Fenomena lagu Baby Shark sukses menyita perhatian banyak orang di dunia. Bukan cuma anak-anak, tapi juga orang dewasa dari berbagai latar belakang kerap menyanyikannya. Saking populernya, muncul juga #babysharkchallange versi pura-pura nyanyi sambil mengikuti gerakan tariannya. Tapi ngomong-ngomong, kamu tahu nggak ada lagu yang mirip sebelum kemunculan Baby Shark?

Lagu berbahasa Jerman ini diperkenalkan oleh Alexander Muller, seorang musisi asal Jerman yang mengunggah karya musik berjudul Kleiner Hai ke akun YouTube-nya pada 2007. Sama seperti Baby Shark, sejak kemunculannya, Kleiner Hai juga menyita perhatian publik dan disukai banyak orang. Yuk, simak kisah di balik lagu Baby Shark yang fenomenal berikut ini.

Baby Shark populer saat 2015 – yang ketika itu baru diluncurkan oleh PingFong dari Korea Selatan

Advertisement

Baby Shark tak hanya terkenal dengan aransemen, vokal, dan liriknya yang renyah dinyanyikan siapa saja. Tapi juga video klip yang disertai tariannya sangat menghibur dan disukai banyak orang lintas generasi. FYI, Baby Shark dipopulerkan oleh akun PingFong lewat YouTube pada 2015. PingFong ini merupakan anak perusahaan dari SmartStudy asal Korea Selatan. Seperti dikutip dari Kompas, SmartStudy melalui PingFong menyalurkan edukasi via konten animasi kreatif untuk anak-anak yang salah satunya dilakukan lewat Baby Shark. Kemudian, Baby Shark pun dikemas sedemikian rupa, bersama proyek lagu anak-anak lainnya.

Kalau kamu berpikir Baby Shark dibuat asal-asalan, kamu salah. Karena Baby Shark dipersiapkan dengan matang, seperti produksi karya musik lainnya

baby shark via www.officialcharts.com

Mentang-mentang lagunya renyah dan tariannya gampang diikuti, bukan berarti Baby Shark dibuat sembarangan. Karena ternyata Baby Shark merupakan salah satu lagu dari serangkaian proyek lagu untuk anak-anak dari SmartStudy. Mereka pun melakukan persiapan dengan matang, mulai dari pembahasan oleh tim mau dibuat lagu tentang apa, konsepnya seperti apa, dan juga lakukan riset dahulu. Riset yang dilakukan pun mengenai melodinya, durasinya berapa lama, dan warna apa yang disukai anak-anak. Dari sekian karya musik via animasi yang dihasilkan, Baby Shark-lah yang viral. Nggak cuma dari lagunya saja, tapi juga video dan tariannya sampai menimbulkan #babysharkchallange.

Namun sebelum Baby Shark menjadi hits kayak sekarang, sebelumnya ada lagu Kleiner Hai berbahasa Jerman yang terkenal juga lewat YouTube

Sebelum muncul Baby Shark, pada 2007 sudah ada lagu Kleiner Hai berbahasa Jerman yang diperkenalkan oleh musisi Alexander Muller. Sebagaimana terlihat dari video yang terdapat di BBC, Muller mengunggah keisengannya ini melalui lagu Kleiner Hai lewat akun YouTube yang tak disangka viral. Bahkan, Muller pun sampai ditawari perusahaan rekaman untuk dikontrak menampilkan lagu ini secara utuh.

Bedanya, lagu Kleiner Hai dianggap lebih menakutkan bagi anak-anak dibanding Baby Shark yang terdengar sangat fun

Advertisement

Muller mengatakan kalau lagu Kleiner Hai miliknya dengan Baby Shark tetap ada perbedaan. Muller mengaku kalau Kleiner Hai lebih terasa menyeramkan dan menakutkan bagi anak-anak dibanding Baby Shark. Maklum, dari lirik dan video pun bisa dilihat perbedaannya. Semisal Kleiner Hai menceritakan kisah bayi hiu tumbuh dan akhirnya melahap seorang perenang. Sedangkan lagu Baby Shark dalam lirik bahasa Korea, ibuhiu diceritakan sebagai “cantik”, nenek hiu sebagai “baik”, kakek hiu sebagai “keren” dan ayah hiu sebagai “kuat”.

Terlepas dari kisah di balik lagu Baby Shark, setidaknya anak-anak kini punya lagu yang fun sesuai usianya. Nggak perlu lagi sampai menyanyikan lagu-lagu orang dewasa yang membuat kita menjadi miris mendengarnya. Btw, kamu lebih senang Baby Shark atau Kleiner Hai nih?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya