MRT di Jakarta Bakal Diresmikan 24 Maret Besok. Sebelumnya, Pahami Dulu Bedanya MRT Sama LRT dan KRL

Beda MRT, LRT, dan KRL

Buat kamu yang mengikuti Pak Jokowi di Instagram, pasti tahu unggahannya saat menjajal MRT di Jakarta beberapa waktu lalu. Sejak 12 Maret lalu sampai 2 minggu setelahnya, layanan transportasi kereta api listrik ini memang sedang memasuki tahap uji coba. Masyarakat yang tertarik bisa mendaftar dan mencoba naik MRT secara gratis. Nggak cuma Jokowi saja, Gubernur DKI Anies Baswedan dan Menkeu Sri Mulyani juga dikabarkan turut ‘mencicipi’ moda transportasi ini.

Advertisement

MRT di Jakarta rencananya bakal diresmikan tanggal 24 Maret besok. Lah, bukannya sudah ada KRL ya? Memangnya apa bedanya KRL sama MRT? Nah, biar nggak bingung, ada baiknya kamu mengetahui dulu, sebenarnya apa sih bedanya MRT dan KRL? Dan apa pula itu LRT, proyek kereta listrik yang masih dalam proses pembangunan ini? Mari simak ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

1. Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line saat ini sudah jadi andalan masyarakat ibukota, dikelola oleh PT. KAI Commuter Jabodetabek, dan setidaknya memiliki 6 rute

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line via www.harnas.co

KRL jelas sudah bukan moda transportasi yang asing lagi bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, terutama para pekerja dan pelajar. Setiap harinya, mungkin mereka memanfaatkan kereta listrik satu ini. KRL sendiri seperti dikutip Kompas, memiliki 6 rute yang menghubungkan Bogor, Tangerang, Bekasi, Rangkasbitung, dan Jakarta Kota.

Rangkaian KRL ini terdiri dari 8-10 gerbong. Dengan gerbong sebanyak itu, KRL bisa menampung sekitar 2.000 penumpang. Pemerintah menargetkan 1,2 juta penumpang setiap harinya. Untuk jalur lintasannya sendiri ada yang layang, ada yang di atas tanah. Tapi yang ada di jalur layang cuma jurusan Manggarai-Jakarta Kota sih, sisanya berjalan di atas tanah dengan perlintasan sebidang, artinya dia melewati jalan raya gitu. Yang tadinya ditujukan mengurangi kemacetan, dengan seringnya palang pintu kereta dibuka-tutup, jadi tetap aja menimbulkan kemacetan.

Advertisement

2. Lain KRL, lain pula MRT. Moda transportasi satu ini sebetulnya mirip-mirip KRL sih, cuma kalau ditelaah tetap aja ada perbedaannya

Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu via wartakota.tribunnews.com

MRT atau Mass Rapid Transit –biasa disebut juga Moda Raya Terpadu– merupakan moda kereta api listrik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini. Serupa namun tak sama, kalau LRT punya 8-10 gerbong, MRT hanya punya 6 gerbong. MRT bisa mengangkut 1.950 penumpang dan ditargetkan dapat membawa 173.400 orang setiap harinya. Bedanya yang lain, MRT ini nggak akan mengganggu jalan raya karena akan beroperasi di jalur layang dan bawah tanah. Jadi harapannya kereta bisa datang tepat waktu. Oh ya, MRT katanya bakal beroperasi tanpa masinis lo, Guys! Wah sudah macam di luar negeri aja ya~

3. Selain KRL dan MRT, masih ada lagi LRT. Proyek transportasi satu ini belum juga beroperasi, karena masih dalam tahap pembangunan. Hmm, lama juga ya, padahal wacananya sudah ada sejak Ahok menjabat jadi gubernur

Light Rapid Transit atau LRT via www.cnbcindonesia.com

Dibanding KRL dan MRT, Light Rapid Transit atau LRT ini kapasitasnya jauh lebih kecil, cuma 600 penumpang, karena memang jumlah gerbongnya hanya 2-4 buah. Tapi pemerintah menargetkan penumpangnya bisa mencapai 360.000 per harinya. Mungkin karena LRT memang diharapkan bisa datang 2-3 menit sekali ya. Untuk perlintasannya, LRT akan berada di jalur layang, Guys. Nah, ini juga kali yang bikin LRT bisa datang tepat waktu, karena nggak harus melewati palang kereta api.

Nah, soal rute, ternyata MRT masih akan difokuskan untuk wilayah DKI Jakarta dulu, Guys. Sedangkan LRT rencananya akan menjangkau daerah-daerah urban di sekitar ibukota. Gimana? Sudah paham kan bedanya? Ada yang sudah mencoba MRT belum nih?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

CLOSE