Kabar kematian Pak Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB masih menyisakan duka mendalam di benak seluruh masyarakat Indonesia. Dedikasinya dalam memberikan informasi akurat mengenai bencana di Indonesia lewat media sosialnya, menyisakan kenangan tersendiri di hati kita semua. Ini membuat Pak Sutopo begitu disayangi baik wartawan maupun warganet.

Pengikut akun medsos Pak Sutopo mungkin sudah pada tahu kalau penyebab kematian Pak Sutopo adalah kanker paru-paru yang sudah dideritanya sejak tahun lalu. Karena selain menginformasikan soal kondisi bencana alam, Pak Sutopo juga sering melaporkan perkembangan penyakitnya tersebut. Ia juga pernah mengatakan kalau ia bukan seorang perokok, tapi tetap saja tidak bisa terhindar dari penyakit kanker paru-paru.

Advertisement

Ternyata, kanker mematikan itu memang tidak hanya bisa menjangkit perokok saja. Simak sebab lain kanker paru-paru deh, biar bisa saling waspada.

1. Pernah dengar gas radon? Gas radioaktif yang berasal dari bebatuan dan tanah ini ternyata punya andil menyebabkan kanker paru-paru

Gas radon via www.radonrid.com

Gas radon aslinya berasal dari proses pembusukan normal unsur uranium, thorium, radium yang ada di dalam tanah dan bebatuan. Meski proses itu termasuk proses alamiah, tapi orang yang kebanyakan menghirup gas radon juga berpotensi terjangkit kanker paru-paru.

Gas radon yang berlebih ini bisa ditemui di rumah-rumah yang tidak memiliki cukup ventilasi, sehingga udara tidak “mengalir” dengan baik. Selain itu, di Indonesia sendiri menurut dr. Elisna Syahruddin PhD, SpP(K) dari RSUP Persahabatan, ada sejumlah daerah yang kadar radonnya cukup tinggi. Jadi bangunan-bangunan yang berdiri di atasnya kemungkinan akan terpapar gas radon yang lebih tinggi dibanding yang lain.

2. Zat-zat karsinogenik atau penyebab kanker juga bisa ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar, misalnya dari asap rokok atau asap buangan diesel

Zat karsinogenik dari asap rokok via emc.id

Advertisement

Zat-zat jahat penyebab kanker atau istilahnya karsinogenik bisa ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar. Di area perokok aktif misalnya. Rokok yang terdiri dari puluhan zat beracun ini tentu tak hanya berdampak pada perokok saja tapi juga orang lain yang menghirup atau perokok pasif. Jadi nggak kaget kalau ada cerita perokok pasif yang terkena kanker paru-paru.

Selain dari rokok, zat karsinogenik juga terdapat pada asap buangan diesel dan lingkungan yang paparan zat kimianya tinggi — arsen, asbes, nikel, dan batu bara.

3. Polusi udara yang kini banyak mengintai kota-kota besar juga berisiko meningkatkan kanker paru-paru lo. Hati-hati, ya!

Polusi udara via metro.sindonews.com

Asap kendaraan, asap buangan pabrik, dan lain-lain akan berbahaya jika terus-terusan dihirup manusia. Biasanya yang seperti ini banyak menghantui para penghuni kota besar seperti Jakarta. Apalagi belum lama ini kabarnya tingkat polusi di Jakarta makin hari kian mengerikan. Duh, harus bawa masker ekstra nih!

4. Kemampuan tubuh dalam membunuh sel-sel jahat rupanya turut berkontribusi makin meningkatkan risiko kanker. Ini sangat dipengaruhi oleh nutrisi, daya tahan tubuh, dan sejumlah faktor lain

Gaya hidup sehat ikut berkontribusi meningkatkan kemampuan tubuh melawan penyakit via sepenggal.info

Tiap orang bisa jadi memiliki kemampuan berbeda pada tubuhnya dalam  membunuh sel-sel jahat penyebab kanker. Karena hal ini sebetulnya dipengaruhi oleh gaya hidup, daya tahan tubuh, serta beberapa faktor lain. Kalau kemampuannya bagus, ya kemungkinan dia akan selamat dari kanker. Orang yang berhenti merokok atau selalu menjauh dari paparan asap rokok, kemampuan tubuhnya untuk melawan sel jahat akan meningkat dengan sendirinya.

Hmm, ternyata kanker memang semisterius itu ya. Kadang orang yang kelihatannya sehat-sehat aja, bisa “kecolongan” juga. Yang penting kita senantiasa menjaga pola hidup sehat aja sih…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya