Kemkominfo Beri Gelar “Local Champion Literasi Digital” untuk 17 Pegiat Literasi Digital dari Berbagai Sektor

Local Champion Literasi Digital

Bersamaan dengan diluncurkannya Program Literasi Digital Nasional pada Kamis, (20/5/2021), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) memberikan apresiasi kepada 17 pegiat literasi digital yang sejak lama mendorong masyarakat agar cakap digital melalui program-program besutan masing-masing.

Advertisement

Apresiasi diberikan Kemkominfo dalam bentuk penyematan gelar “Local Champion Literasi Digital”. Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi mengatakan 17 pegiat literasi yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia ini memiliki pengaruh di masyarakat. Beberapa program mereka bahkan telah terbukti berhasil dan diadaptasi oleh negera-negara lain.

“Beberapa program yang dilakukan oleh Local Champion sudah menjadi model bagi negara- negara lain. Kami memberikan penghargaan ini sebagai cara kami berterima kasih atas perjuangan mereka di daerah. Kami juga berharap agar mereka dapat menjadi teladan bagi banyak putra-putri daerah lainnya untuk terus membangun diri, komunitas, masyarakat dan bangsa,” kata Dedy dalam keterangan tertulis, Minggu (23/5/2021).

Kemkominfo Beri Gelar “Local Champion Literasi Digital” untuk 17 Pegiat Literasi Digital dari Berbagai Sektor (dok. Kemkominfo) via www.hipwee.com

Para pegiat literasi digital yang kini menyandang gelar “Local Champion Literasi Digital” diketahui bergerak untuk berbagai sektor, seperti UMKM, pendidikan, kesehatan, IT, hingga pertanian. Berikut adalah 17 Local Champion Literasi Digital tersebut.

Advertisement

1. UMKM dan pemberdayaan masyarakat

Local Champion dari sektor UMKM pertama adalah Relawan TIK (RTIK) yang beroperasi di Papua, Gorontalo, Sumatera Selatan dan Maluku. RTIK memiliki program kerja untuk meningkatkan literasi digital masyarakat lewat program pendampingan UMKM dalam hal promosi, branding digital dan juga pemanfaatkan media sosial untuk pelayanan publik.

Selanjutnya di bidang yang sama, ada Bujang Kurir asal Pontianak yang aktif melakukan pendampingan dan kolaborasi bersama UMKM setempat dalam hal pemasaran digital. Bujang Kurir juga turut memproduksi aplikasi pemasaran sekaligus layanan antar untuk memudahkan UMKM Go Online. Kemudian dengan program yang kurang lebih sama ada Kururio Indonesia.

Advertisement

Dalam hal pemberdayaan masyarakat dari berbagai latar belakang, usia, dan kegiatan ada Organisasi LingkarTangan. Organisasi asal Batam ini hadir untuk mewadahi berbagai komunitas termasuk UMKM. Karya-karya mereka sudah diakui secara nasional dan internasional, seperti Best Favorite Wirausaha Muda Mandiri dan Juara 3 International Entrepreneur Contest.

2. Pendidikan dan budaya

Local Champion dari sektor pendidikan dan budaya yang pertama adalah Solo Bersimponi. Komunitas ini memiliki program unggulan berupa narasi dan digitalisasi nilai budaya Solo Hasthalaku, yang mencakup advokasi regulasi kepemudaan di Kota Solo dan Jawa Tengah. Mereka juga menciptakan model Sekolah Adipangastuti yang terintegrasi dengan sekolah formal dengan durasi enam bulan.

Local Champion selanjutnya berangkat dari persoalan budaya warganet di media sosial. Mereka adalah Pintu Bahasa yang mendedikasikan diri untuk mewujudkan masyarakat Indonesia santun berbahasa di media sosial, lewat program unggulan  “Gerakan Netizen Beradab”.

Selain itu ada Banuamentor yang memiliki program membantu pelajar meningkatkan kompetensi di media digital, Komunitas Kok Bisa sebagai komunitas sains dan edukasi terbesar, SkolMus (Sekolah Multimedia untuk Semua) yang menghadirkan kelas fotografi, videografi, website, multimedia, desain grafis serta pengarsipan digital jangka panjang, dan Tangsel Creative yang fokus pada edukasi berbasis komunitas.

3. Kesehatan

Terdapat dua Local Champion dari sektor kesehatan. Pertama adalah Riliv, platform meditasi dan konseling psikologi daring yang bekerja menghubungkan masyarakat dengan psikolog profesional di mana pun dan kapan pun. Kehadiran Riliv terbilang krusial mengingat kesadaran akan kesehatan mental yang makin tinggi di masyarakat.

Kemudian ada organisasi Sahabat Difabel Aceh yang punya aktivitas unggulan berupa mempromosikan kegiatan terapi anak dengan cerebral palsy, dan juga kampanye penghormatan, perlindungan serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas melalui platform digital. Organisasi ini juga memiliki Rumah Cerebral Palsy Sahabat Difabel Aceh sebagai pusat terapi dan edukasi.

Kemkominfo Beri Gelar “Local Champion Literasi Digital” untuk 17 Pegiat Literasi Digital dari Berbagai Sektor (dok. Kemkominfo) via www.hipwee.com

4. Teknologi informasi

Local Champion Literasi Digital dari sektor teknologi informasi yang pertama adalah Kampoeng Cyber, Yogyakarta. Aktivitas organisasi ini adalah mengedukasi serba-serbi teknologi informasi kepada masyarakat di perkampungan.

Nggak jauh berbeda dengan itu, dari sektor yang sama ada Technopren.Pky asal Palangkaraya. Aktivitas unggulan organisasi ini adalah pengembangan keterampilan teknologi informasi anak muda, dan memberikan dukungan terhadap startup lokal di kota Praya, Palangkaraya.

Selain itu, gelar Local Champion juga diberikan kepada InfoSumbar yang berdedikasi memberikan ragam informasi dari dan kepada masyarakat Sumatera Barat, dalam balutan visual, infografis, motion dan teks yang menarik.

Di bagian lain pulau Sumatera, Local Champion selanjutnya adalah Komunitas Arsel. Komunitas yang berbasis di Bukit Peramun Belitung ini memanfaatkan teknologi untuk memungkinkan interaksi antara alam dan manusia terjadi. Beberapa di antara produk unggulan Komunitas Arsel adalah aplikasi bernama Kepo (Kenali Pohon), virtual guide, virtual tour, dan alat pendeteksi kebakaran hutan yang memanfaatkan gelombang Radio FM.

5. Pertanian

Local Champion dari sektor pertanian adalah BoS (Bali Organik Subak) Petani Muda Keren! yang memiliki aktivitas unggulan berupa program Village Smart Farming, di mana tujuannya adalah mengembangkan kapasitas petani se-Bali. Aktivasi BoS Petani Muda Keren! telah berhasil mendorong terjadinya transaksi ke luar negeri, dan membuat orang-orang dari luar negeri datang untuk mempelajari metode yang mereka terapkan.

Dengan diberikannya penghargaan “Local Champion Literasi Digital” kepada 17 pegiat tersebut, Kemkominfo mengharapkan kemunculan para Local Champion lainnya agar masyarakat Indonesia yang cakap secara digital bisa segera terwujud.

“Diharapkan akan terus tumbuh para Local Champions lainnya, yang diharapkan mampu menjadi pendorong Indonesia Makin Cakap Digital,” tutup Dedy.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

I know I glow up

CLOSE