Skenario yang Mungkin Terjadi Seandainya Mata Uang di Dunia Cuma Ada Satu. Sekarang sih Ada Ratusan

Mata uang dunia cuma satu

Tahukah kalian, kalau di dunia ini ada seratus delapan puluh jenis mata uang berbeda yang tersebar di seluruh dunia? Beragamnya jenis mata uang itu bikin kita harus repot-repot menukarkan uang rupiah kita setiap akan bepergian ke luar negeri. Bakal makin kerasa kalau perginya nggak cuma ke satu negara, misalnya liburan ke sejumlah negara sekaligus. Repot banget kan bayangin harus bawa duit dari mata uang yang berbeda-beda??

Advertisement

Kerempongan yang hakiki tersebut sepertinya bisa ditanggulangi kalau saja seluruh negara di dunia sepakat untuk menggunakan satu mata uang saja. Solusi ini nggak cuma sebatas angan-angan belaka lo, soalnya konsep satu mata uang ini sudah pernah dicetuskan sejak abad ke-16. Pada 2009 lalu, Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner juga pernah nyeletuk gimana kalau dunia mengeluarkan satu mata uang global yang persebarannya diatur badan IMF (International Monetary Fund). Hmm.. tapi rupanya menghapus 180 mata uang tadi dengan 1 mata uang baru tak semudah itu, Ferguso. Memang apa sih yang bakal terjadi seandainya cuma ada 1 mata uang di dunia??

1. Yang jelas, jika ide di atas benar-benar diterapkan, kita nggak perlu repot-repot menukarkan uang setiap akan bertransaksi di negeri orang

Money changer jadi nggak laku via m.tribunnews.com

Jika sebelumnya kita harus menukarkan rupiah kita ke mata uang lain setiap akan bepergian ke negara tertentu, akan berbeda cerita kalau di dunia ini cuma ada 1 mata uang. Kita nggak perlu lagi tuh repot-repot menukarkan uang dan harus rela kena potongan yang kadang jumlahnya juga lumayan. Mau ke Amerika, ke Eropa, Australia, atau mana pun, kita bisa pakai mata uang yang sama.

2. Selain itu, kemungkinan ekonomi dunia jadi lebih stabil. Kondisi ini bakal menguntungkan negara-negara yang pernah merasakan ketidakstabilan ekonomi seperti Venezuela

Uang Venezuela nggak berharga via www.businessinsider.my

Belum lama ini Venezuela kena hiperinflasi yang sangat parah. Nilai mata uangnya makin nggak berharga. Bahkan untuk membeli tisu aja butuh duit segepok. Uang yang dulu bisa untuk membeli apartemen, sekarang cuma bisa buat beli mentega dan keju. Hiperinflasi ini terjadi karena harga minyak dunia turun, ditambah banyak kebijakan pemerintah yang nggak efektif. Akhirnya krisis ekonomi terjadi.

Advertisement

Mungkin lain cerita kalau di dunia cuma ada satu mata uang, negara-negara macam Venezuela itu bakal lebih stabil ekonominya.

3. Tapi… tunggu dulu. Kalau mata uang dunia beneran jadi satu, sekalinya ada satu negara yang mengalami krisis ekonomi, yang kena bakal satu dunia lo

Krisis ekonomi Venezuela via theconversation.com

Sekilas sih memang praktis ya kalau cuma ada satu mata uang di dunia. Tapi kalau seandainya ada satu negara yang kena krisis ekonomi, dampaknya bakal dirasakan seluruh dunia. Ekonomi dunia jadi nggak stabil, seperti saat krisis moneter tahun 2008 lalu, sejumlah negara yang menggunakan dolar AS untuk transaksi perdagangannya jadi ketar-ketir.

4. Penerapan satu jenis mata uang ini juga bakal bikin negara-negara dunia kehilangan kedaulatannya. Yang tadinya mereka mengatur kebijakan ekonominya sendiri, jadi harus ngikut “pusat”

Advertisement

Negara jadi kehilangan kedaulatannya via www.letsflycheaper.com

Penerapan sistem mata uang tunggal secara nggak langsung bakal membuat negara-negara dunia kehilangan “power”nya. Ini karena mereka jadi nggak punya keleluasaan dan kekuasaan untuk mengatur sistem moneternya sendiri. Bayangin aja yang tadinya bebas bikin kebijakan ekonomi, mengatur keuangannya sendiri, jadi apa-apa harus ngikut “pusat”. Soal siapa yang bakal jadi “pusat”nya aja juga pasti menimbulkan kontroversi karena rentan disisipi konflik kepentingan. Susah lo menyamakan ratusan “kepala” biar satu tujuan. Jadi makin ribet, ya, kan??

Itulah sederet hal yang mungkin terjadi ketika di dunia ini cuma ada 1 jenis mata uang. Sistem mata uang tunggal ini ternyata bakal lebih banyak membawa kerugian dibanding keuntungan. Nggak heran walau idenya sudah dicetuskan sejak abad ke-16, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda sistem tersebut akan diterapkan. Soalnya ngeri sih~

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE