Beberapa hari belakangan ini, mungkin kamu sudah melihat video viral lucu berjudul BBC Dad‘ . Robert Kelly, seorang profesor ilmu politik dari Pusan National University sedang diwawancarai oleh BBC di rumahnya via video conference ketika anaknya tiba-tiba muncul dari balik pintu. Penonton tidak lagi bisa fokus tentang masalah politik Korea Selatan ketika putrinya Marion yang berusia empat tahun tahu bertingkah lucu di wawancara live tersebut. Menurut laporan BBC, wawancara yang menurut Kelly gagal itu tak disangka justru jadi video viral yang telah disaksikan sebanyak 48 juta kali dan dibagikan oleh 85 ribu orang di Facebook.

Awalnya tentu saja netizen heboh karena kelucuan Marion yang tertangkap kamera, namun tulisan beberapa media yang melaporkan kejadian ini justru menyebabkan kontroversi. Disamping Kelly, Marion dan adiknya, terdapat sosok perempuan beretnis Asia yang tampak dalam video membawa kedua saudara itu keluar dari kamar. Sayangnya, beberapa media maupun netizen serta merta melabeli perempuan tersebut sebagai ‘nanny‘ atau pembantu. Padahal perempuan yang kemudian diidentifikasi sebagai Kim Jung-A itu adalah istri Kelly. Bukan cuma media sembarangan, bahkan media besar seperti Time membuat asumsi rasis tersebut dalam laporan awalnya sebelum akhirnya direvisi.

“The episode reaches a crescendo when a frenzied nanny burst in, in a cartoon-like blur, and corrals the children out of the room,” menurut laporan TheGuardian

Sudah tahun 2017 tapi ternyata rasisme masih ada di mana-mana ya. Yuk ulasan khusus Hipwee News & Feature kali ini!

Gambaran pria kulit putih dengan seorang perempuan Asia, ternyata masih menyimpan konotasi negatif bahkan di tahun 2017. Video viral BBC Dad ini jadi bukti yang tak terbantahkan

Langsung banyak yang berasumsi perempuan di belakang adalah pembantu Robert Kelly  via bbc.com

Advertisement

Masyarakat dunia yang mengaku sudah modern, mungkin harus kembali menundukkan kepala dan merasa malu akan masih terbelakangnya peradaban manusia. Terutama masalah rasisme. Kali ini pelakunya bukan hanya orang yang memang rasis atau di negara yang masih berpaham tradisional lho, tetapi sampai media internasional sebesar Time juga ternyata membuat kesalahan ini. Kesalahan mengira perempuan yang berlari membawa keluar dua anak dari kamar Robert Kelly sebagai pembantunya hanya karena sekilas melihat etnisitasnya. Padahal perempuan itu adalah istrinya.

Pastinya banyak orang yang melakukan asumsi tersebut dengan tidak sengaja. Tapi itu kembali membuktikan bagaimana pola pikir rasis itu masih tertanam dalam pikiran banyak orang. Seperti bagaimana anggapan selera bule itu yang mukanya seperti pembantu, tetap populer di Indonesia.

Terang saja, hal macam ini kemudian memunculkan diskusi lebih luas tentang ras, gender dan pasangan pernikahan campuran. Untung saja banyak juga netizen dan media lain yang langsung meluruskan

Langsung muncul berbagai reaksi keras atas pola pikir rasis tersebut via bbc.com

Meski rasisme ternyata masih mengakar kuat bahkan di kalangan paling modern sekalipun, kita bisa bersyukur memiliki ruang untuk segera saling mengoreksi satu sama lain. Laporan Time yang memicu kontroversi dan pertanyaan, kenapa hanya karena perempuan itu beretnis Asia langsung muncul asumsi kalau ia adalah pembantu?, itu memulai perdebatan online yang panas. Tampaknya sudah tidak zaman lagi mengira seseorang lebih kaya, miskin, posisinya lebih rendah atau tinggi, hanya berdasarkan etnis, gender, maupun penampilan luar. Apalagi dengan meningkatnya pasangan campur yang beda negara dan etnisitas. Tidak lagi etis mengira perempuan Asia itu pembantu atau pelacur jika terlihat berjalan dengan bule.

Meski jumlah pernikahan antar negara maupun etnis terus meningkat tiap tahunnya, sayangnya stigma sosial tidak secepat itu berubah

Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan juga pasangan beda etnis via bacabaca.org

Internet makin cepat, tiket pesawat juga makin murah, semakin banyak juga orang yang menuntut pendidikan tinggi ke luar negeri. Pertemuan antara orang berbeda kebangsaan semakin mudah di era modern ini. Tidak mengherankan juga jika ada negara seperti Amerika Serikat yang warga negaranya benar-benar beragam karena banyak imigran yang menetap. Jadi wajar saja sih sebenarnya jika angka pernikahan antar negara atau etnis meningkat tiap tahunnya. Namun sayangnya stigma-stigma negatif tentang ras dan gender, tidak berubah secepat pergerakan manusia yang mulai membentuk masyarakat global.

Ya semoga kejadian BBC Dad ini bakal membuat kita lebih berhati-hati lagi ke depannya. Karena semua manusia pada dasarnya sama, semoga kesadaran untuk memerangi rasisme baik yang berasal dari orang lain maupun diri sendiri, akan semakin meningkat ya…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya