Persoalan asap yang menghantui sebagian besar wilayah Cina sejak beberapa tahun yang lalu, mulai bikin pemerintahnya kelabakan. Apalagi ketika ratusan jadwal harus dibatalkan tiap bulannya. Jalur darat pun tidak bisa lagi diandalkan ketika jarak pandang tinggal beberapa meter. Bukan cuma menggangu hidup sehari-hari masyarakatnya, jalur ekspor-impor yang jadi denyut nadi perkembangan ekonomi Cina juga terancam karena kesulitan mobilitas ini.

Maka dari itu di awal pekan pertama di tahun 2017, pemerintah Cina meluncurkan solusi yang diyakini dapat mempermulus transportasi barang ekspor maupun impor. Sebuah lokomotif atau kereta barang akan diberangkatkan dari Cina menuju Inggris. Berbagai pemerintah negara lain dan media internasional seakan-akan terkesima sekaligus terheran-heran dengan kebijakan pemerintah Cina ini. Mungkin memang baru kali ini ada kereta barang yang akan diberangkatkan menyeberangi dua benua.

Kereta barang diluncurkan dari Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, Cina Timur menuju London awal pekan ini. Dijadwalkan akan tiba di ibu kota Inggris itu 16 Januari nanti

Kereta pertama menuju London via dailymail.co.uk

Kereta barang ini mengangkut pakaian, tas, dan barang-barang keperluan rumah tangga produksi Cina untuk dipasarkan di Inggris. Waktu perjalanan yang akan ditempuh kereta mencapai 2,5 minggu atau sekitar 18 hari. Seperti dilansir dari CNN, hal ini sekaligus menjadi salah satu perjalanan kereta api terpanjang dan terlama di dunia. Yakni dengan jarak tempuh mencapai hampir 8000 mil atau lebih dari 11.840 km. Kereta akan melewati Kazakhstan, Rusia, Belarusia, Polandia, Jerman, Belgia, Perancis, hingga akhirnya sampailah di London, Inggris.

Kereta dirasa sebagai moda transportasi paling tepat bagi para eksportir Cina. Karena lebih murah dari pesawat, dan lebih cepat dibanding kapal laut

18 jam dari Cina menuju London via www.thetimes.co.uk

Advertisement

Dulunya, para eksportir Cina hanya punya dua pilihan untuk mengirimkan barang. Kalau tidak menggunakan kapal laut yang murah tapi memakan waktu lama, mereka mengandalkan pesawat yang lebih cepat namun dengan harga yang juga jauh lebih mahal. Kalau kamu kira ini kereta pertama yang menghubungkan antar negara dari Cina, kamu salah. Sebab ternyata, Inggris adalah negara ke-delapan yang ditambahkan ke dalam rangkaian layanan kereta Cina-Eropa. Sedangkan London adalah kota ke-15 di lintasan yang dilewati si kereta ini.

Layanan kereta api dengan jarak terpanjang dan waktu terlama ini merupakan upaya pemerintah Cina untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra. Kata siapa jalur ini sudah tak berguna?

Jalur sutra abad 21 via img.bisnis.com

Jalur sutra sendiri ialah jalan darat terpanjang yang membentang di antara dua benua, yang menghubungkan Cina dan dunia barat di masa lampau. Ingin mengulang kejayaan perdagangannya di masa itu, Presiden Cina, Xi Jinping pun menggunakan strategi yang sama untuk mempererat hubungan kerja sama Cina dan Eropa. Mereka menyebut ini proyek politik yang penting untuk mendongkrak perdagangan dan investasi. Selain berangkat membawa kebutuhan rumah tangga menuju ke Eropa, saat perjalanan pulang kereta ini juga akan membawa barang-barang lagi seperti daging dari Jerman, kayu Rusia dan wine dari Perancis.

Sejak abad kedua sebelum Masehi, Cina telah memimpin akivitas perdagangan antar negara. Dan hal inilah yang ingin mereka ulangi, terus menaikkan nilai ekspor dengan biaya semurah mungkin

Cina ingin kembali kuasai dunia via photo.kontan.co.id

Pada tahun 2015 dan 2016, nilai ekspor Cina memang sedang mengalami penurunan. Pada 2015 mencapai total USD 2,27 triliun, padahal pada 2014 mencapai USD 2,34 triliun. Dan dari nilai tersebut, pada 2016 lalu mengalami penurunan lagi sebanyak 4,4%. Untuk mendongkrak nilai ekspor inilah, Jalur Sutra modern Cina akhirnya direalisasikan. Hingga Juni 2016 lalu, sebelum rute London diadakan, sudah tercatat sebanyak 1881 perjalanan yang telah dilakukan si kereta barang tujuan Eropa. Karena pasalnya, rencana besar ini sudah diluncurkan sejak tahun 2013 silam. Sudah 39 rute dirintis, yang menghubungkan 16 kota di Cina untuk 12 kota di Eropa.

Meski terkenal dalam sejarah dunia, Jalur Sutra Cina zaman dahulu tak pernah benar-benar maksimal penggunaannya. Inilah yang ingin diperbaiki saat ini

Siapapun pasti akan optimis kalau jalur sutra modern ini bisa berhasil dan menguntungkan via observerintelligence.com

Dulu para pedagang yang mendominasi Jalur Sutra ternyata bukanlah pedagang dari Cina, melainkan pedagang asing dari Persia, Arab, dan Asia Tengah. Kalau bukan karena besarnya permintaan pembelian sutra dari Romawi, Cina mungkin tidak akan memperhatikan sama sekali keberadaan jalur yang melegenda ini. Sejak saat itulah, kemudian Cina selalu berusaha menguasai rute Jalur Sutra ini untuk menjamin kelancaran lalu lintas perdagangan dan ekonomi.

Begitulah, Cina makin hari dikenal makin rakus dan terus-terusan menggenjot perekonomiannya. Mereka butuh pasar besar untuk memasarkan segala produknya, juga perlu pengerjaan proyek infrastruktur di luar negeri untuk menaikkan nilai investasi. Kalau proyek jalur sutra modern ini benar-benar terus dijalankan, akan menjadi kesempatan yang bagus pula bagi negara lain untuk mendapat alih teknologi dari Cina demi pembangunan masing-masing. Mungkin, Cina dan Indonesia bisa bekerja sama lebih erat lagi beberapa tahun ke depan nanti. Semoga jalur sutra modern ini berdampak baik bagi kemakmuran segala bangsa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya