Percaya atau tidak, di sekeliling kita terdapat orang-orang yang seakan-akan mengalami mukjizat di dalam hidupnya. Salah satunya adalah kisah populer ketika ada orang yang tiba-tiba menjadi jenius setelah mengalami kecelakaan atau trauma di kepala. Dari orang yang menjadi ahli main piano setelah kecelakaan walaupun sebelumnya tidak pernah belajar atau menyentuh piano, sampai yang tiba-tiba fasih menggunakan bahasa asing. Walaupun banyak yang skeptis dan tidak percaya, namun ini fenomena nyata lho guys.

Sebagaimana dilaporkan BBC, ada 25 kasus orang ‘jenius mendadak’ di dunia ini yang bisa diverifikasi dan dibuktikan. Langka sih, tapi benar-benar terjadi. Kalau dipikir-pikir hal seperti itu rasanya sulit sekali diterima oleh akal sehat, namun fenomena tersebut ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah lho guys. Bagi yang penasaran, yuk cari tahu bareng-bareng Hipwee News & Feature!

Secara medis, fenomena ini disebut ‘sudden savant syndrome‘ yaitu kondisi di mana seseorang tiba-tiba memiliki kemampuan luar biasa setelah cidera otak atau penyakit

Fotografer dan inovator terkenal dunia Eadweard Muybridge, sebelumnya hanya pemilik toko buku biasa via nicholasspyer.com

Advertisement

Salah satu kasus pertama yang menarik perhatian dunia adalah kisah kehidupan fotografer dan inovator ternama, Eadweard Muybridge (1830-1904). Sebelum kecelakaan yang membuatnya tidak sadarkan diri selama 9 hari, Muybrigde hanya lah pemilik toko biasa yang ramah namun penuh perhitungan dalam bisnis. Baru setelah sadar dari koma, ia tiba-tiba menjadi pribadi yang berbeda. Bukan hanya menjadi temperamental dan tidak bisa ditebak, Muybrigde mendadak jadi jenius dalam fotografi dan menemukan banyak inovasi canggih. Kisah pemilik toko buku yang tiba-tiba jadi fotografer jenius inilah, yang membuat banyak orang mulai berspekulasi akan adanya hubungan langsung antara kecelakaan dan kejeniusannya.

Setelah kasus Muybrigde, ada dua teori besar yang berupaya menjelaskan fenomena sudden savant syndrome atau sindrom savant mendadak ini.

Teori pertama berkeyakinan bahwa otak yang cidera justru memicu proses regenerasi organ besar-besaran. Kepala yang terbentur efeknya mirip obat yang meningkatkan ‘hormon kebahagiaan’ di dalam otak

Jason Padgett, salah satu orang yang mengalaminya via www.youtube.com

Masih dilansir dari BBC, kepala yang terbentur memiliki efek yang mirip dengan obat bernama LSD yaitu obat psychedelic yang diperkirakan dapat menambah kreativitas diri dengan meningkatkan kadar serotonin (“hormon kebahagiaan”) di dalam otak. Pasalnya, otak ternyata mengeluarkan serotonin alami ketika sedang cidera atau mengalami trauma sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan kondisi yang disebut synaesthesia, yaitu terdapat lebih dari satu daerah di dalam otak yang diaktifkan bersamaan dan indera yang biasanya terpisah akan dihubungkan.

Advertisement

Bagian-bagian otak yang tiba-tiba menjadi lebih aktif dan terhubung inilah, ditengarai jadi penyebab seseorang mendadak jadi jenius.

Berbeda dari penjelasan hormon ‘bahagia’, teori kedua justru mengulik keseimbangan otak kanan dan kiri. Banyak orang jenius di suatu bidang, ternyata justru terbelakang dalam hal-hal lain

Salah satu bagian otak sangat aktif, sedangkan bagian lainnya justru lemah via unsplash.com

Kajian ini muncul pada sekitar tahun 1998, yakni ketika sekelompok ahli syaraf mengamati pasien-pasien penderita demensia atau kepikunan yang sebelumnya berprofesi sebagai seniman. Meski kehilangan ingatan, penggunaan bahasa, dan kemampuan sosial, uniknya keterampilan artistik pasien-pasien tersebut tetap terjaga, bahkan ada yang semakin baik. Kondisi ini disebut frontotemporal dementia. Otak kanan yang mempengaruhi ekspresi kreatif justru memiliki ruang berkembang lebih, ketika aktivitas di otak kiri yang mengatur logika dan bahasa menurun.

Akibatnya banyak orang yang tiba-tiba jadi pelukis atau pemain piano handal, meski tidak lagi bisa berkomunikasi atau berperilaku secara normal. Perubahan ini terlihat ekstrem karena otak kiri memang mendominasi aktivitas manusia pada umumnya. Menurut teori ini, mereka yang kehilangan fungsi otak kirinya justru mampu mengembangkan otak kanannya secara luar biasa.

Tidak hanya pada mereka yang mendadak jenius karena kecelakaan, teori keseimbangan otak ini juga diyakini bisa menjelaskan jenius-jenius pada umumnya. Satu dari 10 orang autis, nyatanya juga memiliki sindrom savant

Banyak orang jenius yang menderita autisme atau memiliki masalah sosial via www.lifehack.org

Salah satu teori menunjukkan kalau autisme muncul dari tingkat serotonin yang rendah secara abnormal di belahan otak kiri di masa kanak-kanak, yang mencegah daerah ini berkembang secara normal. Hal ini membuat otak sebelah kanan menjadi lebih aktif. Maka tidak heran jika banyak seniman atau artis memang dikenal dengan sifatnya yang sangat ekspresif, meledak-ledak, atau bahkan temperamental. Mereka yang dikenal sebagai jenius di suatu bidang, biasanya juga tidak berkembang di bidang lain dan memiliki kesulitan bergaul secara sosial.

Menariknya gejala ini juga dialami secara terbalik oleh banyak penderita sindrom savant mendadak. Seperti Muybridge yang awalnya dikenal ramah, tiba-tiba menjadi temperamental dan bahkan akhirnya dihukum karena membunuh selingkuhan istrinya. Secara umum, hampir semua penderita sudden savant syndrome atau jenius mendadak, pasti juga mengalami gejala autisme seperti masalah sosial dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).

Menarik banget ya, ternyata ada penjelasan ilmiah di balik fenomena yang seringkali kita kira sebagai mukjizat ini. Tapi ya lagi-lagi, penjelasan ini hanya merupakan kesimpulan dari berbagai studi yang bahkan masih diperdebatkan. Jadi kalau kamu masih percaya bahwa seseorang yang mendadak jenius itu mukjizat, ya sah-sah saja lho…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya