saat mendatangi Abdul di rumahnya via megapolitan.kompas.com

Advertisement

Seorang pria bernama Abdul Manaf jadi sasaran pencurian identitas yang dilakukan pemilik mobil mewah, dikutip Kompas. Namanya tercatat sebagai pemilik kendaraan jenis Mercedez Bens yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Karena kasus ini, ia jadi didatangi petugas Samsat Jakarta Barat dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta di rumahnya yang terletak di sebuah gang sempit. Selain Adul, istri dan anaknya pun juga tercatat memiliki mobil mewah merek Harrier dan Bentley tipe Continental GT. Bahkan mobil yang Bentley itu kabarnya sudah menunggak pajak sampai Rp100 juta lebih lo!

Abdul kaget karena ia dan keluarganya tidak merasa memiliki kendaraan-kendaraan mewah itu. Ia menduga kalau KTP-nya sudah disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab

Abdul saat ditemui di rumahnya via www.suara.com

“Saya kaget juga dilapor begini. Duit dari mana beli mobil mewah begitu, rumah saja kecil.”

Saat didatangi pihak samsat dan BPRD, Senin 29 Januari kemarin, Abdul mengaku kaget karena ia merasa tidak pernah memiliki mobil-mobil mewah itu. Boro-boro beli mobil, jalan menuju rumahnya saja tidak bisa dilalui mobil. Abdul juga mengaku tidak memiliki lahan parkir di rumahnya. Dugaannya, ada orang yang sengaja menyalahgunakan KTP-nya untuk didaftarkan ke pajak. Soalnya Abdul pernah ditemui orang tak dikenal 2 tahun silam, yang meminta fotokopi identitas KTP-nya dan warga sekitar rumahnya. Dalihnya untuk pembagian sembako gratis. Tapi akhirnya ia malah diberi uang Rp125.000.

Kejadian semacam itu sebenarnya sulit diidentifikasi di awal. Karena menurut pihak Ditlantas, pihaknya tidak berhak menyurvei rumah pemilik kendaraan bermotor saat proses pendaftaran pajak

Tidak mungkin disurvei dulu via otomotif.kompas.com

Advertisement

Kalau merujuk ke aturan yang berlaku, sebenarnya pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) tidak berhak menyurvei rumah pemilik kendaraan bermotor saat proses pendaftaran PKB. Seperti dikutip Kompas, Kepala Subdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji, mengatakan kalau cek lokasi itu tidak diperlukan, apalagi kalau cuma mempertanyakan apakah dia tergolong kaya atau miskin. Yang berhak mendatangi ya pihak samsat, itupun setelah terbukti menunggak pajak.

Kalau setelah didatangi ternyata ia terbukti tidak memiliki kendaraan tersebut, maka samsat akan memblokir pembayaran pajak secara otomatis. Pihak samsat juga akan mencari pemilik asli mobil itu untuk melakukan Bea Balik Nama Nomor Kendaraan Bermotor (BNN-KB).

Di Jakarta, pemakaian identitas palsu seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya dalam dua bulan terakhir. Pemerintah DKI berencana berkolaborasi dengan polisi untuk menindak kasus ini lebih lanjut

Pasutri Aliyah dan Andi, korban pencurian identitas via megapolitan.kompas.com

Ternyata, kasus semacam di atas tidak baru sekali terjadi lo. Dalam dua bulan terakhir di Jakarta, ada juga dua korban lain selain Abdul yang identitasnya tercatat sebagai penunggak pajak mobil mewah. Dikutip Kompas, sebelumnya ada Ilham Firdaus yang tercatat sebagai pemilik mobil Ferrari dengan tunggakan pajak sebesar Rp69 juta. Ilham mengaku KTP-nya sempat hilang. Selain Ilham, ada sepasang suami istri Aliyah dan Andi, yang dilaporkan memiliki mobil Porsche dan Jaguar. Tunggakan pajak yang merek Porsche mencapai Rp28,2 juta! Kalau identitas Aliyah dan Andi ini katanya sih disalahgunakan oleh bos mereka sendiri di tempat kerja.

Sadar akan banyaknya kasus seperti ini, Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin menyatakan bakal bekerjasama dengan Ditlantas untuk menindaklanjutinya. Soal gimana detil solusinya, belum ada informasi lebih jelas. Ya, semoga aja kejadian merugikan ini tidak akan terulang lagi deh…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya