Beberapa hari terakhir ini, di media sosial santer muncul seruan untuk hati-hati (atau berhenti sama sekali) meminum kopi. Penyebabnya apalagi kalau bukan kematian Wayan Mirna Salihin, karyawati 27 tahun yang meninggal setelah memesan es kopi di Mall Grand Indonesia, Jakarta. “Oh my God, it’s awful. It’s so bad,” komentar Mirna setelah memesan es kopi. Tak berapa lama, ia kejang-kejang dan mulutnya berbusa. Meski sempat dibawa ke klinik mall, Mirna tak tertolong.

Reaksi teman-teman dan kerabat di media sosial (bahkan ada yang sampai ditelepon orangtuanya supaya nggak minum kopi!) sebenarnya bisa dipahami. Apa yang terjadi pada Mirna tampak dekat dengan kehidupan kita, dan bisa terjadi pada siapa saja. Siapa sih dari kita yang nggak pernah ngopi-ngopi di mall?

Tapi, gak seharusnya kita mengkambinghitamkan kopi. Apalagi melarang orang mengkonsumsi minuman ini

Advertisement

Iya, secara teknis, orang bisa meninggal karena overdosis kafein. Tapi, kamu harus minum kopi dalam jumlah yang sangat banyak untuk meninggal karena overdosis kafein. Untuk seseorang yang beratnya 55 kilogram, misalnya, kamu harus minum 50 cangkir kopi hitam sekaligus kalau mau overdosis. Beratmu lebih dari itu? Kopi yang harus kamu tandaskan supaya overdosis pun semakin banyak.

Sementara, almarhum Mirna bahkan tidak sempat menghabiskan kopinya.

Oh iya, menurut lembaga FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat sana, kemungkinan kamu meninggal karena overdosis kopi itu pun kecil. Jadi saat overdosis, pada umumnya orang hanya akan merasa mual, nggak bisa diam, dan gugup.

Kopi yang biasa kamu pesan di warung (atau bikin sendiri di rumah) adalah minuman yang aman. Jadi, kamu gak usah takut untuk meminumnya.

Unyu, lagi. via www.demilked.com

Advertisement

Kopi membuat kita merasa lebih bersemangat dan segar karena kandungan kafeinnya. Kafein bekerja dengan menstimulasi produksi hormon dopamin — hormon yang memacu semangat dan rasa bahagia — di dalam otak. Selain itu, kafein juga memblok reseptor adenosin, sehingga kita tidak merasakan kantuk dan rasa capek. Kafein nggak hanya terdapat dalam kopi kok. Teh dan minuman soda juga mengandung kafein.

Jadi, kamu gak usah takut untuk mengkonsumsi kafein. Banyak ‘kan, teman kamu yang hobi minum kopi tiap hari tapi toh baik-baik aja?

Ada banyak keganjilan dalam kasus almarhum Mirna. Kopi yang disesapnya kemungkinan sudah dibubuhi tuba

Saat itu, Mirna menyesap kopi Vietnam via d7news.com

Hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengungkapkan beberapa keganjilan. Pertama, ditemukan luka di lambung Mirna. Ini memunculkan bahwa sebelum meninggal, Mirna mengkonsumsi zat korosif. Kafein sendiri sebagai zat — apalagi kalau cuma diminum beberapa sesap — tidak akan bisa membuat organ dalam terkorosi.

Belum lagi, seperti dilaporkan CNN Indonesia, Mirna sempat mengeluh bahwa kopi yang diminumnya punya bau aneh. Temannya yang mencium kopi itu pun sampai mual. Padahal, kopi sebenarnya punya aroma yang enak, bukan?

Keanehan-keanehan inilah yang memunculkan dugaan bahwa kopi tersebut sudah dibubuhi zat beracun. Jadi sebenarnya, bukan karena kopi peristiwa tersebut akhirnya terjadi.

Jadi, gak usah takut minum kopi. Asal nggak minum 50 cangkir sekaligus, kamu aman, kok 🙂

Aman, kok! via huffingtonpost.com

Sekali lagi, lethal dose atau dosis yang bisa menyebabkan kematian adalah 50 cangkir kopi hitam yang diminum sekaligus. Kalau kamu hanya minum 1-2 cangkir, kamu akan baik-baik saja, kok.

Jangan salahkan kopi lagi, ya. Daripada bikin orang takut minum kopi, lebih baik kita mengedukasi diri sendiri tentang ribuan manfaatnya.

Nah, sudah berapa cangkir kopi yang kamu minum hari ini?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya