Panduan Ibadah #DiRumahAja Selama Bulan Ramadan. Nggak Perlu Khawatir Pahalanya Berkurang

Panduan ibadah Ramadan selama pandemi

Bulan Ramadan tahun ini datang dalam situasi yang berbeda. Hampir seluruh negara di dunia saat ini sedang berjuang melawan pandemi terburuk dalam 100 tahun terakhir. Akibatnya, kita mesti melakukan banyak sekali penyesuaian, termasuk soal ibadah di bulan Ramadan ini. Imbauan untuk saling jaga jarak membuat kita mesti beribadah dari rumah, nggak ada lagi salat jamaah di masjid, atau buka dan sahur bersama.

Advertisement

Tak hanya bulan puasa yang terasa berbeda, momen lebaran yang tinggal menghitung hari ini juga kemungkinan akan kita laksanakan dengan cara yang berbeda pula. Momen berkumpul keluarga harus ditahan, silaturahmi ke tetangga mesti ditiadakan, kita juga harus menunda ajang reunian atau halal bi halal demi memutus rantai persebaran Covid-19. Melihat kondisi yang seperti ini, mungkin banyak di antara kalian yang bertanya-tanya, bagaimana cara beribadah di tengah pandemi? Apakah jika beribadah dari rumah pahala kita berkurang? Kemenag dan MUI sudah mengeluarkan panduan ibadah selama wabah ini lo. Simak, yuk, uraiannya!

1. Dari awal pandemi ini, pihak-pihak terkait seperti Kemenag dan  MUI sudah ngasih kita umat muslim panduan untuk beribadah selama di rumah aja. Panduan ibadah sejalan dengan syariat dengan fokus menghindari mudarat penularan Covid-19

Salat sendiri di rumah masing-masing via informazone.com

Semenjak virus corona merebak, pihak-pihak terkait sebenarnya sudah mengeluarkan edaran, anjuran, maupun fatwa seputar menjalankan ibadah selama pandemi.

Advertisement

Semuanya mengimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, sesuai dengan kebijakan physical distancing. Seperti salat lima waktu di kediaman masing-masing, atau mengganti salat Jumat dengan salat zuhur di rumah. Panduan itu tentu saja sifatnya hanya sementara, semua tergantung dengan perkembangan pandemi ini. Demi menghindari kemudaratan risiko penularan Covid-19 yang sangat berbahaya, ibadah harus dilaksanakan sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah atau badan berwenang.

2. Muhammadiyah mengeluarkan fatwa untuk mengubah beberapa kalimat azan. Ajakan untuk beribadah bersama di masjid atau musala, diganti dengan ajakan untuk salat di rumah masing-masing

Mengganti pelafalan adzan via www.islampos.com

Azan adalah panggilan atau penanda masuknya waktu salat bagi umat muslim. Muhammadiyah menganjurkan agar umat muslim untuk mengganti beberapa kalimat saat mengumandangkan azan. Jika sebelumnya terdapat kalimat seruan hayya ‘alas-salah (kemarilah laksanakan salat) harus diganti dengan kalimat sallu fi rihalikum (salatlah kalian di kendaraan kalian) atau sallu fi (salatlah kalian di rumah masing-masing).

3. Kementerian Agama dan Muhammadiyah sama-sama menganjurkan untuk salat tarawih bersama keluarga di rumah masing-masing

Salat tarawih di rumah dulu via id.m.wikipedia.org

Selain azan, salat malam Tarawih yang hanya ada di bulan Ramadan juga dianjurkan untuk dilaksanakan di rumah masing-masing. Muhammadiyah dan Kemenag melalui surat edarannya menganjurkan masyarakat untuk salat tarawih berjamaah di rumah bersama keluarga terdekat dulu.

Advertisement

4. Ada juga aturan soal hukum berpuasa bagi tenaga medis, serta larangan menggelar kegiatan buka bersama dan sahur on the road

Hukum puasa tenaga Medis via katadata.co.id

Puasa merupakan ibadah yang cukup berat bagi beberapa profesi, salah satunya tenaga medis. Apalagi saat pandemi kayak gini, beban kerja mereka bisa meningkat berkali-kali lipat. Tenaga medis bisa bekerja sepanjang waktu menangani pasien corona. Melihat kondisi tersebut Muhammadiyah menyatakan kalau tenaga medis boleh tidak berpuasa jika setelah dicoba ternyata nggak kuat. Tapi mereka wajib menggantinya di hari lain sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, Kemenag dan MUI secara tegas melarang kegiatan buka bersama di mana pun tempatnya. Baik buka puasa bersama di masjid apalagi di restoran-restoran. Pun dengan kegiatan sahur on the road yang sudah menjadi tradisi masyarakat di bulan Ramadan.

5. Jika virus corona tak kunjung mereda di hari H lebaran, Muhammadiyah meniadakan kegiatan salat Idul Fitri di masjid. Kemenag juga melarang kegiatan halal bi halal dan silaturahmi yang membuat banyak orang berkumpul secara fisik. Sebagai gantinya mereka bisa melakukannya secara online

Salat Idul Fitri via islam.nu.or.id

Jika penyebaran virus belum juga mereda dan terkendali hingga akhir bulan Ramadan, maka MUI dan Muhammadiyah mengimbau agar salat Idul Fitri di masjid ditiadakan. Dalam Islam, hukum salat Idul Fitri adalah sunnah muakkadah yang berarti dianjurkan untuk dilaksanakan. Jadi walaupun nggak bisa dilakukan di masjid kayak biasanya, salat Id masih bisa dilakukan di rumah bersama keluarga.

Muhammadiyah juga menganjurkan kegiatan takbiran untuk dilakukan di rumah masing-masing, serta melarang sekolah dan organisasi melakukan kegiatan halal bi halal. Silaturahmi tetap dianjurkan namun dilaksanakan secara virtual melalui platform online. 

6. Kementerian Agama menganjurkan masyarakat untuk segera membayar zakat fitrah sebelum memasuki bulan Ramadan. Kementerian juga menghimbau organisasi pengumpul zakat untuk meminimalisir kontak fisik dan melakukan tindakan pencegahan

Pembayaran zakat fitrah via tirto.id

Salah satu rukun Islam adalah membayar zakat. Pembayaran zakat biasanya berupa beras atau makanan pokok. Zakat biasanya diserahkan saat bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idul Fitri melalui masjid atau organisasi penyalur. Namun karena pandemi ini, Kemenag mengajurkan masyarakat membayar zakat sebelum bulan puasa agar penyalurannya dapat dilakukan lebih cepat. Mereka juga mengimbau organisasi pengumpul zakat untuk meminimalisir kontak fisik, memakai masker, dan menyediakan hand sanitizer demi memenuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.

Walau semua ibadah selama bulan Ramadan kita lakukan di rumah, namun hal itu sama sekali nggak membuat pahala kita berkurang lo. Apalagi buat yang setiap harinya terbiasa pergi ke masjid untuk salat berjamaah, meski sekarang harus salat di rumah, tapi pahalanya tetap terhitung seperti salat jamaah di masjid karena sudah jadi kebiasaannya. Terlebih, imbauan ibadah di rumah itu kan sudah berbentuk kebijakan, dan agama Islam mengajarkan kita untuk mematuhi pemimpin, jadi nggak ada alasan bagi kita untuk bersikeras tetap menjalankan ibadah seperti saat belum ada wabah.

Nah, itu dia beberapa panduan beribadah saat bulan Ramadan. Meski mungkin berat untuk dijalani, sebaiknya kita tetap mengikuti panduan-panduan di atas, demi kemaslahatan seluruh masyarakat dunia ya~

Yuk, terus tambah kebaikanmu di bulan ramadan ini bersama Hipwee! Jangan lupa kunjungi halaman #RamadanDirumah ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

An amateur writer.

CLOSE