Tragedi kebakaran dan asap hutan yang menimpa negeri kita dari bulan Juni sampai Oktober lalu, bikin pemerintah rugi kira-kira Rp221 triliun. Jumlah ini dua kali lipat dibanding uang yang harus dikeluarkan pemerintah untuk rekonstruksi Aceh pascatsunami di tahun 2004.

Kenapa kerugiannya bisa tinggi banget, sih?

Muhammad Fajri/Xinhua Press/Corbis via www.corbisimages.com

Menurut laporan dari Bank Dunia satu ini, kerugian paling besar ada pada sektor lingkungan. Indonesia kehilangan keragaman biohayati sampai senilai Rp59 triliun. Selain itu, asap yang dihasilkan dari pembakaran hutan ilegal ini menempatkan Indonesia di urutan ketiga negara paling polutan sedunia, hanya di bawah Amerika dan China. Bedanya, kalau Amerika dan China mengeluarkan polusi karena industri mereka, kita mengeluarkan polusi karena membakar hutan.

Selain kerugian di bidang lingkungan, kerugian lain yang sangat terasa ada di bidang transportasi. Asap selama bulan September dan Oktober membuat sektor transportasi kita rugi Rp5 triliun. Umumnya sih, kerugian ini timbul karena proses pengiriman kargo jadi terhambat gara-gara asap. Nah, kerugian di sektor transportasi ini kemudian ikut mempengaruhi sektor perdagangan, yang turut rugi RP18,3 triliun.

Karena asap, pasti deh banyak potensi turisme yang akhirnya gagal digarap dengan baik. Bukan mustahil juga ada calon traveler yang berencana melawat ke Riau atau Kalimantan, tapi nggak jadi gara-gara asap. Itulah kenapa, sektor turisme negeri kita rugi sampai Rp5,5 triliun gara-gara pembakaran ilegal ini. Gila nggak?

Belum lagi, asap tahun ini benar-benar mengakibatkan korban meninggal

Advertisement

Tercatat 19 orang meninggal dan lebih dari 500.000 penduduk terkena ISPA gara-gara pembakaran lahan ilegal ini. Kerugian yang dihasilkan di bidang kesehatan sampai berjumlah Rp2,1 triliun. Dampak jangka panjangnya… nggak kehitung deh. Tapi ya pasti ada, karena riset selama ini menunjukkan adanya korelasi antara polusi udara dengan meningkatnya penyakit pernapasan dan yang berhubungan dengan jantung.

Oh iya. Gak cuma manusia dan hewan, asap ini juga bikin tanaman jadi stres

Gak cuma manusia dan hewan aja yang merugi gara-gara pembakaran ilegal ini. Tanaman juga bisa menurun produktivitas dan kualitasnya gara-gara exposure yang terus menerus terhadap asap. Pasalnya, exposure yang terus menerus ini ternyata bikin tanaman jadi stres. Bahkan kalau kasusnya udah ekstrem banget, tanaman bisa berhenti berproduksi sama sekali.

Terus, gimana langkah selanjutnya? Presiden Jokowi bilang, butuh waktu 3 tahun untuk memberangus pembakaran ilegal dan memperbaiki kerugian yang ditimbulkannya

Tiga tahun lagi! via bbc.com

“Anda akan melihat hasilnya segera, dan dalam tiga tahun, kami akan memecahkan masalah ini,” Presiden Jokowi kepada BBC.

Asap bukan masalah yang bisa diatasi begitu saja. Apalagi ada banyak nama yang tersangkut di dalamnya. Dari perusahaan besar, petani-petani kecil, sampai bupati dan gubernur di daerah-daerah rawan asap tersebut. Pemerintah memperkirakan bahwa problematika asap ini baru bisa diselesaikan dalam 3 tahun.

Udah mau tahun 2016. Ada yang mau bikin ramalan nggak, asap tahun depan bakal kayak apa ya?