Laporan UN Women Ungkap Digitalisasi Beri Manfaat Bagi UMKM Milik Perempuan dalam Hadapi Pandemi

Manfaat digitalisasi bagi UMKM

Teknologi digital bukan barang baru bagi kehidupan kita. Kendati demikian, baru di masa pandemi Covid-19 ini lah manfaat teknologi digital benar-benar terasa. Berkatnya belajar atau kerja jarak jauh jadi mungkin, dan berbagai lini usaha yang terdampak bisa terus bertahan. Termasuk UMKM yang kita kenal sebagai tulang punggung perekonomian bangsa.

Advertisement

Perkara UMKM jadi sektor paling terdampak pandemi kita semua pasti paham. By the way, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, hampir separuhnya dimiliki atau dikelola oleh perempuan lo. Fakta ini menarik mengingat perempuan Indonesia punya peranan yang kompleks di lingkup domestik, tapi di sisi lain ternyata juga mampu bertahan dengan usahanya berkat digitalisasi.

Nah, peran teknologi digital dalam membantu UMKM milik perempuan bertahan di tengah gejolak ekonomi ini diungkapkan oleh laporan terbaru UN Women yang berjudul “Memanfaatkan Digitalisasi untuk Menghadapi Covid-19: Sebuah Studi Kasus Tentang Usaha Mikro dan Kecil Milik Perempuan di Indonesia”. Penasaran seperti apa laporannya? Yuk, simak!

Laporan terbaru UN Women ini menyoroti bagaimana platform digital telah menjadi salah satu strategi bertahan UMKM sektor makanan dan minuman

(dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Laporan hasil inisiatif Women Count dari UN Women yang didukung oleh United Nations (UN) Covid-19 Response and Recovery Multi-Partner Trust Fund ini menyoroti bagaimana dampak pandemi terhadap pengusaha perempuan dan UMKM milik perempuan di Indonesia, dan bagaimana platform digital jadi salah satu strategi bertahan yang efektif. Berfokus pada UMKM sektor makanan dan minuman, riset dilakukan sepanjang bulan September hingga Oktober 2020 dengan menggabungkan analisis big data dengan metode tradisional kuantitatif dan kualitatif.

Advertisement

UN Women Representative and Liaison to ASEAN, Jamshed Kazi mengatakan perempuan Indonesia telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai pemilik dan pengusaha UMKM. Oleh karena itu, laporan ini menurutnya akan sangat penting sebagai masukan terkait cara mendukung dan memberdayakan perempuan secara berkelanjutan melalui pemaksimalan teknologi.

“Perempuan Indonesia memainkan peran yang signifikan dan telah berkontribusi pada ekonomi sebagai pemilik dan pengusaha UMKM. Laporan ini akan memberikan masukan penting tentang bagaimana kita dapat mendukung dan memanfaatkan kekuatan teknologi yang memberdayakan perempuan secara berkelanjutan, selama dan setelah pendemi COVID-19,” kata Jamshed dalam peluncuran Laporan Memanfaatkan Digitalisasi untuk Menghadapi Covid-19, Jumat (11/12/2020) via Zoom.

Temuan-temuan dalam laporan ini akan sangat bermanfaat dalam merancang strategi pemulihan ekonomi nasional 2021

(dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Nah, dalam laporan yang juga bisa kamu akses di sini, UN Women mencatat beberapa temuan kunci yang bermanfaat bagi banyak pihak, termasuk pemerintah dalam upaya membuat kebijakan yang tepat dan efektif dengan menggunakan perspektif gender. Temuan kunci pertama adalah digitalisasi telah membantu UMKM milik perempuan bertahan dan bahkan cenderung berkembang untuk usaha yang dimulai setahun terakhir. Lebih dari 50 persen partisipan riset ini juga sangat memaksimalkan platform digital, karena mereka menggunakan lebih dari tiga jenis platform untuk menjalankan bisnis.

Temuan kunci kedua adalah 82 persen perempuan menyatakan kalau solusi dari teknologi digital telah membantu mereka untuk bisa menyeimbangkan pekerjaan dan tanggung jawab domestik dengan urusan bisnis jauh lebih baik. Sementara temuan kunci ketiga, diperkirakan 75 persen UMKM milik perempuan berbanding 78 persen UMKM milik laki-laki telah mengambil langkah untuk menghadapi hilangnya pemasukan, tapi perempuan punya lebih sedikit pilihan untuk menghadapi skenario ini ketimbang laki-laki.

Nah, untuk temuan kunci ketiga, kita bisa ambil contoh terkait pengajuan pemodalan yang makin sulit di masa pandemi, dan terasa signifikan oleh pengusaha atau pemilik UMKM perempuan. Dalam hal ini, pemerintah sejatinya sudah menjalankan beberapa inisiatif. Salah satunya adalah bantuan produktif yang pada tahun 2020 ini telah disalurkan penuh kepada 12 juta UMKM, dan akan berlanjut di tahun 2021.

(dok. Tangkapan layar/Zoom) via www.hipwee.com

Sektor swasta pun turut andil dalam upaya menghadirkan lebih banyak pilihan kepada UMKM dalam menghadapi skenario hilangnya pemasukan, khususnya untuk pengusaha dan pemilik UMKM perempuan, seperti yang dilakukan Gojek melalui layanan GoModal. Selain itu, dalam laporan ini juga disebut kalau platform GoBiz dari Gojek turut membantu UMKM bertahan dan bahkan berkembang meski di tengah pandemi.

“Kami senang sekali mengetahui bahwa platform digital, seperti GoBiz, membantu UMKM bertahan dan bahkan mengembangkan usaha mereka di tengah pandemi. Kami juga merasa gembira karena 82 persen wirausaha perempuan melihat bahwa solusi digital Gojek dapat membantu mereka lebih baik dalam menyeimbangkan tanggung jawab rumah dengan pekerjaan,” kata Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita.

Lebih lanjut Head of Pulse Lab Jakarta, Petrarca Karetji menegaskan bahwa platform digital memang terbukti telah membantu perempuan pemilik UMKM. Kendati demikian, digitalisasi saja belum cukup untuk membebaskan diri dari jerat gejolak ekonomi. Oleh karena itu, menurutnya hasil riset ini bisa jadi sumber informasi dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang dibutuhkan.

“Riset kebijakan ini memberikan wawasan informasi data, sejalan dengan advokasi kami untuk memastikan respons yang inklusif dan efektif terhadap pandemi COVID-19. Khususnya untuk UMK milik perempuan di Indonesia, jelas bahwa platform digital telah banyak membantu mereka. Meskipun digitalisasi saja tidak cukup, riset ini dapat menginformasikan strategi dan kebijakan pemulihan yang diperlukan,” ucap Petrarca dalam keterangan tertulisnya.

Nah, semoga laporan ini bisa jadi rujukan yang membantu semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah agar dapat merancang strategi dengan integrasi perspektif gender demi pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE