Akhir Polemik Surat Teguran Eiger kepada Youtuber karena Review Produk, Akui Salah dan Minta Maaf

Kasus Eiger vs Youtuber

Dua hari terakhir, publik disuguhi konflik antara merek pakaian Eiger dan youtuber Dian Widiyanarko. Polemik bermula dari surat teguran Eiger kepada Dian terkait review produk yang dibuatnya. Setelah surat teguran itu mencuat di media sosial, banyak orang ikut merespon. Kemudian konflik keduanya bergulir panas di jagat maya. Namun nggak lama setelah insiden itu, Eiger menerbitkan surat permintaan maaf.

Advertisement

Sebelum meminta maaf, polemik antara Eiger dan Dian menyita perhatian banyak kalangan termasuk para selebritas. Sebenarnya bagaimana kronologi awal konflik tersebut terjadi sampai akhirnya Eiger melayangkan surat permintaan maaf? Yuk, langsung simak di bawah ini. Cus~

Bermula dari unggahan Dian Widiyarnoko soal surat terguran dari Eiger. Perusahaan pakaian itu nggak terima atas ulasan produk yang dibuat oleh Dian

Polemik itu sebenarnya bermula jadi kejadian sepele. Dian Widiyarnoko adalah youtuber pemula yang mengulas produk Eiger pada Agustus 2020 lalu. Setelah berbulan-bulan, Dian tiba-tiba mendapatkan kiriman email dari Eiger pada hari Kamis (28/1). Pesan tersebut berisi surat teguran Eiger yang merasa keberatan dengan ulasan Dian.

Advertisement

“Halo @eigeradventure jujur kaget saya dapat surat begini dari Anda. Lebih kaget lagi baca poin keberatannya. Saya kan review produk gak anda endorse. Kalau anda endorse atau ngiklan boleh lah komplen begitu. Lha ini beli, gak gratis, lalu review pake alat sendiri,” curhat Dian melalui akun @dunaidian.

Mendapatkan surat teguran, Dian mengunggahnya di media sosial. Nggak butuh waktu lama, cuitan Dian di Twitter langsung dibanjiri komentar oleh warganet. Mayoritas komentar menanggapi poin-poin keberatan Eger yang kurang tepat.

Advertisement

Jadi, terdapat tiga poin keberatan Eiger. Pertama, Eiger menilai kualitas video ulasan produk yang dibuat Dian nggak bagus. Akibatnya produk Eiger yang diulas tampak berbeda dari segi warna, bahan, sampai detail aksesoris. Kedua, Eiger menilai suara dalam video terlalu mengganggu. Alhasil informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen nggak jelas. Poin terakhir, Eiger menyoroti latar tempat pengambilan video yang kurang layak.

Curhatan Dian sontak menjadi viral. Bahkan Ernest Prakarsa, Reza Arap, dan Fiersa Besari pun buka suara soal polemik suat teguran itu

Dalam hitungan menit, konflik Dian dan Eiger menjadi viral. Bahkan #Eiger menempati puncak trending topic di Twitter. Saking banyaknya warganet yang membicarakannya. Membaca duduk perkara dari cuitan Dian, warganet menilai sikap Eiger berlebihan. Apalagi Dian mengulas produk Eiger secara sukarela. Tanpa endorsement, warganet menganggap Eiger nggak berhak protes sampai meminta youtuber itu menghapus ulasan.

Senada dengan pendapat kebanyakan warganet, Fiersa Besari selaku salah satu brand ambassador Eieger mengaku kecewa. Meski merasa nggak berurusan dan bukan staf yang bekerja di Eiger, Fiersa sempat melayangkan protes kepada pihak Eiger sebagai rekan. Menurutnya tindakan Eiger terbilang konyol karena mengekang orang berpendapat. Ditambah lagi Eiger nggak memberikan modal untuk pembuatan video Dian. Selain Fiersa Besari, selebritas lain yang turut buka suara adalah Ernest Prakarsa dan Reza Arap. Keduanya pun menyayangkan sikap Eiger.

Menjadi perbincangan hangat, akhirnya Eiger meminta maaf. Pihaknya mengakui kesalahan karena mengirim surat teguran kepada Dian

Beberapa jam menjadi topik hangat di media sosial, Eiger pun membuat permintaan maaf. Nggak mau polemik berlanjut, CEO PT. Eigerindo MPI, Ronny Lukito, meminta maaf dan mengaku salah karena telah mengirim surat kepada Dian yang notabene bukan brand ambassador Eiger dan otomatis nggak mendapat imbalan atas ulasannya.

“Atas nama perusahaan PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI), sebagai perusahaan yang menaungi Eiger Adventure, dengan rendah hati kami menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat atas masalah yang terjadi,” terang Ronny, dikutip dari Kompas, Kamis (28/1).

Ia pun nggak membantah perihal surat teguran kepada Dian. Pihak Eiger memang sengaja menulis surat. Tujuannya memberi masukan agar reviewer lebih baik lagi.

Karena insiden itu, Eiger dinilai blunder. Kecerobohannya dalam menjalin hubungan dengan konsumen berdampak buruk terhadap reputasi brand

Alih-alih sebagai strategi pemasaran, pakar marketing bernama Yuswohady menganggap tindakan Eiger terlalu berisiko. Produsen pakaian asal bandung itu telah melakukan kecerobahan yang akhirnya berujung blunder. kekeliruan Eiger dalam menjalin hubungan dengan konsumen justru berdampak buruk terhadap reputasi brand.

Melansir Detik, Eiger telah membuat keputusan fatal dengan menentang pendapat konsumen. Ketika terjadi perselisihan dengan konsumen, perusahaan disarankan untuk membangun pendekatan secara persuasif. Misalnya dengan mengajak bertemu langsung, bukan mengajukan surat teguran karena ada potensi menjadi viral.

Karena tindakan yang dianggap sepele itu, Eiger harus membayar mahal. Soalnya reputasi brand yang dibangun selama bertahun-tahun harus hancur dalam hitungan menit. Ada baiknya lebih bijak dan hati-hati lagi biar nggak bertindak sembrono, ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE