Pengalaman 7 Cewek Pakai Menstrual Cup, Benda yang Dimasukkan ke Miss V Buat Tampung Darah Haid

Pengalaman pakai menstrual cup

Istilah menstrual cup (menscup), mungkin sudah nggak asing lagi di telinga kita. Kalau mengutip dari AloDokter:

Advertisement

Menscup adalah produk pengganti pembalut yang berbentuk corong dan terbuat dari silikon atau karet. Alat ini nggak berfungsi menyerap darah, tetapi menampungnya sementara. Daya tampungnya mencapai 40 ml. Karena itulah menscup bisa dipakai lebih lama, yakni sekitar 6-12 jam. Asyiknya lagi, alat ini nggak menimbulkan bau darah dan nggak menyebabkan lecet atau ruam.

Namun sayangnya, menscup masih dianggap tabu di Indonesia. Sebab alat ini harus dimasukkan langsung ke dalam vagina. Sebagian cewek takut memakainya karena berpikir menscup bisa bikin nggak perawan. Betulkah itu? Supaya lebih jelas, kali ini Hipwee sudah ngumpulin ciwi-ciwi yang bersedia berbagi pengalamannya memakai menstrual cup, mulai kapan pertama kali pakai, sampai gimana rasanya pas dipasang di vagina, sakit nggak sih???

Responden kami: Shella (24), Lala (23), Alia (25), Ninda (24), Farah (25), Yudiettiyan (26), dan Palupi (22)

Advertisement

Yudiettiyan: Aku baru aja coba pas Januari 2020. Sebenernya udah niat dari setahun lalu, tapi baru berani pakai setelah cari banyak info.

Alia: Dulu pernah coba sekitar pertengahan 2018, tapi nggak berhasil karena bingung cara masukinnya. Terus aku hamil dan nggak mens, jadi baru beneran pakai September 2019.

Advertisement

Lala: Karena pengen pakai alternatif pembalut yang “nggak bisa habis”.

Farah: Aku berusaha cari pengganti pembalut biasa biar nggak kebanyakan nyampah. Ketemu deh sama menscup. Menurutku ini ramah lingkungan banget karena bisa dipakai berkali-kali.

Alia: Aku mikir kalau darah di dalam menscup kan tersimpan di dalam tubuh dulu, jadi nggak terkontaminasi bakteri. Beda sama darah di pembalut.

Shella: Karena kalau pakai menscup, jadi lebih aman dari tembus dan nggak harus ganti tiap beberapa jam.

Lala: Waktu ngeluarin dan masukin pertama kali, rasanya agak sakit. Soalnya ototku tegang karena panik. Tapi setelah 3 hari, udah terbiasa dan nggak sakit sih. Malah nggak kerasa apa-apa.

Farah: Iya, agak sakit. Apalagi aku bingung gimana cara pakainya. Ternyata harus kayak dijepit dulu menscup-nya biar mengecil, baru dimasukin. Nanti kalo udah masuk, menscup-nya mengembang sendiri di dalam vagina.

Palupi: Dulu aku tuh salah ukuran, malah beli menscup buat wanita yang udah pernah melahirkan. Makanya jadi sakit.

Alia: Dari segi kenyamanan, lebih enak menscup daripada pembalut. Bahkan kalau pakai menscup, kadang tuh nggak berasa sedang mens.

Farah: Menscup jelas nggak bikin sampah, soalnya bisa dipakai berkali-kali sampai lama. Beda waktu aku masih pakai pembalut dulu, tiap bulan rasanya nyampah plastik terus.

Ninda: Sekarang aku nggak perlu bawa-bawa pembalut ganti kalau sedang mens. Yang penting inget buat ngebuang darah di menscup setiap beberapa jam sekali, terus dicuci dan dipakai lagi.

Shella: Mungkin orang-orang takut karena mikir menscup bisa merusak selaput dara. Nah, aku nggak setuju kalau selaput dara dijadiin tolak ukur keperawanan. Soalnya ada cewek yang nggak punya selaput dara sejak lahir. Ada juga yang nggak sengaja robek karena olahraga atau jatuh.

Ninda: Katanya sih, menscup nggak bakal bikin cewek jadi nggak perawan. Lagian definisi “perawan” itu kan juga absurd. Kalaupun selaput dara jadi robek karena pakai menscup, menurutku cewek itu tetep perawan asal belum pernah ngeseks.

Palupi: Kalau takut pakai karena belum pernah berhubungan badan, ya nggak perlu pakai. Itu bukan paksaan sih menurutku, tapi kesadaran diri dan pilihan aja. Bukan berarti yang pakai menscup juga lebih baik dari yang pakai pembalut biasa.

Yudiettiyan: Menurutku wajar kalau ada yang takut pakai menscup karena masalah itu. Kalau bingung dan penasaran, konsultasi aja ke dokter.

Tersedia dalam berbagai ukuran via hellosehat.com

Lagipula menscup tersedia dalam berbagai ukuran kok. Kalau memang kamu belum menikah dan belum pernah berhubungan badan, tinggal pilih size yang paling kecil aja. Kalau sudah menikah, apalagi sudah pernah melahirkan normal lewat vagina, bisa pilih size yang agak besar.

Shella: Ada yang jual mulai dari 150 ribuan sampai 700 ribuan. Biasanya sih kalau beda merek, beda harga juga. Tapi menurutku nggak perlu beli yang mahal banget. Yang penting tuh cek material menscup-nya, harus terbuat dari grade silicone karena ini yang aman buat kesehatan.

Lala: Dulu kakakku yang beli di luar negeri, harganya sekitar 500 ribu. Katanya bisa tahan sampai 10 tahun asal pakainya bener. Kalau merek lain yang lebih murah, mungkin harganya bisa 300-400 ribuan. Tapi kalau di bawah itu agak mencurigakan ya karena takut bahannya kurang bagus.

Yudiettiyan: Harganya kisaran 300 ribu sampai 800 ribu tergantung merek, bisa dipakai sampai 5 tahun. Sebetulnya banyak yang di bawah 200 ribu, tapi pas dipakai rasanya beda sama yang mahal, walaupun dibilang bahannya sama.

Nah, ini juga termasuk hal yang sering dipertanyakan ciwi-ciwi saat kepikiran mencoba menscup. Kalau dikutip dari Alodokter, begini cara memasang menstrual cup:

  1. Lumasi bibir corong menscup dengan air atau pelumas berbahan air, supaya lebih gampang dimasukkan aja.
  2. Jepit atau lipat corong menscup supaya mengecil.
  3. Masukkan menscup ke vagina dalam keadaan terlipat. Otomatis corongnya bakal terbuka dan terpasang di posisinya.
  4. Putar bagian bawah corong untuk memasang segel kedap udara supaya darah haid nggak bocor.

Pemakaian menstrual cup via shopee.co.id

Kalau ini cara melepas menstrual cup:

  1. Masukkan telunjuk dan jempol ke dalam vagina, lalu tarik tangkai menscup sampai bisa memegang bagian dasar corong.
  2. Jepit bagian dasar corong untuk melepas segel kedap udara, lalu tarik corong ke luar.
  3. Setelah dikeluarkan dari vagina, buang darah haid yang telah ditampung di menscup.
  4. Cuci bersih menscup sebelum memakainya lagi. Lakukan sterilisasi (merebus ke dalam air mendidih) setiap bulan.

Berdasarkan jawaban dari para narasumber, ternyata banyak juga ya kelebihan menscup yang bikin makin penasaran mencoba. Alat ini juga ramah lingkungan dan bisa bikin hemat untuk jangka panjang. Namun di balik kelebihan tersebut, menscup juga mempunyai beberapa kekurangan. Misalnya agak sulit dipakai, harus keluar bujet agak banyak saat membelinya, dan bisa menyebabkan rasa sakit saat baru mencoba. Tetapi segala kekurangan itu setimpal dengan manfaat yang bakal diperoleh. Gimana, penasaran kan? Cobain, yuk!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An amateur writer.

CLOSE