Memahami Perasaan Hewanmu Tanpa Bicara Lewat Jasa Animal Communicator

Animal communicator

Kucingmu yang biasanya suka ngeong-ngeong, tiba-tiba berubah jadi pendiam. Awalnya suka dielus dan dimanja, tapi sekarang malah nyakar jika kamu mulai mendekat. Kamu mulai cemas kalau ada sesuatu. Sayangnya kucingmu nggak bisa diajak bicara jadi kamu nggak bisa tahu perasaannya.

“Apa kucingku sakit, ya?” pikirmu dengan penuh tanda tanya.

Konon hewan juga sama dengan manusia, punya hati dan pikiran. Nah, sayangnya bahasa manusia dan hewan kan berbeda.

Kendati demikian, kamu nggak perlu berkecil hati. Berkomunikasi dan memahami hewan piaraan itu bukanlah hal yang mustahil. Melalui jasa animal communicator, kamu bisa tahu arti di balik perubahan perilaku hewan kesayangan. Animal communicator mulai banyak diperbincangkan dan diburu akhir-akhir ini, terutama oleh para pemilik hewan. Tapi, banyak orang masih belum tahu dan paham jasa animal communicator yang terbilang unik ini.

Beda dengan dog whisperer, animal trainer, atau pawang hewan, animal communicator dilatih untuk memahami dan bicara dengan hewan dengan pendekatan emosional

Saat pertama kali mendengar istilah animal commmunicator, kebanyakan orang masih bingung dan sering mengaitkannya dengan dog whisperer atau animal training. Di Indonesia sendiri, orang lebih familier dengan pawang hewan ketimbang animal communicator. Apa yang membedakan pawang hewan, dog whisperer dan animal communicator?

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE