Kehidupan di internet memang misterius. Kalau kamu pernah dengar perumpamaan ‘On the internet, nobody’s know you’re a dog‘, kurang lebih seperti itulah dunia maya. Tidak ada yang tahu sekalipun kamu bukan manusia. Tidak cuma identitas aja yang bisa jadi rahasia, begitupun dengan apa yang sebenarnya orang lakukan pada konten atau data kita di internet.

Mungkin kamu tidak sadar, kalau sebenarnya di luar sana ada orang yang mencuri fotomu, mengoleksi videomu, atau memperhatikan setiap aktivitasmu di dunia maya. Bahkan mungkin dia sampai hafal tempat-tempat yang pernah kamu kunjungi sebulan terakhir. Kalau kamu pernah mengalaminya, kasusmu itu mirip dengan apa yang dialami Mirna (nama samaran), seorang cewek yang jadi korban stalking orang asing selama 3 tahun lamanya! Berikut Hipwee News & Feature telah merangkum kisahnya untuk kamu.

Bagi mayoritas orang, internet adalah tempat dimana mereka bisa menjaring pertemanan seluas-luasnya. Sekilas memang bagus, tapi ternyata hal itu bisa berujung ke tindak kriminal

Harus paham betul risiko beraktivitas di internet via www.clickittefaq.com

Advertisement

Buat sebagian besar orang, mungkin internet adalah segalanya. Banyak dari mereka yang entah bisa bertemu jodoh, berkenalan dengan orang penting, atau menjalin hubungan profesional di internet. Dunia maya juga tidak kenal ruang dan waktu. Selama terkoneksi dengan internet, sekalipun kamu berada di ujung bumi, kamu bisa menghubungi keluargamu di ujung bumi lain. Tapi, segala kemudahan di atas justru bisa jadi bumerang ketika kamu kurang hati-hati. Misalnya asal mencantumkan lokasi yang malah bisa menuntun orang asing melanggar ruang privasimu.

Kisah Mirna ini jadi salah satu kasus yang bisa dijadikan pelajaran. Bermula dari perkenalannya di internet, ia jadi korban stalking orang asing 3 tahun lamanya!

Jadi korban stalking via skyguard.co.uk

Mirna adalah korban pelanggaran hak privasi. Berdasarkan investigasi Hipwee, semua ini bermula dari perkenalan Mirna dengan seorang stranger (sebut saja Arman) di internet tahun 2015. Seperti layaknya orang yang menunjukkan ketertarikannya, Arman ini berkomentar di akun jejaring sosial Mirna. Perkenalan mereka berlanjut, sampai suatu hari Mirna menyetujui Arman untuk bertemu di sebuah restoran, untuk sekedar ngobrol. Saat itu Arman juga minta foto bareng Mirna, ya semacam orang bertemu dengan idol-nya.

Setelah pertemuan itu, Mirna sebenarnya sudah enggan menanggapi Arman. Karena dianggap semakin mengganggu, ia pun memilih tidak menghiraukan Arman. Ternyata itu saja tidak bisa membuat Arman berhenti ‘meneror’ Mirna, sampai detik ini.

Bahkan meskipun kamu nggak pernah menyebut alamat rumah atau kantormu di medsos, tapi dari jejak digital bukan nggak mungkin orang asing bisa melacak keberadaanmu

Melacak jejak digital via secureprivacy.com

Advertisement

Sekalipun sudah minta agar tidak diganggu, ternyata itu tidak menyurutkan niat Arman untuk mendekati Mirna. Arman tidak segan-segan mengirimkan makanan, bunga, bahkan mendatangi kantor Mirna hanya untuk bertemu! Padahal Mirna merasa tidak pernah memberi tahu Arman alamat kantornya, yang kemudian ia sadari kalau Arman mendapat info itu dari Linkedin, jejaring sosial khusus untuk tujuan profesional. Jadi wajar kalau penggunanya saling membagi info latar belakang akademik hingga pekerjaan mereka.

Lebih parahnya lagi, Arman ini sampai mengaku di media sosial kalau Mirna adalah pacarnya! Gila banget nggak sih??

Halusinasi via www.reference.com

Entah apa yang ada di pikiran Arman, bisa jadi ia memang belum paham soal pelanggaran privasi. Bahwa sebenarnya setiap orang yang hidup di dunia ini punya privasi yang tidak boleh sembarangan dilanggar. Kita semua juga berhak merasa aman dan nyaman. Mungkin Arman tidak sadar itu, sampai-sampai ia juga berani mengaku di media sosial kalau Mirna ini adalah pacarnya.

Saat ini Mirna memutuskan untuk menon-aktifkan semua akun media sosialnya untuk sementara waktu. Tapi sepertinya itu aja nggak cukup buat mengobati rasa traumanya

Trauma mendalam susah hilang meski sudah menon-aktifkan medsos via fakenewz.com

Meski mungkin menon-aktifkan media sosial tidak bisa menghilangkan rasa trauma secara instan, tapi setidaknya itu semua bisa pelan-pelan membantu Mirna menjalani hidupnya dengan waras. Kasus semacam ini tidak baru sekali terjadi. Masih banyak Mirna-Mirna lain yang juga mengalami hal yang sama atau mungkin belum sadar kalau dirinya sedang diintai secara online. 

Bukan berarti kita semua harus berhenti memakai medsos buat beraktivitas, karena tidak bisa dipungkiri juga kalau internet bisa begitu banyak memberikan manfaat dan kemudahan. Tapi sebaiknya kamu juga sadar, internet juga bisa membawa dampak buruk kalau tidak digunakan secara bijak. Indonesia sendiri sebenarnya sudah memperhatikan hak-hak warganya di ranah online lewat UU ITE. Peraturan ini bisa dipakai menindak kejahatan siber. Jadi jika memang ada orang asing yang dirasa sudah sangat mengganggu privasi, kamu bisa melapor ke pihak berwajib atas dasar perbuatan tidak menyenangkan lho!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya