Bahaya ikut lomba foto anak di media sosial

Di dunia serba online ini, tampaknya sudah dianggap sebagai sesuatu yang normal untuk berbagi momen dan opini lewat postingan di media sosial. Dari yang sekadar ingin sharing momen bahagia dengan sahabat atau kerabat di tempat jauh, hingga mungkin jadi tempat curhat saat kesepian. Begitu juga bagi para orangtua, media sosial kini sering dipandang sebagai sarana untuk mendokumentasikan pertumbuhan anak. Nah mulai di titik ini, muncul perdebatan seputar mengunggah foto anak di media sosial.

Banyak orang yang mungkin tidak berpikir panjang untuk membagikan foto-foto anaknya yang menggemaskan. Toh mungkin memang begitulah kehidupan di zaman now. Tapi ada juga orangtua seperti penyanyi Anggun C. Sasmi yang ogah memampang wajah buah hatinya di akun medsosnya demi alasan privasi. Pilihan itu sebenarnya kembali ke pribadi masing-masing. Masalahnya baru-baru ini ada sebuah thread viral di Twitter yang membahas sebuah kontes upload foto anak di media sosial. Kontes ini dikritik tak berfaedah dan bahkan mungkin berbahaya. Kenapa ya?! Yuk lihat kontroversi ini lebih dalam bareng Hipwee News & Feature!

1. Seorang pengguna Twitter mengkritisi lomba di Instagram yang mensyaratkan upload foto anak dengan mencantumkan data diri lengkap

Advertisement

Pengguna Twitter dengan nama @InsideErick mencoba mengkritisi fenomena lomba upload foto anak di Instagram, yang banyak diikuti orang tua, terutama ibu-ibu di luar sana. Biasanya lomba ini juga menuntut si ortu mencantumkan data diri anak, mulai dari nama, usia, sampai domisili. Padahal data-data tersebut nggak seharusnya disebarkan secara bebas, karena menyangkut privasi dan keamanan si anak itu sendiri.

2. Mungkin emang banyak orang tua yang nggak sadar kalau anak sebenarnya juga punya privasi yang harus dijaga. Ini demi masa depannya juga lho

Anak juga punya privasi via www.freep.com

Seperti halnya orang dewasa, anak bayi sekalipun sejak dilahirkan di dunia punya privasi yang meski orang tuanya sendiri, nggak berhak melanggarnya. Orang tua kebanyakan sih merasa memiliki anak seutuhnya hingga merasa bebas melakukan apapun yang menyangkut anaknya, termasuk mengunggah foto-foto mereka di media sosial. Padahal rekam jejak digital itu akan melekat pada anak sampai mereka dewasa. Orang tua tentu nggak mau dong foto, video, atau konten apapun yang mempertontonkan wajah si anak akan mempengaruhi masa depannya kelak?

3. Sesederhana orang tua yang mengunggah foto anaknya ke media sosial dengan mencantumkan nama anak dan sekolahnya lengkap. Padahal itu bisa jadi data berharga buat penculik dan pedofil di luar sana

Bisa mengundang penculik atau pedofil di luar sana via www.boldsky.com

Advertisement

Banyak juga orang tua yang mentang-mentang anaknya baru hari pertama masuk sekolah, memotret anaknya pakai seragam, label nama di dada, disertai keterangan sekolahnya di kolom caption, dan mengunggahnya di media sosial. Tahu nggak, ini tuh sama aja mereka menyodorkan data personal anaknya ke khalayak yang sangat mungkin dimanfaatkan para penculik atau pedofil di luar sana! Bayangkan kalau orang-orang jahat ini menghampiri anak di sekolahnya. Apalagi anak-anak biasanya gampang percaya, masih lemah, jadi bisa diperdaya dengan mudah. Duh, ngeri ‘kan dampaknya…

4. Miris sih, di zaman teknologi sekarang justru banyak orang tua yang lebih mementingkan eksistensi daripada keamanan anaknya sendiri

Yang penting eksis via ponaroshku.ru

Alasan kenapa media sosial diciptakan, salah satunya adalah sebagai medium bagi manusia untuk membentuk identitas diri demi eksistensi. Orang ingin mendapat pengakuan dari orang lain, makanya mereka upload konten di medsos. Begitupun orang tua zaman now, yang ingin menunjukkan identitasnya sebagai ibu atau ayah, dengan mengunggah foto anak-anaknya. Sayangnya, mereka banyak yang lebih mementingkan eksistensi daripada privasi dan keamanan anaknya sendiri.

Positive thinking aja sih ya, mungkin emang mereka belum paham soal pentingnya menjaga privasi di ranah maya ini. Jadi ya dikiranya upload foto anak nggak bakal membawa pengaruh sebegitu kompleksnya. Tapi ya sebagai orang tua yang cerdas, sudah seharusnya mereka budayakan mengenali risiko sebelum melakukan sesuatu di internet. Inget ya, internet ini luas banget lho, siapapun bisa mengakses, kapanpun dan dimanapun. Sekali lagi, hati-hati ya dalam memanfaatkannya, jangan sampai abai sama keselamatan diri masing-masing!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya