Postingan-postingan memberitakan parahnya musibah banjir bandang yang melanda Gowa dan sebagian wilayah Sulawesi Selatan kemarin, membanjiri lini media massa. Selain terlihat bagaimana sejumlah pemukiman warga sudah terendam banjir tinggi, ada juga video viral memperlihatkan bangunan besar sampai bisa hanyut terbawa arus yang cukup deras. Teriakan histeris warga juga terdengar.

Selain itu ada juga foto viral yang membuat banyak orang terenyuh. Dalam foto itu tampak seorang nenek berusaha menyelamatkan cucunya sambil berpegangan pohon dengan banjir yang sudah mencapai lehernya. Banyak juga orang yang kaget dan sedih begitu mendengar kabar terbaru kalau nenek yang ada dalam foto tersebut, baru saja meninggal dunia. Tetapi nenek yang kemudian diketahui bernama Nenek Nur itu bukan meninggal karena terhanyut atau tenggelam. Supaya netizen tidak berspekulasi macam-macam, anaknya kemudian memberikan klarifikasi. Buat kamu yang penasaran dengan info selengkapnya, simak deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini.

Sebelum ada berita duka ini, foto Nenek Nur viral dimana-mana. Banyak orang simpati dengan perjuangannya menyelamatkan cucunya di tengah banjir yang sudah setinggi leher

Foto nenek yang viral saat menggendong cucunya di tengah banjir via www.polhukam.id

Advertisement

Wajah Nenek Nur dan cucu saat berjuang bertahan di tengah banjir bandang, banyak tersebar di dunia maya. Publik begitu bersimpati dengan perjuangan nenek itu menggendong cucunya sambil berpegangan pada pohon. Tapi ada juga yang mengomentari orang yang memotret si nenek: bukannya menolong malah sibuk mendokumentasikan. Komentar-komentar miring itu sampai ditanggapi oleh anak dari Nenek Nur, orang yang ternyata memotretnya. Ia mengunggah story di Instagram yang menjelaskan kalau saat itu ia memotret ibunya sendiri untuk mengabari kakaknya.

Klarifikasi anaknya via www.instagram.com

Namun sayang, sehari setelah Nenek Nur berjuang melintasi banjir, ia meninggal dunia di RS Syech Yusuf. Banyak yang mengira kalau nenek ini tidak selamat karena terjebak banjir. Padahal ia meninggal karena serangan jantung

Nenek Nur meninggal dunia karena serangan jantung via www.instagram.com

Foto Nenek Nur terjebak banjir itu terjadi hari Selasa, 22 Januari kemarin. Kalau dilansir dari keterangan anaknya, Nenek Nur berhasil diselamatkan dari terjangan banjir dan mengaku tidak ada keluhan. Ia juga sempat dirawat sebentar di klinik sebelum akhirnya dibawa pulang pihak keluarga. Tapi Rabu sorenya, atau selang sehari dari kejadian, Nenek Nur mengeluh penglihatannya gelap. Pihak keluarga pun membawanya ke RS Syech Yusuf, Kabupaten Gowa. Namun sayang, nyawa Nenek Nur tidak bisa tertolong karena serangan jantung mendadak.

Meski kabarnya ia meninggal bukan karena terjebak banjir, tapi banjir besar di Sulsel ini tidak main-main lo bahayanya. Sampai saat ini sudah ada 6 warga tewas dan 4 jembatan putus

Potret mengerikan banjir Sulsel, katanya yang terparah 10 tahun terakhir lo via www.suara.com

Saat diselamatkan dari banjir, Nenek Nur memang tidak mengeluhkan apa-apa. Ia juga sempat pulang ke rumah. Tapi karena serangan jantung, nyawanya tidak tertolong. Meskipun ia meninggal bukan karena terjebak banjir, tapi bukan berarti banjir di Sulsel ini tidak parah lo. Seperti dilansir Viva, banjir ini terjadi setelah debit air di Bendungan Bili-bili, Gowa, meningkat hingga 101,39 meter akibat intensitas hujan yang tinggi. Pintu air terpaksa dibuka karena kalau tidak, bendungan terbesar di Sulsel itu bisa jebol. Tapi dibukanya pintu air ini membuat volume air Sungai Jeneberang juga meningkat, akhirnya air meluap sampai ke pemukiman warga.

Advertisement

Dikutip Kompas, banjir ini melanda 6 wilayah: Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Soppeng. Sampai artikel ini ditulis, kabarnya sudah ada 9 orang meninggal, 6 orang hilang, dan lebih dari 3.000 orang mengungsi, dari BBC. Selain itu 4 jembatan juga dilaporkan putus serta longsor di sejumlah wilayah di Gowa, melansir keterangan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ihsan.

Saat ini Pemprov Sulawesi Selatan sudah mengerahkan semua personil gabungan dari sejumlah elemen seperti BPBD, Basarnas, Tagana, TNI, dan Polri

Proses evakuasi warga via makassar.tribunnews.com

Sejauh ini pihak terkait sudah melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak. Pemprov juga meminta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk menjaga pintu-pintu air dan memantau aliran airnya. Sedangkan langkah selanjutnya, Pemprov perlu meninjau langsung ke lapangan agar bisa memetakan penanganan berikutnya.

Mari kita doakan agar bencana di Sulawesi Selatan itu segera berlalu ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya