Viral Kasus Suntik Vaksin Kosong, Pelaku Diamankan. Akui Tak Ada Niatan Apa pun dan Meminta Maaf

Kasus suntik vaksin kosong

Penyebaran Covid-19 di Tanah Air belum juga mereda. Di tengah pandemi yang mencekam, pemerintah Indonesia dan berbagai pihak swasta berusaha untuk melakukan vaksinasi bagi segenap masyarakat. Sejumlah lansia dan para pekerja yang rentan terkena virus begitu antusias untuk mengikuti program vaksinasi ini. Sayang, ada beberapa oknum yang melakukan tindakan kurang etis terkait vaksinasi ini.

Advertisement

Beberapa waktu ke belakang, media sosial diramaikan dengan kasus soal vaksinasi. Menurut laporan masyarakat, ada oknum yang melakukan penyuntikan vaksin kosong. Tentu saja ini adalah masalah serius yang bisa menimbulkan korban dan sudah termasuk penipuan. Setelah viral, pelaku penyuntikan kosong tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan akhirnya meminta maaf. Apa kata sang pelaku terkait penyuntikan vaksin kosong tersebut?

Pelaku kasus vaksin kosong di Pluit, Jakarta Utara meminta maaf pada korban dan masyarakat Indonesia

Tenaga kesehatan berinisial EO akhirnya meminta maaf atas kelalaiannya saat melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 beberapa waktu lalu. Diketahui, EO menyuntikan vaksin kosong di daerah Pluit, Penjaringan Jakarta Utara. Ia kemudian meminta maaf  pada korban terutama keluarga dan orang tua anak yang videonya viral saat mendapatkan vaksin kosong tersebut.

Advertisement

Selain meminta maaf pada korban, pelaku juga mengakui bahwa ia telah menyuntik sebanyak 599 orang pada hari yang sama saat ia menyuntikan vaksin kosong. Ia kemudian meminta maaf pada segenap masyarakat Indonesia yang telah dirugikan dan siap untuk menanggung akibat dari perbuatan yang ia lakukan. EO siap menjalani proses hukum yang berlaku. Menurut pihak kepolisian, EO dijerat pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman satu tahun penjara.

Kasus vaksin janggal seperti ini bukan hal yang pertama terjadi di Indonesia. Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana sampai harus melakukan sidak puskesmas terkait kasus serupa yang terjadi di daerahnya

Advertisement

Kasus vaksin seperti ini bukanlah hal yang pertama kali terjadi di Indonesia. Jauh sebelum kasus di Jakarta Utara, Bupati Karawang, dr Hj Cellica Nurrachadiana harus turun ke lapangan untuk memastikan dugaan penyuntikan vaksin janggal di daerah yang dipimpinnya. Kasus soal vaksin di Karawang ini bermula dari sebuah video berdurasi 14 detik yang menghebohkan jagat maya. Pemilik video memperlihatkan vaksinator yang hanya menyuntikkan jarum di tangannya saja tapi tak menyuntikkan cairan vaksin.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Juli 2021 silam. Pasca kasus ini mencuat, Satgas Penaganan Covid-19, pemerintah daerah, bupati, dinas kesehatan dan kapolres langsung memeriksa kabenaran kasus ini. Untuk mengetahui kebenaran kasus, pihak kepolisian memeriksa sejumlah saksi, termasuk pemilik video untuk memastikan apakah tubuhnya benar-benar belum disuntik cairan vaksin atau sudah.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE