Penuh Sukacita, Filipina Akhirnya Raih Emas Pertama Sejak Ikut Olimpiade Tahun 1924

Medali emas pertama Filipina sejak olimpiade

Indonesia menjadi negara yang sedang kesulitan dalam menangani pandemi Covid-19. Kendati begitu, kondisi setiap negara dalam menangani pandemi ini berbeda-beda. Seperti halnya Jepang, negara Asia Timur tersebut terhitung dapat mengendalikan pandemi. Karena hal tersebut, Olimpiade Tokyo 2021 akhirnya tetap digelar di sana.

Advertisement

Terlepas dari kontroversi dan penolakan warga Jepang, Olimpiade Tokyo 2020 memang menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat dunia. Setiap negara yang mengikuti ajang olahraga tersebut berlomba-lomba untuk memenangkan pertandingan demi mendali emas negaranya. Sejumlah atlet berusaha mengeluarkan kemampuan terbaiknya demi mengharumkan bangsanya. Salah satu negara yang mendapat sorotan adalah Filipina. Kenapa?

Setelah mengikuti Olimpiade sejak tahun 1924, Filipina akhirnya meraih medali emas pertamanya. Selain itu, mereka juga mencetak rekor baru di Olimpiade untuk cabang olahraga angkat besi

Diaz saat Olimpiade Tokyo 2021/Credit: Sports SindoNews

Ada momen spesial yang terjadi dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Momen tersebut ditorehkan oleh negara Filipina. Negara tetangga Indonesia ini berhasil membuat sejarah bagi negara mereka sendiri. Pasalnya, Filipina telah mendapatkan medali emas pertama mereka sejak ikut serta Olimpiade pada tahun 1924. Tentu saja raihan medali emas ini disambut sukacita oleh masyarakat Filipina, termasuk oleh para pejabat dan pemimpin negara tersebut.

Raihan medali emas yang ditorehkan Filipina tersebut dicetak oleh lifter bernama Hidilyn Diaz. Diketahui, Diaz adalah seorang atlet cabang angkat besi nomor 55kg putri. Ia menjadi yang terbaik dalam cabang olahraga tersebut pada Olimpiade Tokyo 2020 ini. Nama Diaz langsung harum dan mendapatkan sorotan dunia, terutama media-media tanah kelahirannya. Ia adalah pahlawan yang meraih sejarah. Perjuangannya bagi Filipina berhasil meraihkan medali emas pertama sejak negara tersebut ikut Olimpiade berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Advertisement

Karena berhasil mencetak rekor, Diaz diganjar bonus 9,5 miliar rupiah dari presiden, 10 juta rupiah dari Badan Olahraga dan satu buah rumah dari para pengusaha di Filipina

Diaz mendapatkan medali emas olimpiade/Credit: Medcom

Seperti sudah dibahas sebelumnya, nama Diaz memang sedang banyak dibicarakan. Dalam cabang olahraga yang ia lakoni, Diaz mencatat total angkatan 224 kg dari 97 kg di angkatan snatch dan 127 kg di clean & jerk. Torehan spektakuler ini menjadi rekor baru di Olimpiade. Diaz sendiri mengungguli atlet dari China, Liao Qiuyun. Sang lifter Negeri Bambu tersebut harus puas dengan meraih medali perak. Setelahnya ada atlet asal Kazakhstan, Zulifiya Chinshanlo yang mendapat medali perunggu.

Raihan rekor dan emas yang ditorehkan oleh Hidilyn Diaz membuat negara Filipina berbahagia. Setelah menang, Diaz diketahui diganjar bonus sebesar 33 juta peso atau setara dengan 9,5 miliar rupiah. Bonus yang diterima oleh Diaz ini diumumkan langsung oleh Harry Roque juru bicara Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. Dalam pengumumannya, bonus tersebut belum termasuk bonus yang diberikan oleh Badan Olahraga Filipina dan sejumlah pengusaha. Diketahui, Badan Olahraga Filipina akan memberikan 10 juta rupiah. Sementara para pengusaha telah menjanjikan sebuah rumah yang hendak diberikan pada sang atlet.

Wah keren banget ya Hadilyn Diaz. Dengan perjuangan dan kerja keras, ia akhirnya bisa menorehkan sejarah dan mengharumkan nama negaranya. Tentu saja ganjaran yang ia terima begitu sepadan dengan apa yang ia peroleh dan perjuangkan. Semoga saja kita bisa menjadikan Diaz sebagai inspirasi untuk bekerja lebih keras demi mencapai yang kita inginkan. Semangat!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE