Nyaris Tertipu Saat Melamar Kerja, Fresh Graduate Ini Bagikan Pengalaman “Mencekam”-nya

Nyaris tertipu saat melamar kerja

Kadang-kadang sulitnya cari kerja bikin orang nggak sempat berpikir panjang. Itulah yang dialami Patricia Gabrielle, seorang fresh graduate dari Jakarta. Karena ingin cepat dapat pekerjaan padahal belum punya pengalaman, dia mendaftar ke sejumlah lowongan sekaligus. Ternyata salah satu lowongan itu hampir membuatnya celaka. Melalui akun Twitter @patriciagabby, dia berbagi pengalamannya saat nyaris tertipu suatu perusahaan.

Advertisement

Thread yang dibuat pada Selasa (23/7) itu langsung ramai. Sejumlah warganet menanggapi cerita Patricia dengan berbagai reaksi. Ada yang pernah punya pengalaman serupa, ada juga yang memberi tips supaya nggak tertipu lowongan kerja “bodong” atau mencurigakan. Yuk kita simak selengkapnya.

Patricia, seorang fresh graduate dari Jakarta, mendaftar lowongan kerja yang kelihatan menggiurkan. Syaratnya mudah tapi gaji mencapai 7 juta

Syarat dan fasilitas yang disediakan perusahaan itu via twitter.com

Suatu hari Patricia menemukan lowongan kerja dari perusahaan pasokan alat industri. Mereka mencari lulusan SMP/SMA/SMK sederajat. Syarat untuk pendaftarnya gampang, tapi gaji yang ditawarkan menggiurkan: 3,9 juta sampai 7 juta. Patricia pun langsung mendaftar lewat website Jooble. Beberapa waktu kemudian, dia diundang untuk wawancara langsung di kantor perusahaan itu. Patricia sempat mencari informasi lebih lanjut tentang mereka. Hasilnya, dia nggak menemukan website perusahaan tersebut. Namun dia tetap berusaha optimis dan berpikir kalau hal itu cukup wajar. Namanya juga pencari kerja, kadang-kadang kurang waspada karena kepepet~

Keanehan mulai dirasakan Patricia saat dia datang ke tempat wawancara. Dia dipaksa buat bayar 600 ribu dan tanda tangan kontrak saat itu juga

Chat dari perusahaan untuk Patricia via twitter.com

Patricia pun datang ke kantor perusahaan itu di hari yang dijanjikan. Letaknya di ruko-ruko belakang sebuah bank, cukup tersembunyi dan jarang dilewati orang. Nggak ada papan nama perusahaan sama sekali. Saat bertemu dengan pewawancaranya, Patricia merasa semakin aneh. Dia hanya ditanya tinggal di mana, lalu langsung dinyatakan diterima sebagai staf admin data entry! Betul-betul gampang ya. Namun anehnya, Patricia diminta untuk membayar biaya training 600 ribu saat itu juga. Dia juga dipaksa buat tanda tangan kontrak kerja.

Untungnya, Patricia bisa berkelit dan keluar dari sana dengan selamat. Tetapi masih ada sejumlah pendaftar lainnya, termasuk seorang bapak-bapak tua. Kasihan mereka~

Berani katakan “tidak” via lifehacker.com

Kecurigaan Patricia semakin meningkat. Dia merasa akan ditipu oleh perusahaan ini. Dengan segala alasan, Patricia pun berusaha berkelit dan nggak mau menandatangani kontrak kerja. Akhirnya sang pewawancara membiarkannya pergi asalkan Patricia membayar 30 ribu. Dengan lega, dia pun membayarnya dan segera keluar dari kantor. Di luar, ternyata ada beberapa orang yang sama-sama mendaftar kerja. Salah satunya adalah seorang bapak-bapak tua, badannya udah bungkuk dan rambutnya beruban. Patricia sangat ingin memberi peringatan pada mereka. Namun karena ada satpam-satpam yang menjaga, dia terpaksa mengurungkan niat dan pergi dari sana.

Supaya nggak tertipu, yuk berhati-hati saat mendaftar kerja. Ikuti sejumlah tips dari warganet di thread Patricia ini

Tips untuk para pencari kerja via twitter.com

Pengalaman Patricia bisa jadi pelajaran buat para fresh graduate. Boleh-boleh aja semangat mendaftar berbagai lowongan pekerjaan, tetapi pastikan buat memahami infonya dengan baik ya. Sejumlah warganet berbagi tips di thread Patricia. Akun @tiqachann menyarankan, kalau kita ragu-ragu pada suatu lowongan kerja, lebih baik ajak teman saat wawancara. Jadi lebih aman dan bisa dimintai pertimbangan kalau ada hal yang aneh.

Hati-hati ya para fresh graduate! Banyak orang yang berniat buruk dan ingin menipu kita. Tetapi jangan khawatir, di luar sana masih banyak perusahaan bagus yang menunggumu. Pilih aja dengan penuh pertimbangan~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE