Ketika Penggunaan Kondom Justru Membuat Pria Dianggap Dewasa, Bertanggung Jawab, dan Tak Egois

Karena urusan "ranjang" tidak hanya milik perempuan, tapi juga laki-laki

Kondom seringkali dikaitkan dengan stigma negatif. Seks bebas contohnya. Laki-laki atau perempuan yang membeli kondom dianggap ingin melakukan perzinahan alias hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan. Akhirnya, mereka yang ketahuan membeli kondom dianggap laki-laki atau perempuan nakal. Padahal, tak ada tulisan “khusus bagi yang belum menikah” di kotak kemasan.

Dilansir dari laman dktindonesia.org, Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019 menunjukkan, capaian pemakaian KB kondom hanya 3% sedangkan vasektomi 0,2%. Artinya, kesadaran laki-laki untuk kontrasepsi masih sangat kurang atau mungkin masih dibebankan pada perempuan.

Banyak yang menganggap bahwa kondom hanyalah alat kontrasepsi. Padahal ini juga menjadi salah satu proteksi

kondom tak hanya sebagai alat kontrasepsi tapi juga proteksi via www.pexels.com

Selama ini penggunaan kondom lebih sering dianggap sebagai alat kontrasepsi alias cara untuk mencegah kehamilan. Oleh karena itu, dibandingkan laki-laki, perempuan sebagai pemilik rahim tempat janin berkembang lebih “dituntut” untuk bisa melakukan pencegahan dengan mengonsumsi Pil KB, suntik KB, implan, IUD, dan lainnya.

Padahal, kehamilan adalah tanggung jawab sebagai pasangan. Tak akan ada kehamilan jika sperma milik pria tak bertemu dengan sel telur milik perempuan. Jadi, pria juga punya tanggung jawab yang sama besarnya soal masa depan berdua.

Selain sebagai alat kontrasepsi yang dinggap mampu mencegah kehamilan hingga 98%, fungsi kondom yang tak kalah pentingnya adalah sebagai proteksi. Artinya, dengan menggunakan kondom, pasangan yang melakukan hubungan seksual bisa terhindar dari penyakit menular, seperti gonore, herpes, klamidia, HPV, hingga HIV/AIDS. Dengan begini, apakah kamu masih abai dengan kesehatan dirimu sendiri?

Pasangan yang sudah menikah pun banyak yang memakai kondom. Jadi stigma “nakal” bagi mereka yang memilih berhubungan seksual dengan bertanggung jawab tak lagi relevan

pasangan yang telah menikah juga tak jarang menggunakan kondom via www.pexels.com

Stigma negatif yang paling melekat bagi pengguna kondom adalah mereka adalah laki-laki nakal yang ingin melakukan hubungan seksual sebelum menikah alias berzina. Dengan menggunakan kondom, mereka bisa terhindar dari risiko hamil di luar nikah. Konsep inilah yang perlu diluruskan.

Kondom sebagai alat pencegah kehamilan tidak diperuntukkan bagi yang belum menikah saja. Akan tetapi juga bagi mereka yang telah menikah. Banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa pasangan suami istri memilih untuk tak memiliki anak. Mulai dari kesiapan, hingga kondisi kesehatan yang membuat kehamilan justru berisiko bagi kesehatan bahkan jiwa perempuan.

Jadi cap “nakal” bagi pengguna kondom harus diluruskan. Laki-laki yang menggunakan kondom adalah mereka yang bertanggung jawab; sadar akan konsekuensi dari hubungan seksual. Entah itu kehamilan atau penularan penyakit seksual.

Tak ada efek samping bagi laki-laki yang memakai kondom. Berbeda dengan perempuan yang alat kontrasepsinya harus masuk ke dalam tubuh

penggunaan kondom bukti pria tidak egois via www.pexels.com

Menggunakan kondom juga menjadi bukti bahwa kamu tak egois terhadap pasangan. Mengapa?

Dibandingkan dengan alat kontrasepsi perempuan, kondom sebagai alat kontrasepsi laki-laki justru minim bahkan hampir tidak ada efek sampingnya. Alat tersebut  digunakan di bagian luar dan hanya saat berhubungan seksual saja.

Berbeda dengan perempuan yang alat kontrasepsinya harus masuk bahkan “ditanam” dalam tubuh mereka. Sebagai benda asing, tentu penggunaan alat kontrasepsi bagi perempuan akan memiliki efek samping terhadap tubuh mereka. Mulai dari gangguan hormonal, bentuk fisik, perubahan mood, dan lain sebagainya.

Sehingga ketika laki-laki lebih memilih menggunakan kondom dibandingkan meminta pasangannya untuk menggunakan alat kontrasepsi tadi, maka hal itu sudah menunjukkan kalau mereka tak egois terhadap pasangannya. Bahkan disadari atau tidak, mereka sudah menunjukkan rasa sayang pada pasangannya.

Pakai kondom membuat laki-laki tidak merasakan kenikmatan saat berhubungan seksual? Lantas bagaimana dengan perempuan? Lagi-lagi hal ini akan memperlihatkan keegoisan. Ingat, kenikmatan tak hanya bergantung pada penggunaan kondom, tapi justru pada bagaimana kamu membuat hubungan seks-mu nyaman, penuh gairah, dan rasa cinta.

Jadi, tak ada yang salah ketika laki-laki membeli kondom. Tidak ada yang salah ketika mereka menggunakan kondom sebagai bentuk tanggung jawab seorang laki-laki dewasa.

Selamat Hari Kontrasepsi Sedunia!

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung