Kota Muzaffarpur di India bagian utara sejak tahun 1995 menyimpan sebuah misteri yang cukup mengerikan. Tiap musim panas datang yakni sekitar bulan Mei hingga Juni, sejumlah besar anak-anak di daerah tersebut seringkali terserang penyakit mematikan. Gejala awalnya menyerupai demam yang cenderung berakhir dengan kondisi kejang-kejang, sampai akhirnya penderita kehilangan kesadaran. Bahkan pada tahun 2014 yang lalu, dari 390 anak yang dirawat dengan gejala-gejala ini, 122 diantaranya meninggal dunia.

Sejak tahun 1995, para dokter dan peneliti tidak bisa menjelaskan secara sempurna penyebab epidemi di kota Muzaffarpur ini. Penyebab penyakit misterius ini akhirnya baru terungkap di awal tahun 2017. Sebuah penelitian terbaru dari The Lancet Global Healthmengklaim telah berhasil menemukan asal muasal penyakit mematikan yang telah ‘menghantui’ kota ini selama lebih dari satu dekade. Hasil penelitian ini mengejutkan semua orang sampai-sampai jadi headline berbagai berita internasional. Kenapa? Ternyata penyakit mematikan ini disebabkan oleh buah biasa yang sama sekali tidak pernah tampak berbahaya, leci.

Penyakit yang disebut oleh penduduk lokal sebagai ‘chamki ki bimari’, tampaknya hanya menyerang anak-anak dengan gizi buruk di wilayah perkebunan leci India ini

setiap musim panas, rumah sakit di wilayah kota ini akan penuh dengan anak-anak

Sudah curiga, tapi sulit dipercayai leci bisa menyebabkan penyakit mematikan ini via liputan6.com

Advertisement

Setelah diamati apa yang terjadi setiap tahunnya, ternyata jenjang waktu terjadinya wabah ini memiliki kesamaan dengan musim leci di kota tersebut. Dijuluki warga lokal sebagai ‘chamki ki bimari’ atau penyakit ‘tinsel’, 40% penderitanya yang hampir semuanya anak-anak meninggal. Awalnya gejala demam biasa, anak-anak ini meninggal dengan kondisi peradangan dan pembengkakan otak. Pada studi tahun 2014, para peneliti menganalisis hampir 400 masalah anak yang mengalami penyakit otak misterius ini. Mereka membandingkan dengan sekitar 100 anak-anak yang tidak mengidapnya.

Dari analisis darah dan sampel cairan tulang belakang anak-anak dengan penyakit ini, memperlihatkan bahwa mereka tidak memiliki tanda-tanda infeksi. Namun kemudian, sebuah studi dari sampel urin menyebut bahwa beberapa dari anak-anak yang sakit memiliki bukti paparan beberapa racun yang ditemukan dalam biji leci. Tapi, leci? Bukankah buah kecil ini sering dimakan oleh sebagian masyarakat di dunia?

Walau banyak orang lainnya yang memakan buah leci tanpa menjadi sakit, peneliti menyebutkan bahwa masalah anak-anak ini ialah mengonsumsinya saat perut masih benar-benar kosong

siapa yang percaya kalau buah ini penyebabnya?

Leci ternyata bisa berbahaya via www.sbs.com.au

Hasil penelitian memperlihatkan, anak-anak yang memakan buah leci memiliki kemungkinan hampir 10 kali lipat untuk menderita penyakit otak, dibandingkan dengan mereka yang tak memakannya ataupun tidak pergi ke kebun leci. Racun yang ditemukan dalam urin ialah hypoglycin dan methylenecyclopropyl glisin. Racun ini sangat umum ditemukan pada buah yang masih mentah, namun dalam kasus ini kandungan racunnya sangat tinggi dan berbahaya.

Advertisement

Hasil penelitian lainnya, anak-anak yang melewatkan waktu makan malam mereka akan beberapa kali lebih mungkin terjangkit penyakit otak ini. Selain adanya racun, kadar gula darah penderitanya juga sangat rendah, dan metabolisme tubuh mereka bermasalah akibat sebelumnya tidak makan.

Maka dari itu, penyakit misterius ini menjangkit wilayah dimana gizi anak-anaknya buruk sehingga seringkali tidak makan teratur

keceriaan mereka bisa terenggut gara gara leci

Leci yang dimakan dengan kondisi perut kosong, bisa menyebabkan kematian via www.sndayp.org.in

Saat anak-anak melewatkan makan malam, kadar gula darah mereka akan turun. Dan ketika hal ini terjadi, tubuh akan secara otomatis mengolah asam lemak untuk menghasilkan glukosa. Ketika si anak memakan leci, racunnya akan turut mengintervensi jalannya proses metabolisme tadi. Akibatnya, anak-anak akan terjangkit radang otak. Di pagi hari biasanya mereka akan bangun dengan berteriak sebelum akhirnya menderita kejang dan kehilangan kesadaran. Setelah diperiksa, dokter akan mengatakan ada pembengkakan akut di otak.

Kesimpulannya, faktor penyebab kematian anak-anak di Muzaffarpur adalah buah leci yang dikonsumsi oleh anak-anak dengan status gizi buruk di sana. Jadi nggak mutlak hanya buah lecinya saja ya

Dalam jurnal yang sama disebutkan, sebagian besar korban ialah anak-anak miskin di wilayah utama perkebunan penghasil leci. Mereka kebanyakan mengonsumsi leci yang telah jatuh ke tanah di kebun buah. Para petugas kesehatan di sana kini semakin rajin mengingatkan para orang tua untuk memastikan anak-anak mendapat makan sebelum mengonsumsi leci. Tentu saja, mereka juga harus membatasi konsumsi leci anak-anaknya. Sebab, leci memang mengandung racun yang dapat menghambat kemampuan tubuh untuk memproduksi glukosa.

Tak hanya di India, penyakit ini juga mewabah di Bangladesh dan Vietnam. Karena memang buah leci yang jadi penyebabnya, kamu yang di Indonesia juga hati-hati ya. Karena apa-apa yang berlebihan itu nggak baik, jangan sampai konsumsi buah ini kelewat banyak. Walaupun nggak ada yang ngingetin, jangan pernah lupa makan ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya