Apasih hal tersakit yang pernah kamu rasakan sepanjang hidupmu? Jangan bilang ditinggalin waktu lagi sayang-sayangnya ya, duh! Kali ini yang kita bahas bukan soal sakit hati ya. Namun rasa sakit yang nyata yang disebabkan karena saraf  mengirimkan sensor rasa sakit ke otak, sehingga kita tahu bagian tubuh yang terasa sakit butuh perhatian khusus. Rasa sakit sebenarnya bukanlah sebuah akibat sesuatu yang menimpa tubuh, rasa sakit merupakan respon alamiah tubuh agar kita menyadari bahwa suatu bagian tubuh tertentu sedang dalam bahaya.

Sementara kita tahu rasa sakit itu nggak enak dan selalu berusaha menghindarkan tubuh dari luka, ada satu keluarga di Italia yang berbeda dengan orang kebanyakan. Satu keluarga ini memiliki perbedaan genetika dimana mereka jarang banget merasakan sakit. Bahkan nyaris nggak merasakan sakit sama sekali lho. Ternyata setelah diteliti, fenomena ini mungkin saja terjadi kok. Dilansir dari BBC, gen mereka juga dijadikan penelitian buat memproduksi obat penghilang rasa sakit. Wah keren juga ya. Yuk simak penjelasan selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Keluarga yang beranggotakan 6 orang di Italia ini memang layaknya keluarga biasa. Hanya saja mereka seakan punya kekuatan super karena hampir nggak bisa merasakan sakit

Keenam anggota keluarga (kecuali suami Maria Elena di sebelah kanan) hampir tidak merasakan sakit via www.independent.co.uk

Advertisement

Foto tersebut mungkin sama sekali nggak kelihatan aneh. Mereka memang sebuah keluarga biasa di Italia yang beranggotakan 6 orang. Terdiri dari Maria Domenico, seorang nenek sekaligus kepala keluarga. Kemudian 2 anak Maria yaitu Letizia Marsili dan Maria Elena. Serta cucu-cucu Maria yaitu Virginia, Ludovico, dan Bernardo. Bedanya, keenam anggota keluarga ini punya sindrom yang sangat unik dan langka. Mereka sangat jarang merasakan sakit. Bukannya sama sekali nggak merasakan apa-apa, mereka paham seperti apa itu rasa sakit. Tapi mereka hanya merasakannya sesaat, hanya sekitar beberapa detik aja.

“Sebenarnya, kami juga merasakan sakit, sebuah persepsi yang dinamakan ‘sakit’, tapi hal itu hanya bertahan beberapa detik.” ujar Letizia dikutip melalui BBC.

Mereka menyadari sindrom ini sejak usia belia. Bahkan kawan-kawan di sekolah Letizia dulu memanggilnya “superwoman

Generasi cucu Maria Domenica via brightside.me

Sejak kecil 6 anggota keluarga ini sangat tahan terhadap rasa sakit. Letizia bahkan pernah terkilir ketika liburan di musim salju, namun ia nggak merasakan apa pun. Letizia bahkan mampu berjalan dengan pergelangan kaki bengkak selama 2 hari. Sementara Bernardo pernah mengalami patah tulang saat bersepeda dan sama sekali tidak sadar sampai bagian tulang yang patah tersebut mengalami inflamasi.

Advertisement

Mengalami patah tulang sepertinya sudah jadi keseharian buat keluarga ini. Anehnya, mereka jarang menyadari hal ini sampai mereka memeriksa keadaan tulang dengan X-ray. Selain patah tulang, rasa sakit akibat terbakar dan kedinginan hingga beku juga jarang banget dirasakan. Duh kok bisa sih?!

Kondisi langka ini langsung jadi objek penelitian, bahkan dinamakan sesuai dengan nama penderitanya yaitu sindrom marsili sesuai nama belakang keluarga Marsili

Letizia Marsili via www.straitstimes.com

Tim peneliti dari University Collge London menyimpulkan bahwa apa yang diderita 6 anggota keluarga ini merupakan sindrom yang diturunkan secara genetik dari sang nenek yaitu Maria Domenico. Lalu sindrom ini menurun pada 2 anak perempuan Maria dan kembali diturunkan pada cucu-cucu mereka. Karena kasus ini merupakan penemuan baru di bidang kesehatan, tim peneliti menamai sindrom ini sebagai sindrom marsili. Sindrom marsili didefinisikan sebagai keadaan individu yang tidak sensitif (hyposensitif) terhadap rangsangan suhu ekstrem, rangsangan rasa pedas, dan tidak merasakan penderitaan saat patah tulang.

Meski menderita sindrom langka, untungnya keluarga ini sangat terbuka dan bersedia untuk membantu tim medis menemukan zat penghilang rasa sakit

Meski dianggap keajaiban medis, mereka hidup layaknya keluarga normal via brightside.me

Tidak merasakan sakit bisa jadi hal yang berbahaya, karena rasa sakit sebenarnya ‘alarm’ alami tubuh kita untuk memperingatkan bahwa ada yang nggak beres dari bagian tubuh yang sakit. Sehingga kita bisa mengambil langkah buat mengobatinya. Di sisi lain, nggak merasakan sakit juga keuntungan tersendiri karena tidak akan menanggung penderitaan ketika terluka.

Untungnya keluarga Marsili sangat terbuka terhadap penelitian kesehatan dan menerima kondisi ini dengan lapang dada. Keluarga Marsili tidak pernah menganggap sindrom ini sebagai hal negatif. Mereka bahkan mau bekerja sama dengan tim medis untuk mengembangkan penelitian soal zat penghilang rasa sakit. Harapannya, dengan kondisi genetik ini mereka bisa menolong banyak orang untuk menghilangkan rasa sakit.

Sementara kita, kepentok meja aja udah berguling-guling via www.rebelcircus.com

Layaknya dua sisi mata uang, memiliki sindrom marsili juga punya sisi positif dan negatif. Keluarga Marsili memilih untuk tidak memedulikan efek negatifnya dan cenderung mengarahkan keadaan ini untuk hal positif. Sebagai orang yang nggak memiliki sindrom ini, kita juga bisa ambil sisi positifnya. Kita patut bersyukur masih bisa merasakan sakit, maka kita akan paham betapa enaknya tubuh yang sehat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya