Yakin deh, tidak ada orang di dunia ini yang suka dimata-matai orang asing. Mayoritas orang pasti sepakat kalau kita masing-masing punya privasi yang harus dijaga dan tidak boleh ada sembarang orang yang melanggar. Pentingnya menjaga privasi ini sudah cukup dipahami mereka yang memasang CCTV di gedung-gedung. Semua sudut bangunan dipasang CCTV, kecuali toilet.

Sayangnya, belum semua orang paham betul masalah privasi ini. Di Korea Selatan tepatnya di kota Seoul, saat ini sedang marak oknum cabul yang dengan sengaja meninggalkan kamera pengintai di lokasi-lokasi yang seharusnya jadi privasi orang; toilet umum, kamar ganti, bahkan apartemen pribadi! Saking banyaknya korban, para perempuan di Seoul tak ragu turun ke jalan untuk melangsungkan aksi demo. Kali ini Hipwee News & Feature sudah merangkum infonya buat kamu.

Seluruh warga Seoul, saat ini sedang dibayang-bayangi ketakutan akan keberadaan kamera pengintai di toilet-toilet umum. Tidak sedikit perempuan yang sudah jadi korban

Ancaman kamera pengintai di Seoul via www.koreaboo.com

Advertisement

Saat ini, mungkin toilet umum jadi tempat paling menakutkan bagi banyak perempuan Seoul. Pasalnya, kasus kamera pengintai di dalam toilet di sana makin mengkhawatirkan. Banyak perempuan sudah jadi korban dan melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke polisi. Tahun lalu, kabarnya pihak berwajib menerima lebih dari 6.000 laporan kasus spycam dengan 80% korbannya perempuan. Jumlah itu meningkat 3x lipat dibanding tahun 2012.

Mirisnya, toilet bukan satu-satunya tempat “berbahaya”, ruang-ruang ganti di pusat pertokoan, gedung-gedung, atau kolam renang juga rawan dipasangi kamera pengintai.

Video-video yang berhasil terkumpul itu kemudian banyak diunggah ke situs-situs porno di internet. Bayangkan aja kalau wajah kalian tiba-tiba tersebar di dunia maya. Serem banget, ‘kan?!

Lee Ji-soo, orang yang bertugas menghapus konten-konten ilegal di internet via edition.cnn.com

Tidak hanya dijadikan konsumsi pribadi, banyak juga rekaman di toilet yang diunggah ke situs-situs porno di internet tanpa sepengetahuan korban. Hal ini tentu jadi mimpi buruk tersendiri bagi para perempuan di Seoul. Choi, seorang wanita seperti dilansir CNN, mengaku kalau video dirinya sedang tanpa busana di dalam apartemennya sendiri pernah viral di internet. Kalau dari penelusuran polisi, si perekam memakai lensa tele buat merekam aktivitas Choi. Serem banget ya, bahkan apartemen pribadi sekarang tidak lagi aman 100%!

Ketakutan ini membuat pemerintah setempat menambah tugas baru petugas toilet umum untuk rutin memeriksa kondisi toilet setiap hari

Petugas yang memeriksa toilet umum di Seoul via edition.cnn.com

Advertisement

Menanggapi hal ini, pemerintah mulai meluncurkan petugas-petugas yang bertanggungjawab memastikan 20.000 toilet umum di Seoul bebas dari kamera pengintai. Beberapa distrik bahkan menugaskan “safety sherriffs” untuk terjun langsung memeriksa toilet-toilet umum. Mereka memakai topi koboi agar tidak terlihat mencurigakan ketika harus masuk ke ranah privasi orang.

Meski pemerintah sudah bergerak, dan media sudah banyak yang memberitakan, menurut beberapa orang cara ini masih kurang maksimal memberantas pelaku pelecehan lewat kamera pengintai

Perempuan Korsel demo besar-besaran di jalanan via edition.cnn.com

Mungkin kasus ini memang sudah mulai banyak yang mengungkap. Pemerintah juga sudah mulai bertindak. Tapi ternyata cara itu saja tidak cukup untuk bisa benar-benar memberantas oknum cabul itu. Pertama karena hukum di Korsel masih terbilang cukup lemah untuk menyelesaikan kasus ini. Sejauh ini, dari 6.465 kasus spycam yang dilaporkan,  sudah ada sekitar 5.437 orang yang ditangkap. Tapi sayangnya cuma 119 orang yang benar-benar masuk penjara. Artinya cuma 2% dari seluruh pelaku yang memang ditangkap.

Selain hukum yang masih lemah, para pelaku juga terus mengembang metode terbaru. Kita semua tentu tahu kalau Korsel termasuk negara terdepan dalam pengembangan teknologi digital. Jadi tidak heran kalau pihak berwajib semakin merasa kewalahan mendeteksi para pelaku spycam ini. Apalagi kalau video rekamannya sudah masuk internet, makin susah bagi pemerintah mengontrol persebarannya. Video mungkin bisa dihapus, tapi pelaku tetap memiliki file aslinya, dan kemungkinan dia tetap akan menyebarkan menggunakan server lain.

Kasus meresahkan ini membuat banyak perempuan merasa harus bersuara dan turun ke jalan untuk melancarkan aksi demo. Awal Agustus kemarin, puluhan ribu perempuan menggelar aksi protes atas maraknya kejahatan kamera tersembunyi. Meski tidak tinggal di Seoul, mungkin ini bisa jadi pelajaran juga buat kita, untuk tidak lupa memeriksa setiap toilet atau ruang ganti umum sebelum benar-benar menggunakannya. Waspada dan selalu ingat kalau kejahatan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya