Djarum Foundation, pada 22 Mei 2019 lalu kembali menyelenggarakan Writing Competition Beswan Djarum (sebutan bagi mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus) 2018/2019 di Yogyakarta. Kompetisi ini terbuka bagi 465 Beswan Djarum yang tersebar di berbagai perguruan tinggi ternama di seluruh kota di Indonesia.

Kompetisi yang digelar secara dua tahap ini memasuki masa final dengan memilih sebanyak 16 Beswan Djarum dari empat wilayah di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sedangkan dari setiap wilayah tersebut, dipilih sebanyak dua mahasiswa yang mewakili kategori non-eksakta serta dua mahasiswa lainnya yang mewakili kategori eksakta.

Advertisement

“Writing Competition ini menjadi program lanjutan dari beragam pembekalan soft skills yang diberikan kepada Beswan Djarum, setelah menerima Character Building dan Leadership Development, saat ini ajang kompetisi untuk merangsang mereka menunjukkan ide kreatif untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di bangsa ini, di masyarakat”, ujar Adrian Hadinata selaku Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation.

Enam belas finalis tersebut adalah Sheilla Windy (ITB), Patricia Samantha (ITB), Agus Wandi (UIN Jakarta), Astika (Unand), Reza Aprillia (PENS), Sudarlin (Unhol), Fajar Hudoyo (Undip), dan Tifany Minasheila (Undip).

Kemudian, Hanny Rafiqoh (Unpas), Petra Paramitha (Unpar), Farobi Afandi (Paramadina), Lidya Ametha (Unsu), Widya Wijaya (Ubaya), Terannisa Nabilah (ITS), Titisari Wardani (Undip) dan Gama Bimantara (UIN Semarang).

Advertisement

Ke-16 mahasiswa berprestasi ini beradu gagasan selama dua hari, yaitu 21-22 Mei 2019 di Yogyakarta. Ini bertujuan untuk menemukan ide-ide terbaik dari semua finalis. Tentu saja dalam hal ini, Djarum Foundation dibantu oleh pakar, akademisi, dan praktisi komunikasi hingga pelaku bisnis sebagai dewan juri.

Para finalis ini akan diberikan kesempatan durasi 20 menit untuk mempresentasikan gagasan mereka, dan juga 20 menit untuk melakukan sesi tanya jawab kepada dewan juri. Selain itu, sesi tanya jawab  selama 20 menit juga diberikan kepada peserta lain yang ingin menggali lebih dalam tentang gagasan atau ide yang tengah dipresentasikan oleh para finalis.

Primadi, selaku Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation mengungkapkan bahwa, “Presentasi ini diharapkan bisa menjadi gambaran kualitas berfikir kreatif, inovatif dan objektif para Beswan Djarum dalam mengasah kepekaan dan merespons berbagai permasalahan yang ada di masyarakat di sekitar mereka”.

Dari 16 finalis tersebut, pada akhirnya diambil pemenang dari kategori eksakta yaitu Sheilla Windy Komara, Patricia Samantha Puteri, dan juga Astika. Sedangkan dari kategori non eksakta adalah Teranisa Nabilah Balqis, Widya Wijaya Kusuma Putri, dan juga Lidya Ameta Karena.

“Saya pribadi sangat mengajak adik-adik beswan untuk mengikuti Writing Competition. Karena lewat sini akan belajar banyak menjawab permasalahan bangsa kita dengan cara-cara yang inovatif dimana kita dituntut dengan cara yang cerdas dan inovatif pula”, ucap Sheilla Windy Komara ketika mengungkapkan saran bagi Beswan Djarum yang selanjutnya.

Para pemenang tersebut juga diberi penghargaan berupa uang sebesar 20 juta bagi juara pertama, 15 juta untuk juara kedua dan juga 10 juta bagi juara ketiga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya