4 Pengorbanan Tenaga Medis di Wuhan, Tangani Pasien Virus Corona Hingga Ada yang Meregang Nyawa

Pengorbanan tenaga medis Wuhan

Ribuan orang dirawat di rumah sakit Wuhan setelah didiagnosis terinfeksi virus corona mematikan. Mereka memang harus menjalani rangkaian perawatan medis agar bisa bertahan hidup. Melonjaknya jumlah pasien virus corona membuat rumah sakit di Wuhan menjadi penuh sesak. Tenaga medis pun kewalahan. Para dokter dan perawat mondar-mandir tanpa henti untuk mengobati pasien. Bahkan saking sibuknya mengurus orang lain, mereka hampir tak sempat mengurus dirinya sendiri.

Advertisement

Kali ini Hipwee News & Feature telah mengumpulkan sederet pengorbanan luar bisa para petugas medis di Wuhan, tempat asal virus corona. Sebagian di antara mereka harus rela meninggalkan keluarga untuk mengurus pasien di rumah sakit. Setiap harinya, mereka juga terancam tertular virus corona saat bertugas. Mari simak selengkapnya.

1. Untuk mempermudah pekerjaannya, seorang perawat bernama Shan Xia mencukur rambutnya sampai gundul. Itu dilakukan demi membantu para pasien virus corona

Shan Xia (kiri) yang rela menggunduli rambutnya via twitter.com

Shan Xia (30 tahun) bekerja di Rumah Sakit Renmin yang terletak di Universitas Wuhan. Dia harus menangani banyak pasien setiap harinya. Dilansir dari China Daily, baru-baru ini Shan Xia mencukur rambutnya sampai gundul. Ternyata tindakan itu dilakukan untuk menghemat waktu saat memakai dan melepas baju pelindung. Kepala yang gundul juga mengurangi risiko tertular virus corona saat mengurus pasien.

Selain Shan Xia, hal yang mirip juga dilakukan oleh para perawat lainnya. Mereka bergantian memotong rambut rekannya agar lebih pendek. Itu dilakukan untuk mempermudah pekerjaan sekaligus melindungi diri. Jika bagi banyak wanita, rambut adalah mahkota, berbeda dengan para perawat ini,  mereka rela membabatnya demi menyelamatkan nyawa orang-orang.

Advertisement

2. Seorang perawat bernama Wang Yuehua rela meninggalkan suami dan anaknya demi menjadi relawan di Wuhan. Suaminya menangis saat perawat itu berangkat menjalankan tugas

Xu Guoliang (kanan) saat perpisahan via www.pearvideo.com

Dilansir dari World of Buzz, para petugas medis dari Rumah Sakit Huaihe Hospital dikirim ke Wuhan pada 26 Januari. Mereka semua naik bus besar. Sesaat sebelum bus itu berangkat, terjadi hal yang mengharukan. Seorang lelaki bernama Xu Guoliang tampak menangis sembari memanggil istrinya, Wang Yuehua. Ternyata sang istri adalah salah satu relawan yang berangkat ke Wuhan. Dia mempunyai pengalaman selama delapan tahun sebagai perawat dan ingin membantu orang-orang yang terserang virus corona.

Wang mendaftar sebagai relawan secara diam-diam tanpa memberitahu suaminya, sebab takut bakal dilarang. Namun akhirnya Xu tahu juga dan sangat terkejut karenanya. Dia mengaku sangat khawatir. Bahkan sebelum istrinya berangkat, Xu menangis dan berteriak, “Wang Yuehua, aku cinta kamu. Aku cinta kamu!” Perpisahan pasangan ini membuat banyak orang terharu. Apalagi Wu juga harus meninggalkan anaknya yang berusia lima tahun. Sungguh mulia tekadnya untuk membantu orang-orang di Wuhan.

3. Karena terlalu sibuk mengurus pasien, para tenaga medis di Wuhan tak punya waktu untuk pergi ke toilet. Akhirnya mereka memakai popok!

Advertisement

Para petugas medis di Wuhan via www.businessinsider.sg

Banyak sekali pasien yang harus dilayani di rumah sakit Wuhan. Akibatnya, para petugas medis harus bekerja seolah tanpa henti. Bahkan mereka hampir tak punya waktu untuk pergi ke toilet. Dilansir dari Washington Post, para petugas medis memilih untuk pakai popok agar tak repot saat hendak buang hajat.

Mereka juga melakukannya untuk mengurangi risiko robeknya pakaian pelindung. Sebab kalau pergi ke toilet, mereka harus melepas pakaiannya dulu untuk buang hajat. Padahal tindakan tersebut berisiko merusak pakaian pelindung secara tak sengaja. Apalagi stoknya terbatas, jadi bisa-bisa mereka tak mendapat gantinya. Stok alat keamanan lain seperti masker operasi dan kacamata pelindung juga menipis. Namun dalam kondisi itu, para petugas medis tetap berusaha bertahan demi menyelamatkan pasien virus corona. Sungguh hebat!

4. Setelah menangani banyak pasien yang terjangkit virus corona, dokter bernama Liang Wudong ikut tertular virus hingga akhirnya meninggal dunia

Dilansir dari CNN, Liang Wudong bertugas sebagai dokter di Rumah Sakit Hubei Xinhua. Dia berada di garda terdepan dalam menangani virus corona sejak awal penyebarannya pada Desember silam. Setiap hari Liang menangani banyak pasien sampai kelelahan. Entah mungkin saking lelahnya sampai bikin imunnya drop, Liang akhirnya ikut tertular virus corona. Ia pun meninggal dunia di usia 62 tahun.

Selain Liang, ternyata ada lagi dokter lain bernama Jiang Jijun yang meninggal dunia. Jiang kena serangan jantung saat menangani pasien-pasien virus corona.

Pengorbanan yang dilakukan para tenaga medis ini sungguh mengharukan. Mereka rela bertaruh nyawa demi menyelamatkan pasien virus corona. Mari kita doakan agar mereka selamat dan tak ada lagi orang yang meninggal akibat musibah ini.

HOTLINE CORONAVIRUS

KBRI TIONGKOK

Tel. 001-86-(10) 6532 5489

Fax: 001- 86- (10) 65325368

Email: set.beijing.kbri@kemlu.go.id

PUSAT KRISIS KEMENTERIAN KESEHATAN

021-5210411 dan 081212123119

POSKO KLB DINAS KESEHATAN DKI JAKARTA

081388376955 (Telepon/WhatsApp)

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An amateur writer.

CLOSE