Penganiayaan terhadap binatang lagi-lagi terjadi dan berhasil terekam sebuah video amatir. Video berdurasi sekitar 15 detik itu rasanya mampu membuat siapapun terutama para pecinta binatang, teriris hatinya. Bisa-bisanya ada orang yang tega menyeret seekor kucing kecil pakai sepeda motor, dengan memasang tali di lehernya! Kucing itupun terlihat nggak berdaya.

Kejadian ini membuat geram aktivis hewan yang tergabung dalam komunitas Animal Defenders Indonesia, Doni Herdaru. Lewat Instagramnya, ia mengaku akan melaporkan kejadian itu ke polisi. Identitas pelaku pun katanya sudah berhasil dikantongi. Waduh, memang gimana sih cerita selengkapnya? Simak ulasan Hipwee News & Feature dulu deh!

Video kucing diseret pakai motor sampai nggak berdaya, viral di internet. Peristiwa ini kabarnya terjadi di Kabupaten Pekalongan

Advertisement

Masih terngiang kematian mengenaskan seekor anjing di tangan petshop yang heboh beberapa waktu lalu, kali ini sudah ada lagi kasus penyiksaan hewan. Peristiwa ini terekam dalam sebuah video yang diabadikan Diefie Hafiez Maufalia, warga Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, seperti dikutip dari Detik. Saat itu Diefie yang sedang melintasi jalan Desa Babel, Kabupaten Pekalongan, nggak sengaja melihat dua orang pemuda menaiki motor, dengan menyeret kucing kecil pakai tali yang terlilit di lehernya.

Diefie sendiri mengaku nggak tahu apakah kucing itu sudah mati atau belum. Ia ingin menegur pelaku, tapi karena takut menimbulkan perselisihan, keinginan itu ia urungkan, dan akhirnya Diefie memutuskan cuma merekamnya.

Dalam video tampak plat nomor kendaraan si pelaku. Katanya polisi bakal menelusuri dan menindaknya meski belum ada laporan masuk terkait kejadian itu

Kasihan banget! via jateng.tribunnews.com

Advertisement

Doni Herdaru, seorang aktivis hewan yang cukup populer di Instagram, membagikan peristiwa sadis ini di media sosialnya. Ia mengaku sudah mengantongi identitas pelaku dan berjanji akan melaporkan ke polisi. Tapi Kapolsek Wiradesa AKP Yoris Prabowo, dilansir Detik, mengaku belum menerima laporan apapun terkait kejadian itu. Meski belum ada laporan, katanya Yoris dan jajarannya tetap akan memburu pelaku lewat plat nomor kendaraan yang terekam di video.

Di Indonesia, penyiksa binatang bisa dikenakan hukum pidana yang tercantum di KUHP dan UU Peternakan dan Kesehatan Hewan lo!

Bisa dihukum pidana! via inet.detik.com

Meski mungkin jarang diperkarakan, tapi sebenarnya tindakan menyiksa hewan itu bisa ditindak pidana lo. Ada sejumlah hukum yang bisa dijadikan landasan, seperti Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 302, yang mengancam siapapun pelaku penyiksa hewan dengan hukuman penjara paling lama 9 bulan. Ada juga peraturan soal perlindungan hewan yang dimuat dalam Pasal 66 ayat 2, UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam pasal itu “penganiayaan” yang dimaksud adalah tindakan untuk memperoleh kepuasan atau keuntungan dari hewan dengan memperlakukannya di luar batas kemampuan biologis dan fisiologisnya. Berarti kayak sirkus, pemotongan telinga atau bagian tubuh hewan, itu juga bisa digolongkan penganiayaan ya? Tapi apakah mungkin karena masih banyak yang belum tahu menahu soal undang-undang ini ya, nggak pernah dengar tuh ada orang yang didakwa atau dihukum.

Seringnya bermunculan video-video tentang penyiksaan hewan ini, bikin kita tak habis pikir. Kekerasan terhadap hewan seringkali disebut ciri utama psikopat, apakah itu berarti memang semakin banyak calon psikopat?

Tanda-tanda psikopat via www.boombastis.com

Kekerasan terhadap Seorang psikopat nggak hanya tega menyakiti sesama manusia aja, tapi juga makhluk hidup lain termasuk binatang. Tindakannya melukai binatang apalagi tanpa alasan jelas, bisa dijadikan tanda ia terindikasi “psycho”. Kalau secara bahasa, orang psycho berarti orang yang mentalnya nggak stabil. Ia bisa melakukan tindakan membahayakan secara spontan, dan merasa puas dengan itu.

Kalau begitu, apakah maraknya perilaku keji terhadap hewan yang viral di medsos ini bisa jadi bukti kalau makin banyak calon-calon psikopat di negara ini? Semoga saja tidak ya…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya