Hadapi Krisis Karena Pandemi, Nelayan Inggris Sampai Jual Hasil Tangkapan Lewat Facebook

Nelayan Inggris jual ikan online

Jumlah penyebaran virus corona belum juga menunjukan penurunan angka infeksi. Sama seperti di negara-negara lain, Inggris juga mengalami hal serupa. Menurut laporan terakhir Worldmeter, kasus infeksi di Inggris telah mencapai 177,454 kasus dengan 27,510 angka kematian. Selain menghambat pekerjaan orang yang tinggal di perkotaan, pandemi corona juga berhasil membuat para nelayan di Inggris mengalami krisis dan kesulitan menjual hasil tangkapannya.

Advertisement

Industri perikanan di Inggris biasanya ramai dibeli oleh pasar luar negeri. Karena banyak negara-negara menerapkan lock down, kini mereka merana. Hasilnya para nelayan Inggris harus menjual ikan tangkapannya secara langsung ke konsumen melalui Facebook. Pengen tahu selengkapnya? yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Karena permintaan hasil laut menurun, para nelayan, pemasok ikan serta pembeli berkumpul di grup Facebook bernama Jersey Alternative Fish Market

Promosi penjual Ikan Inggris di Facebook via www.facebook.com

Seorang nelayan bernama Davi yang berasal dari Jersey, kepulauan Channel, Inggris David kini menjual hasil tangkapannya di media sosial Facebook. Dilansir dari Kompas, para nelayan menjual hasil tangkapannya di Facebook karena pasar penjualan luar negeri tersendal karena corona. Biasanya, para nelayan Inggris menjual hasil tangkapannya ke Spanyol, Perancis, Italia dan China.

Untuk menyiasati penurunan permintaan dan tetap bertahan di tengah pandemi seorang berana Jez Strickland membuat grup bernama Jersey Alternative Fish Market di Facebook.  Kini di grup tersebut berkumpul para nelayan pemasok dan pembeli yang dapat melihat hasil tangkapan nelayan setiap hari. Di grup itu pula pembeli dapat memesan dan mengambil hasil tangkapan secara langsung ke tempat penimbangan.

Advertisement

Kini seluruh nelayan di Inggris sedang menghadapi krisis besar-besaran karena pandemi virus corona

Ternyata nelayan Inggris sangat menggantungkan pemasukan dari penjualan ekspor kepiting dan lobster, seperti dilansir Kompas. Diketahui Inggris mengekspor 70 persen hasil lautnya ke negara-negara Eropa dan Asia. Setelah virus corona merebak dan banyak negara yang menutup pasar laut mereka, nelayan Inggris kelabakan. Contohnya jika sebelumnya kepiting dan lobster berharga mahal, kini harganya murah.

Menurut Ilmuwan, penurunan permintaan makanan laut akan membantu pemulihan populasi ikan

Nelayan dan Kepiting via fishingnews.co.uk

Selain terlalu menggantungkan pasar ke luar negeri, ternyata penurunan permintaan juga diakbiatkan karea konsumsi makanan laut orang Inggris sendiri. Siapa sangka masyarakat Inggris hanya mengkonsumsi 5 produk utama yakni ikan cod, haddock, salmon, udang dan tuna.

Advertisement

Banyak hasil tangkapan seperti kepiting, lobster, cumi namun semua tangkapan tersebut hanya diminati pasar luar negeri.

Menurut seorang ahli perikanan di University of York, Bryce Beukers-Stewart penurunan permintaan dari pasar laut akan mengubah pola konsumsi manusia kedepannya. Di kasus yang lebih radikal dan dramatis, penurunan permintaan hari ini akan membantu memulihkan populasi makhluk laut.

Semoga saja virus corona segera berlalu dan para nelayan dapat menjual dan menghidupi keluarganya seperti biasa, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE