Viral Lampu Merah Terlama di Indonesia, Disebut “Merebut Masa Muda” karena Bikin Nunggu Kelamaan

Lampu merah terlama

Saat pergi naik kendaraan, pasti kamu pernah menunggu di simpang jalan karena lampu lalu lintas menyala merah. Biasanya nyala itu hanya bertahan selama sekitar 1 menit. Setelah lampu berubah menjadi hijau, para pengendara diperbolehkan melaju lagi. Peraturan ini penting agar lalu lintas tetap teratur dan mencegah terjadinya kecelakaan.

Advertisement

Namun tahukah kamu, ada sejumlah lampu merah yang menyala beberapa kali lipat lebih lama. Para pengendara yang menunggu sampai nggak sabar, bahkan membunyikan klakson berkali-kali. Sebetulnya, kenapa sih ada lampu merah yang menyala sebentar dan ada juga yang lama? Yuk simak!

Warganet heboh membicarakan lampu merah di jalan raya yang menyala terlalu lama. Bahkan disebut “merenggut masa muda” karena pengendara nunggu kelamaan sampai macet

Lampu lalu lintas di Surabaya | Image from Love Suroboyo on Instagram via www.instagram.com

Akun Instagram @lovesuroboyo membagikan informasi tentang lampu merah yang bikin kesal. Letaknya di Jalan Ahmad Yani, Margorejo, Surabaya. Durasi lampu merah ini mencapai 300 detik alias 5 menit! Kalau sedang melakukan kegiatan lain seperti nonton film atau baca komik, mungkin 5 menit terasa sebentar. Tetapi rasanya sangat lama kalau sedang menunggu di jalan, apalagi saat terpapar cuaca panas atau sedang terburu-buru. Lampu merah di Margorejo pun disebut “merebut masa muda” karena menghabiskan waktu para pengendara.

Dilansir dari Detik, kota-kota lain juga mempunyai lampu merah yang menyala terlalu lama. Misalnya di Perempatan Pingit, Jetis, Yogyakarta. Para pengendara harus menunggu lampu merah selama 3,5 menit sampai sering terjadi kemacetan di sana. Sedangkan lampu merah di Soekarno Hatta – Kiaracondong, Bandung bisa menyala selama 4 hingga 5 menit. Nunggunya bisa sampai bosan tuh.

Advertisement

Ternyata, durasi lampu merah ditentukan berdasarkan beberapa faktor. Misalnya jumlah kendaraan dan jam sibuk masyarakat

Kondisi jalan raya | Photo by Azka Rayhansyah on Unsplash via unsplash.com

Dilansir dari Liputan 6, para petugas sengaja membedakan durasi lampu merah berdasarkan beberapa sistem. Yang paling umum adalah sistem networking berbasis komputer dan sistem standalone. Apakah bedanya? Sistem networking berbasis komputer dihubungkan dengan kamera CCTV yang dipasang di jalan raya sehingga pengaturannya otomatis. Durasi lampu merah disesuaikan dengan jumlah kendaraan yang sedang melintas di sana.

Sementara itu, sistem standalone mengatur lampu merah berdasarkan prediksi jam sibuk di jalan raya. Jadi pengaturan bisa dilakukan sejak jauh-jauh hari. Biasanya waktu sibuk masyarakat adalah pagi hari saat berangkat ke sekolah atau kantor, serta sore hari saat mereka pulang ke rumah. Kebiasaan itu membuat jumlah pengguna jalan ke arah pusat kota bertambah pada pagi hari. Maka, lampu merah dan lampu hijau ke pusat kota lebih lama nyalanya dibandingkan ke luar kota.

Seandainya kamu terjebak akibat lampu merah yang terlalu lama, tunggulah dengan sabar. Jangan mengklakson terus-terusan atau berusaha menyalip karena berbahaya

Advertisement

Menunggu lampu merah | Photo by Caroline Osborne on Unsplash via unsplash.com

Menunggu lampu merah memang membosankan. Kalau sedang naik kendaraan bersama orang lain, mungkin kita bisa mengobrol untuk melewatkan waktu. Tetapi bagaimana kalau sendirian? Kita hanya bisa menunggu dengan sabar sampai lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Meskipun merasa nggak sabar, sebaiknya kita jangan berusaha menyalip-nyalip atau pindah jalur karena bisa berbahaya. Hindari juga membunyikan klakson berulang kali karena bisa membuat pengendara yang lain terganggu.

Yang nggak kalah penting, hindari menggunakan ponsel selama menunggu di lampu merah. Sebab kewaspadaan bisa berkurang sehingga membahayakan kondisi sendiri maupun orang lain, bahkan terkena tilang polisi. Lebih baik tunggu aja dengan sabar. Kalau bosan, kita bisa melihat-lihat kondisi sekitar sembari tetap melirik lampu lalu lintas. Pokoknya utamakan keamanan dan keselamatan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE