Tersandung Perkara Pajak, Google Beneran Bisa Hilang di Indonesia. Ini 6 Dampak Nyatanya Bagi Kita

Percayakah kamu bahwa perusahaan sebesar Google ternyata punya hutang milyaran ke pemerintah Indonesia? Yup, bukan hanya di Indonesia tapi juga Inggris, Italia, dan Perancis, Google sedang diuber-uber terkait pajak yang belum dibayarkan.

Advertisement

Di Indonesia sendiri, kabar ini sebenarnya sudah berhembus pada bulan Agustus lalu. Kantor Google Indonesia yang merupakan perwalian, sudah mendapat peringatan dari pemerintah sejak bulan September. Selama ini segala transaksi bisnis Google Indonesia diarahkan ke Google Singapura. Jadi meskipun keuntungan yang diraup dari Indonesia mencapai trilyunan, pendapatan negara tidak bertambah. Karena inilah Google dinilai sudah mengemplang pajak sejak tahun 2013, ketika kantor perwalian resmi Google ada di Indonesia.

Tarik ulur dan sikap Google yang dinilai kurang kooperatif ini, akhirnya membuat pemerintah hilang kesabaran. Jalan damai sudah ditutup, guys! Sanksi demi sanksi sudah dilayangkan. Ibaratnya pertandingan bola, ini sudah kartu kuning. Bila Google masih ‘bandel’ juga, bukan tidak mungkin pemerintah akan bersikap seperti Tiongkok: memblokir Google dari dunia internet Indonesia.

Google harus bayar pajak!

Google harus bayar pajak! via yahoo.com

Wuih! Bisakah kalian membayangkan bagaimana kehidupan tanpa Google? Padahal sekarang istilah ‘Googling aja bro’ sudah sebegitu umumnya, menandakan Google adalah salah satu sumber informasi yang perannya sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemblokiran Google ini akan menimbulkan banyak dilema. Meskipun banyak keluhan soal konten porno, tak bisa disangkal bahwa banyak aktivitas yang bertumpu pada Google.

Advertisement

Yah, meskipun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah soal kemungkinan pemblokiran ini, tapi tetap saja kita perlu waspada. Nah, kira-kira inilah yang akan terjadi bila Google benar-benar diblokir.

1.  Untuk komunikasi, kamu tak bisa via Gmail lagi. Pakai Yahoo atau kembali ke…chat mirc

Gmail akan hilang

Gmail akan hilang via ubuntuforums.org

Hingga saat ini Gmail masih menjadi pilihan favorit netizen untuk layanan email. Entah itu email pribadi ataukah email resmi untuk urusan kerja. Bila nanti Google benar-benar diblokir, tentu Gmail tak bisa dipakai lagi. Pilihan pertama, kamu bisa memakai penyedia layanan email lain seperti Yahoo. Sayangnya, Yahoo sendiri saat ini juga sedang mengalami krisis kepercayaan dari netizen akibat peristiwa kebocoran data besar-besaran di tahun 2013 dan 2014 lalu. Pilihan selanjutnya mungkin kamu bisa kembali pakai plasa.net atau telkom.net. By the way, domain email itu masih ada ‘kan?

2. Pengguna Android harus sedih nih. Nasibmu dipertanyakan karena Google dan Android tak bisa dipisahkan

Android akan dipertanyakan lagi keberadaannya

Android akan dipertanyakan lagi keberadaannya via www.techradar.com

Yang tak kalah membuat was-was, tentu nasib ponsel Android yang saat ini mendominasi hampir 90% pengguna Indonesia. Sejak tahun 2005, Google mengakuisisi android.inc. Seperti saat kamu membeli ponsel smartphone android, pertama-tama kamu harus memasukkan akun Google untuk bisa mengakses Playstore dan lain-lain. Jadi bila Google diblokir, tentu kita tidak bagaimana nasib ponsel Android yang saat ini digunakan. Yang jelas kamu tidak bisa buka Playstore, tidak bisa download aplikasi dan tidak bisa main game ataupun edit-edit seru foto supaya kece di Instagram.

3. Selamat tinggal Youtuber-Youtuber terkenal. Mungkin mereka harus kembali mencari peruntungan lewat ajang pencarian bakat

Tak bisa disangkal, bahwa Google menguasai hampir 50% aktivitas di dunia maya. Tak hanya Gmail dan Android, Google juga membawahi Youtube, yang menjadi solusi utama bagi pecinta video yang malas nonton TV. Seleb-seleb dunia seperti Justin Bieber juga bermula dari Youtube. Saat ini, Youtube menjadi ‘rumah’ bagi pada Youtuber-Youtuber untuk berkarya dan mungkin, mencari nafkah. Pemblokiran Google tentu berimbas kita tak bisa nonton Youtube lagi. Youtuber dan vlogger harus mencari media lain untuk berkarya. Dan barangkali kita akan dipaksa nonton TV lagi, karena hilangnya salah satu tempat tontonan yang paling diandalkan.

4. Bukan cuma kamu yang nggak punya penunjuk arah, tapi perusahaan transportasi online pasti kelabakan bila Gmaps tak bisa diakses lagi

Ojek online terancam sistemnya

Ojek online terancam sistemnya via www.keepo.me

Setelah Gmail, Youtube, dan Android, lalu bagaimana dengan Gmaps? Meskipun aplikasi penunjuk arah ada beberapa, tak bisa dipungkiri bahwa Gmaps masih dianggap yang paling valid. Selain digunakan untuk urusan pribadi, Gmaps juga menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan transportasi online untuk beroperasi. Mulai dari ojek, taksi, sampai mobil online tentu akan kelabakan bila Gmaps tiba-tiba padam. Kamu yang ke mana-mana masih buta arah juga akan semakin susah. Tapi mungkin dengan begitu kita bisa menumbuhkan mental untuk bertanya. ‘Kan katanya malu bertanya sesat di jalan.

5. Media online dan e-commerce siap-siap gulung tikar. Ads dan source pembaca sebagian besar dari Google

Ecommerce dan media online kehilangan ruang iklan

E-commerce dan media online kehilangan ruang iklan via www.entrepreneur.com

Di zaman digital seperti ini apa-apa sudah di-online-kan. Koran cetak mulai berkurang dan berganti ke koran online. Di saat yang sama media-media online juga bermunculan ditambah e-commerce yang membantu menggerakkan pertumbuhan perekonomian. Selain menjadi mesin pencari, Google sendiri juga menyediakan platform iklan. Di sinilah website besar dan e-commerce memasarkan produknya. Bila kelak Google tidak bisa diakses lagi, jelas media online dan e-commerce akan kehilangan satu media promosi utama.

6. Mahasiswa sudah pasti kehilangan tempat bertanya yang tahu segalanya. Nyari bahan tugas gimana? Skripsi kapan kelar?

Skripsi apa kabar?

Skripsi apa kabar? via www.forbes.com

Terlebih bagi mahasiswa, Google ibarat perpustakaan kedua. Akui saja bila kamu dulu pernah membuat paper atau esai dengan menggunakan sumber-sumber dari Google karena terlalu malas membaca buku di perpustakaan. Selain itu, kamu juga akan kehilangan akses Google Book yang bisa menjadi penyelamat saat buku di perpus tidak lengkap dan beli di toko pun mahal harganya. Lalu layanan-layanan penting seperti Google drive dan dan Google doc. yang membantu pengamanan data juga tidak bisa digunakan lagi. Kamu yang sedang menulis skripsi harus waspada nih. Ngomong-ngomong, tanpa Google, skripsi masih bisa selesai ‘kan? 😀

Menurut Direktur Eksekutif Gerakan Internet Sehat (ICT Watch), Denny B.U., meskipun pemerintah harus tegas soal pajak kepada perusahaan asing yang masuk di Indonesia, namun terburu-buru memblokir Google memang membawa banyak kerugian. Tapi di sisi lain, pemblokiran situs raksasa ini mungkin saja membuka kesempatan bagi situs lokal untuk mengambil tempatnya. Mungkin kelak akan ada ‘Google lokal’ atau ‘Youtube lokal’ yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi karena prosesnya masih berlangsung, yuk kita berdoa supaya ada solusi yang terbaik dari masalah ini.

Kalau kamu, setuju tidak Google diblokir?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

27 Comments

  1. Rizal Al-Rasyid berkata:

    Tidak paham maksudnya penulis. Selain opini tokoh-tokoh yg disebut diatas, penulis ini maksudnya mau membela Google? membenarkan kelakuan si Google? atau cuma ingin ngasih tau kalau Google nggak ada lu nggak punya pilihan lain.

  2. Han Mpv berkata:

    Kalo ada gogel ya digunain kalo gak ada yaudah ..

  3. Dewangga berkata:

    kalo email bisa pake yahoo
    kalo search engine bisa pake yahoo, bing dan yandex
    kalo os android kita jadi bisa pake merk apple semua

  4. Khykmatiar berkata:

    setuju gan.. selain itu masih ada os windows, linux, jolla, firefox, dll. yg terbaru tizen.
    klo buat pelajar sih mending cari di perpus, di google mah banyak plagiat2 dan kadang referensinya gak jelas. 20%nan aja yg benar2 membantu..

  5. Rohman Muhamad berkata:

    Ni penulis bukan orang IT keles, Contoh aja, gak ada google maps. Cmon, masih ada platform map opensource lain. Skripsi kapan kelar? Omg, skripsi modal googling, pantes tulisannya abal – abal, bikin skripsi itu dari jurnal mbak bahannya.

  6. Laurence Akari berkata:

    Jurnal jg nyari ny lewat google mas yg bhs inggris… lbh lngkp

  7. Dimas Wisnu berkata:

    Banned si gugel aja dah… Biar lokal berkembang

  8. Rohman Muhamad berkata:

    Laurence Akari yaelah….
    Lu buka IEEE napa malah buka google dah.

  9. Ryan Wijaya berkata:

    belajar noh dari pengguna windows 10 baik desktop dan mobile..
    search engine biasa pakai bing
    email pakai outlook/yahoo
    maps pakai windows maps
    wkwkwkkwkwkwkw
    meski kadang sedih juga belum se powerfull google.

CLOSE