Bea Cukai Mulai Menyasar Penjualan Ponsel Ilegal. Hati-Hati Buat yang Pengen HP Sultan Budet Miring!

Penjualan ponsel ilegal

Baru-baru ini, media sosial tengah dikejutkan oleh kabar menghebohkan terkait penangkapan bos besar atau pemilik salah satu gerai penjualan gadget branded terkenal di Indonesia, PStore. Sang pemilik yang bernama Putra Siregar tersebut ditangkap oleh pihak Bea Cukai terkait karena dugaan penjualan ponsel ilegal. Nama Putra Siregar sendiri memang sudah terkenal karena kedekatannya dengan artis-artis papan atas Indonesia.

Advertisement

Dari tangan Putra Siregar, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengamankan 190 handphone yang diduga ilegal dan uang tunai sebesar 69,3 juta rupiah. Dirinya saat ini ditetapkan menjadi tersangka atas kasus tersebut. Kabar ini jelas membuat banyak orang yang mendengarnya mendadak kaget, pasalnya toko milik Putra Siregar tersebut namanya benar-benar dikenal di seluruh tanah air dan telah memiliki banyak pelanggan dari orang-orang biasa sampai artis-artis terkenal.

Gadget yang dijual di PS Store memang terkenal memiliki harga yang jauh lebih miring dibandingkan dengan toko-toko resmi

Promosi ala Pstore via www.instagram.com

Nggak dimungkiri lagi bahwa alasan ketenaran nama Pstore yang dirintis oleh Putra Siregar salah satunya adalah karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan yang dijual di toko lain. Mulai dari android hingga Iphone, semua bisa didapatkan dengan harga murah di toko ini. Bahkan, Pstore saat ini telah memiliki banyak cabang yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Sedangkan, pusatnya sendiri berada di Batam yang mana memang terkenal sebagai jalur perdagangan internasional. Tak hanya itu, nama PS Store sendiri pun juga besar di media sosial dan telah memiliki banyak sekali pengikut. Hal tersebut karena memang dalam promosinya PS Store menggandeng beberapa artis ternama seperti Raffi Ahmad dan juga Baim Wong.

Kebutuhan gadget bagi masyarakat Indonesia saat ini udah berasa kayak kebutuhan pokok, wajar sih kalau pada pengen beli dengan harga yang murah

Gadget branded harga miring via www.instagram.com

Sejak sebelum masa pandemi, gadget bagi masyarakat Indonesia memang sudah menjadi kebutuhan penting untuk berbagai kalangan, apalagi di masa pandemi ini yang hampir semua hal dilakukan secara online. Mulai dari anak SD hingga orang-orang kantoran, kebutuhan gadget sudah berasa dapat disejajarkan dengan kebutuhan primer. Belum lagi jika dihubungkan dengan masalah gengsi-gengsian. Apalagi tingkat konsumtif masyarakat Indonesia bisa dikatakan berada dalam tingkat yang lumayan tinggi. Wajar jika publik pengen beli barang-barang tersebut dengan harga murah.

Advertisement

Jika kamu perhatikan, saat ini menjamur toko-toko online maupun offline yang menjual gadget dengan berbagai merek ternama dan tentunya memiliki harga yang miring. Nggak cuma produk second, bahkan produk baru pun banyak yang menjualnya dengan murah. Hal ini tentu membuat kita bertanya-tanya, kira-kira gimana bisa ya toko-toko tersebut bisa memasang harga jauh di bawah toko resmi yang ada?

Ini pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa hati-hati jika memiliki keinginan memiliki HP branded dengan harga yang miring. Daripada benda yang dibeli adalah benda ilegal, mending beli second namun tetap aman

View this post on Instagram

Bea Cukai secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap kegiatan peredaran barang-barang ilegal. Pada hari Kamis, tanggal 23 Juli 2020, Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta telah melakukan Tahap II (Penyerahan Barang Bukti dan Tersangka) ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atas hasil penyidikan tindak pidana kepabeanan. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut dilaksanakan atas pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Tersangka berinisial PS telah diserahkan beserta barang bukti antara lain 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000,-. Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan Tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara ( Dhanapala Recovery ) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000,-, rumah senilai Rp 1,15 Milyar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000,-. Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal. Nah Sobat K'Jak, yuk lebih bijak dan berhati-hati dalam berbelanja meski diiming-imingi dengan harga yang murah. Jangan sampai Sobat membeli produk-produk yang ilegal ya. Karena berbelanja produk #legalitumudah kok. #beacukaimakinbaik #Kjakberintegritas #bckanwiljakarta #KjakmenujuWBK2020

A post shared by Kantor Wilayah DJBC Jakarta (@bckanwiljakarta) on

Advertisement

Kebutuhan gadget dari waktu ke waktu memang terus meningkat seiring berkembangnya zaman, apalagi ditambah dengan kebutuhan publik yang semakin bermacam-macam. Kabar menghebohkan yang baru saja terjadi ini tentunya bisa jadi pelajaran penting bagi kita semua agar selalu berhati-hati ketika hendak membeli gadget branded dengan harga yang murah. Bukan cuma berhati-hati dan waspada agar tidak terkena penipuan, tapi juga harus berhati-hati karena kita tidak tahu bagaimana riwayat benda-benda yang dijual murah tersebut. Belum lagi jika mengingat hukum di Indonesia yang nggak jelas, apa nggak takut tuh cuma gara-gara beli HP black market alias ilegal kita bisa tersangkut sama masalah hukum.

Daripada cuma memenuhi gengsi kepengen punya gadget terkini dengan harga murah dari barang ilegal, mending beli gadget second yang udah jelas asal-usulnya. Harga aman di kantong, dan nggak bikin deg-degan karena tersangkut sama masalah hukum. Bahkan saat ini juga udah banyak kok toko-toko terpercaya yang menjual gadget bekas dengan harga yang miring. Mulai dari toko offline hingga yang tersebar online di berbagai media sosial. Jangan sampai nyesel cuma karena masalah kayak gini ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE