Jelang New Normal, Nestlé Perkenalkan Cara Konsumsi Makanan Sehat & Kebiasaan Jaga Kebersihan Saat Memasak

Nestlé perkenalkan #AmanSebelumMakan

Jelang new normal, berbagai persiapan menjaga diri dari pandemi Covid-19 perlu dilakukan. Tak sekadar pakai masker di manapun dan sering cuci tangan, tapi juga mengatur pola makan yang baik. Selain itu, cara mengolah makanan pun perlu diperhatikan agar segala asupan yang dikonsumsi benar-benar dalam kondisi bersih.

Advertisement

Sebagai perusahaan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masyarakat yang lebih sehat, Nestlé Indonesia memperkenalkan new healthy eating habit. Nestle mengajak masyarakat untuk mulai kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan mempraktikkan kebiasaan-kebiasaan yang membantu menjaga keamanan makanan.

Konsumsi makanan bergizi seimbang penting untuk meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi sambil perhatikan keamanan pangan

Dua komponen utama dalam penerapan new healthy eating habit (Foto: dok. Nestle Indonesia)

Kebiasaan makan sehat sudah banyak diterapkan oleh masyarakat. Namun, pandemi menyadarkan kita untuk mengutamakan konsumsi makanan bergizi seimbang guna meningkatkan imunitas tubuh. Penerapan new healthy eating habit mencakup dua komponen utama, yakni kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memperhatikan keamanan pangan (food safety).

New healthy eating habit yang coba diperkenalkan adalah mengonsumsi beragam makanan yang mengandung gizi seimbang, sesuaikan porsi makanan dengan konsep ‘Isi Piringku’, memperhatikan konsumsi GGL (gula, garam, lemak), mengatur jadwal makan besar dan snack, dan tidak lupa memerhatikan keamanan pangan,”  ungkap Direktur SEAFAST, Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, Msi, di gelaran Kelas Jurnalis Online ‘Food Safety di Tengah Pandemi #AmanSebelumMakan’ yang digelar Rabu (17/6/2020) di Nestlé Indonesia Facebook Page.

Terdapat lima kunci keamanan pangan yang harus diterapkan masyarakat sesuai standar WHO2 dan BPOM3 di Indonesia. Pertama, mencuci tangan dan peralatan masak sebelum mengolah makanan. Kedua, memisahkan peralatan memasak (seperti pisau dan talenan) dan wadah untuk pangan mentah dan matang. Ketiga, memasak dengan benar dan matang. Keempat, menyimpan makanan sesuai dengan suhu aman yang dianjurkan. Terakhir, selalu gunakan air dan bahan makanan yang aman, yang bebas dari cemaran fisik (kerikil, steples), biologis (rasa dan bau menyimpang), kimia berbahaya (pestisida, herbisida), dan menggunakan air jernih yang tidak berbau dan berasa.

Nestle terus berkomitmen menjaga stabilitas produksi dan distribusi  makanan dan minuman berkualitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat

Nestlé berkomitmen dalam menjaga stabilitas produksi dan distribusi produk-produk makanan dan minuman berkualitas (Foto: dok. Nestle Indonesia)

Nestle menjalankan komitmen dengan mengacu pada empat pilar dalam kebijakan mutu, yaitu berkomitmen pada seluruh konsumen, menjaga keamanan dan kepatuhan produk, mempertahankan preferensi dan konsistensi, dan memastikan tidak ada kecacatan produk dan tidak menghasilkan limbah. Berkaitan dengan pelaksanaan produksi makanan dan minuman di tengah masa pandemi, Nestlé menempatkan kesehatan dan keamanan para karyawan, mitra bisnis serta konsumen sebagai prioritas utama dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan lembaga-lembaga kesehatan dunia serta memperketat standar kebersihan di lini produksi dan distribusi.

Advertisement

“Di Nestlé, kami memiliki komitmen untuk terus menjaga stabilitas produksi dan distribusi produk-produk makanan dan minuman berkualitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia,” ungkap Head of Corporate Quality Management Nestlé Indonesia, Anas Noor Wahid.

Sinergi yang baik antara masyarakat, produsen, pemerintah, serta lembaga-lembaga terkait memainkan peranan penting agar kualitas, keamanan, dan nilai nutrisi pangan terjaga dengan baik agar masyarakat tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit dan virus.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE