Peneliti Temukan Partikel Polusi Udara pada Plasenta Janin. Bukti Bahayanya Beneran Nggak Main-main

Partikel polusi udara pada plasenta

Di banyak kota besar di Indonesia, polusi udara sudah jadi semacam rutinitas sehari-hari. Polusi itu nggak hanya berasal dari asap kendaraan bermotor aja, tapi juga dari pabrik-pabrik industri, pembakaran sampah, hingga asap rokok. Semua melebur jadi satu, membuat warga yang tinggal di sana mau nggak mau ya harus menghirup kumpulan asap beracun itu. Siapa pun bisa terpapar, tak terkecuali ibu hamil.

Advertisement

Padahal penelitian yang pernah dilakukan di Belgia, membuktikan kalau paparan polusi itu bisa sampai ke plasenta atau ari-ari janin dalam kandungan lo! Kalau dipikir-pikir mungkin mustahil ya, tapi temuan ini nggak bisa lagi bikin kita skeptis. Miris sih, ini jelas jadi bukti bahaya polusi udara itu beneran nyata dan nggak kaleng-kaleng, Guys!

Jangan kira karena lokasinya yang ada di dalam perut dan jauh dari hidung, plasenta dan janin dalam kandungan nggak bisa terpapar polusi ya, penelitian ini jadi buktinya

Plasenta terpapar polusi via trofire.com

Plasenta/ari-ari adalah organ yang berkembang di dalam rahim bersama janin, dan bertugas memasok oksigen serta nutrisi untuk janin tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan Hasselt University Belgia membuktikan kalau partikel halus dari polusi udara bisa masuk sampai ke plasenta atau ari-ari ibu hamil. Mereka meneliti plasenta pasca kelahiran dari 28 wanita yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi tinggi. Ternyata dalam plasenta itu ditemukan partikel karbon hitam yang ukurannya sangat kecil, partikel itu dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.

Miris sekali, padahal masa-masa di dalam kandungan itu termasuk tahap kehidupan yang penting, di mana organ-organ vital bayi mulai terbentuk

Tahap penting kehidupan via www.straitstimes.com

Seribu hari pertama yang dilalui seorang bayi termasuk tahap kehidupan yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kehidupannya kelak hingga dewasa. Masa ini dimulai sejak bayi masih dalam kandungan, tepatnya sesaat setelah embrionya terbentuk. Makanya, semua tenaga medis menyarankan agar ibu hamil makan asupan yang bernutrisi dan menghindari beberapa yang berbahaya.

Nah, tapi lain cerita kalau ibu hamil ini terpapar polusi udara. Kita sih mungkin melihat ya cuma gas yang nggak berwujud. Padahal kalau dianalisis pakai mikroskop, dalam asap buangan yang mencemari lingkungan itu terkandung partikel-partikel halus yang nggak bisa dilihat pakai mata telanjang. Partikel halus itulah yang ternyata bisa masuk ke plasenta janin melalui paru-paru sang ibu.

Gimana akibatnya bagi bayi kalau plasenta miliknya terpapar partikel polusi? Soalnya plasenta ini kan tugasnya memasok oksigen dan nutrisi biar si bayi tetap hidup

Advertisement

Memicu kelahiran prematur via www.sciencefocus.com

Kalau kata ilmuwan yang menelitinya, partikel-partikel itu bisa menyebabkan peradangan hingga bereaksi dengan DNA. Yang paling mungkin sih bisa memicu tingkat keguguran dan kelahiran prematur yang lebih tinggi. Nggak menutup kemungkinan nanti bayi terlahir dengan kondisi yang kurang sempurna cuma gara-gara ibu yang mengandungnya terpapar polusi udara! Duh, kasihan lo…

Nggak kebayang kalau polusi terus-menerus terjadi atau malah memburuk, bisa-bisa kita gagal mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Yuk lah, mulai kurangi kebiasaan-kebiasaan yang sekiranya bikin polusi makin parah!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An amateur writer.

Editor

An amateur writer.

CLOSE